SBY Rindu Sumbar


Kamis, 29 Oktober 2015 - 18:25:58 WIB
Reporter : Tim Redaksi

SBY mengucapkan teri­ma kasih atas segala sam­butan yang baik dan ramah semenjak tiba di Sumbar pada Senin, 27 Oktober 2015. “Berarti orang Mi­nang belum melupakan saya dan isteri. Dengan segala penyambutan yang telah kami rasakan, kami merasa terharu dan bangga,” ungkapnya di depan Pj Gubernur Sumbar, Forkopimda Sumbar, Sudi Silalahi, Mantan Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi serta Bupati/ Walikota se-Sumbar yang turut hadir.

Kemudian, SBY sedikit ber­nostalgia tentang Ranah­mi­nang sewaktu masih memimpin Re­publik ini. SBY mengatakan bahwa Sumbar adalah salah satu daerah yang paling sering dikun­jungi.  ”Ke Bukittinggi empat kali sudah saya ke sana, dan ke Kota Padang sudah delapan kali pula,” terang Jenderal TNI (purn) kelahiran Pacitan, 9 Sep­tember 1949 tersebut.

Ia mengatakan masih ingat saat gempa dasyat tahun 2009 dan saat Gunung Talang meletus tahun 2013, itu beberapa duka masyarakat minang yang didapati sewaktu memimpin. Ia juga me­ngenang peresmikan pengope­rasian Bandara Internasional Minangkabau (BIM) tahun 2005 lalu serta peresmian jembatan kelok sembilan tahun 2013 juga beberapa saat suka berada di tanah bundo ini.

Setelah memberikan sam­butan, Presiden ke-6 Republik Indonesia ini menyumbangkan sebuah lagu yang berjudul ”don’t forget to remember me” yang merupakan ungkapan pelengkap rasa rindunya bersama isteri kepada Sumbar.

Sebelumnya dalam sam­bu­tan, SBY yang didampingi Isteri Ani Bambang Yudhono selama di Sumbar meyampaikan per­mintaan maaf kepada masyarakat Sumbar apabila ada kesalahan selama memimpin. “Segala keku­rangan saya sewaktu memimpin harap dimaafkan, dan saya yakin apa kekurangan saya selama ini akan disempurnakan oleh Bapak Jokowi, dan apa-apa yang men­jadi nilai plus akan tetap dilanjut­kan oleh beliau,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu Pj Guberbernur Sumbar Rey­don­nyzar Moenek sempat mencerita­kan budaya masyarakat minang dengan sistem matrilinealnya. Dalam kesempatan itu Donny juga sempat menyanyikan lagu ayam den lapeh bersama Sudi Silalahi. Tak mau ketinggalan Mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi juga sempat menyumbangkan suara emasnya. Lagu dari Koes Plus yang ber­judul Andai Engkau Datang Kembali dan Kisah Sedih di hari Minggu.

Beri Kuliah Umum di Unand

SBY juga memberi kuliah umum di Kampus Unand, Kamis (29/10). Menurut SBY pesatnya pertumbuhan penduduk yang terjadi di Indonesia memberikan dampak positif dan negatif terkait pembangunan berkelanjutan. Dampak positifnya adalah pe­luang, sedangkan dampak ne­gatif­nya adalah ancaman kerusa­kan lingkungan.

Dalam konferensi interna­sional 2015 bertajuk “Green Development in Tropical Re­gions” atau “Pembangunan Hijau di Kawasan Tropis” di Con­vention Hall Unand, Kamis (29/10) itu, SBY menjelaskan, pesat­nya pertumbuhan penduduk ada­lah peluang untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten dan ber­po­tensi melestarikan lingkungan pada masa depan. Sementara dampak terhadap kerusakan lingkungan, kata SBY, karena pertumbuhan penduduk juga dapat me­nyebab­kan kekurangan sumber daya alam, makanan, dan energi untuk pemenuhan kebutuhan.

Dalam kuliah umum yang disampaikan dalam bahasa Ing­gris kepada ratusan  mahasiswa itu, SBY memberi solusi agar pembangunan berkelanjutan bisa tetap dilakukan dan tidak ber­dampak pada kerusakan ling­kungan. Solusi yang ditawar­kannya adalah menggunakan tiga prinsip pembangungan berke­lanjutan, yakni tumbuh, se­im­bang, dan berkelanjutan. Tiga prinsip itu disebutnya trilogi pembangunan.

Dalam kuliah umum itu, SBY berbicara sebagai Presiden Assembly Chair Of Council Global Green Growth Institute (GGGI). Selain SBY, pembicara lainnya adalah Prof Dr Bustanul Arifin (Ketua Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia),  Prof. Dr. Jamal Othman dari Universitas Nasional Malaysia, Endah Murniningtyas (Wakil Menteri Kelautan dan Sumber Daya Alam), dan beberapa nara­sumber lainnya.

Konferensi itu digelar oleh Program Pascasarjana Unand, yang dimulai sejak 29 hingga 31 Oktober. Sementara itu, Rektor Unand, Werry Darta Taifur me­nga­takan, ia setuju dengan bebe­rapa ahli yang mengkritik strategi pembangunan konvensional yang telah memengaruhi kondisi sum­ber daya alam, lingkungan dan perubahan iklim bumi. “Se­karang , ancaman perubahan iklim telah memanggil kita untuk melakukan pembangunan ramah lingkungan. Ini berarti pem­bangunan untuk kebutuhan masa depan tanpa mengorbankan masa depan anak-anak kita dan cucu kita,” ujarnya.(h/dib/mg-isr)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 29 November 2015 - 20:13:59 WIB

    SBY dan Amien Rais: Pilih MK-Fauzi

    Dukungan terhadap pasangan Muslim Ka­sim-Fauzi Bahar terus mengalir. Presiden RI ke-6 dan mantan Ketua MPR RI bahkan m.

  • Rabu, 28 Oktober 2015 - 20:23:44 WIB

    SBY: Ini Bencana Asap Terburuk

    IKUT SALAT ISTISQA DI PADANG

    Datang ke Padang, SBY diminta ikut salat Istisqa untuk meminta huja.

  • Ahad, 06 September 2015 - 20:10:59 WIB

    SBY Siap ke Ranah Minang

    SERIUS DUKUNG MK-FAUZI

    JAKARTA, HALUAN — Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoy.

  • Selasa, 28 Juli 2015 - 20:04:57 WIB

    SBY : Demi Sumbar, PD Dukung MK-FB

    PADANG, HALUAN — Du­ku­ngan terhadap pasangan Muslim Kasim-Fauzi Bahar (MK-FB) sebagai calon Gu­ber.

  • Ahad, 26 April 2015 - 19:48:55 WIB

    Demokrat Sumbar Inginkan SBY Pimpin Partai

    PADANG, HALUAN — Menjelang berlangsungnya Kongres Partai Demokrat, 11 Mei mendatang di Surabaya, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sumbar tetap menginginkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebag.

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM