Gas Air Mata Bubarkan Demo Buruh


Jumat, 30 Oktober 2015 - 20:12:31 WIB
Reporter : Tim Redaksi

“Kurang lebih ada 50.000 buruh dari 40 konfe­derasi seluruh Indonesia sudah berkumpul di Monu­men Nasional [Monas] hari ini dan beberapa masih da­lam perjalanan,” kata Heri, anggota Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) perwakilan Sura­baya, Jumat (30/10).

Heri yang datang bersa­ma temannya dan sudah berada di Jakarta sejak Ka­mis (29/10) mengatakan kepada Antara Jumat siang bahwa buruh tidak akan mundur bahkan sampai menginap di sekitar Istana Kepresidenan hingga tun­tutan mereka diterima.

“Tetap bertahan, sampai benar-benar dicabut,” kata Heri. Heri beserta buruh lain­nya mengetahui Pre­siden Joko Widodo (Joko­wi) ti­dak berada di Jakarta saat ini, namun mereka tetap semangat untuk me­nuntut pencabutan PP No. 78 tahun 2015 ini.

Salah satu anggota Fede­rasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dari MM2100 Cika­rang, Be­kasi, Ko­ko, juga datang bersama 10.000 buruh lainnya.

“Khusus dari Bekasi ada seki­tar 10.000 buruh yang ikut dan ada yang masih dalam perja­lanan,” kata Koko.

Sementara itu, anggota pe­ngen­dalian massa (Dalmas) Polri yang tidak bersedia disebutkan jati dirinya mengatakan terdapat 17.000 personel gabungan Polisi dan TNI yang menjaga ketertiban para demonstran dan tersebar di tiga titik.

“Semua disebar di tiga titik, di bundaran HI, di sini [Monas] dan di Istana Kepresidenan, mulai pukul tujuh pagi dari apel sampai selesai,” kata dia.

Sementara itu, terdapat ang­gota 40 konfederasi yang me­ngikuti aksi unjuk rasa. Terlihat beberapa konfederasi yang lebih dahulu berkumpul yaitu Konfe­derasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indo­nesia (KSBSI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Serikat Pekerja Nasional (SPN) dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).

Gas air mata

Aksi demo yang tetap ber­lang­sung hingga malam dipaksa bubar oleh polisi. Polisi mulai bergerak maju ke arah massa buruh yang masih melakukan unjuk rasa di depan Istana Mer­deka, sekitar pukul 19.30 WIB.

Ribuan polisi yang sebe­lumnya membentuk barikade di depan pagar Istana mulai ber­gerak maju secara bertahap ke arah massa buruh yang terpusat tak jauh dari gerbang sisi barat laut Monumen Nasional.

Pergerakan polisi dibarengi dengan tembakan meriam air dari dua mobil yang disiagakan. Meski mulai terdesak, massa buruh terpantau masih belum kunjung membubarkan diri.

Akhirnya, sekitar pukul 19.50, polisi mulai menembak­kan gas air mata. Massa buruh yang sebelum­nya berkerumun di depan Istana Merdeka pun lari kocar-kacir.

Sampai berita ini diturunkan, Jalan Medan Merdeka Barat masih tertutup dari arus lalu lintas. Polisi terlihat mencoba mendorong buruh agar mem­bubarkan diri ke arah Jalan Medan Merdeka Barat.

Tak Cabut PP

Pemerintah sendiri memas­tikan tidak akan mencabut Pera­turan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan atau disebut PP Pengupahan, karena PP ini dianggap sudah baik untuk buruh maupun pe­ngusaha.

“Kami meyakini PP Pengu­pahan ini akan bisa diterima kedua belah pihak, bahwa seka­rang ini jika masih ada demo karena peme­rintah tidak bisa memuaskan semua pihak.

Tetap respons yang didapat dari para pelaku dunia usaha dan para buruh di daerah sangat baik karena ada kepastian selama lima tahun,” kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, dilan­sir dari laman Setkab, Kamis (29/10).

Pramono menjelaskan, for­mula penghitungan upah yang sebelumnya disampaikan oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution sebagai bagian dari Paket Kebijakan Ekonomi tahap V itu, yang mendasarkan perhi­tungan pada kebutuhan hidup layak (KHL) dikalikan laju infla­si tahunan dan tingkat pertum­buhan ekonomi sudah tepat.

Jika masih ada demo buruh yang mempersoalkan PP terse­but, menurut Mas Pram, negara ini adalah negara demokrasi jadi tidak masalah jika dilakukan unjuk rasa.  (h/kcm/spc/okz)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 24 Oktober 2018 - 17:36:02 WIB

    Petugas Gabungan Tertibkan APK Menyalahi Aturan di Pessel

    Petugas Gabungan Tertibkan APK Menyalahi Aturan di Pessel PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Sebanyak 300 petugas gabungan terdiri dari Bawaslu, Kepolisian, Satpol PP, TNI, Kabupaten Pesisir Selatan, turun kelapangan melakukan penertiban Alat Peraga Kampanye (APK), yang dianggap menyalahi a.
  • Senin, 21 Agustus 2017 - 19:21:15 WIB

    Belum Bertugas, Sekda Baru Kabupaten Limapuluh Kota Tak Mau Dicap Aneh

    Belum Bertugas, Sekda Baru Kabupaten Limapuluh Kota Tak Mau Dicap Aneh LIMAPULUHKOTA, HARIANHALUAN.COM – Pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Limapuluh Kota yang baru dilantik Pj Bupati Ferizal Ridwan akhir pekan lalu, Yendri Thomas ternyata belum menjalankan tugasnya sebagai Sekda. Ia .
  • Rabu, 15 Februari 2017 - 14:52:21 WIB

    Foto Paslon di Payakumbuh Ini Hilang, Petugas KPPS dan Saksi Ketawa

    Foto Paslon di Payakumbuh Ini Hilang, Petugas KPPS dan Saksi Ketawa PAYAKUMBUH, HALUAN—Ada yang tidak biasa saat penghitungan suara di TPS 2 Kelurahan Padang Tinggi Piliang, Kecamatan Payakumbuh Barat. Bahkan sejumlah saksi serta petugas KPPS setempat tertawa ketika petugas membuka salah sa.
  • Selasa, 17 November 2015 - 19:08:57 WIB

    MKD Diminta Lebih Tegas

    USUT KASUS SETYA NOVANTO

    JAKARTA, HALUAN — Mahkamah Ke­hor­matan Dewan (MKD) DPR kembali diuji dalam menangani kasus yang melibatkan Ketua DPR Setya Novanto. Di kasus dugaan pen­catutan nama .

  • Rabu, 14 Oktober 2015 - 19:45:04 WIB

    PBNU: Produsen Sandal Harus Ditindak Tegas

    SANDAL LAFAZ ALLAH BEREDAR

    JAKARTA, HALUAN — Ke­munculan sandal dengan alas berlafaz Allah meru­pakan pukulan bagi kaum Muslim. Sebab, lafaz nama Zat.

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM