Omzet HWB Sapan Maluluang Turun


Kamis, 29 Oktober 2015 - 17:58:20 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Kepala UPTD Hot Wa­ter Boom Sapan Maluluang, Dedi Setiawan mengatakan pada Haluan, untuk minggu ini, pihaknya tidak bisa menukar air dingin yang ada di kolam renang. Pasalnya, sumber air dingin yang menjadi sumber pe­nye­im­bang air panas untuk 5 kolam yang berfungsi, se­lama ini diambil dari aliran irigasi.

“Namun, berkat hujan tadi malam, kami telah ter­bantu dikarenakan telah mampu mengisi dua kolam dan saat ini tengah meng­ganti air kolam,”tandas De­di Rabu (28/10).

Dikatakan Dedi, se­ming­­gu belakangan, akibat kemarau dan kebutuhan masyarakat untuk lahan pertanian cukup tinggi. Se­hingga air yang akan disa­lurkan ke beberapa kolam di HWB menjadi berkurang sehingga berdampak ter­hadap rendahnya kunjungan wisatawan.

Biasanya jika kondisi debit air normal, mampu meraih omzet hingga Rp3 juta per minggu, sedangkan saat kemarau hanya kisa­ranRp1 jutaan. ”Penge­ringan dan pembersihan kolam biasanya dilakukan dua kali dalam seminggu, tetapi  saat kemarau hal tersebut tidak dapat dila­kukan,”jelasnya.

Pihak UPTD takut ka­lau dikeringkan atau diber­sihkan, kolam itu tidak bisa terisi air dengan cepat, karena sulitnya sumber air. Tidak itu saja bahkan per­nah ada pengunjung yang kecewa, setelah membeli tiket masuk, karena tidak bisa mandi mereka meminta kembali uang ke petugas tiket.

Untuk mendapatkan sum­ber air dingin untuk kebutuhan HWB, menurut Dedi Setiawan ada disekitar itu, yang berjarak lebih kurang 4 KM. yaitu sumber air yang juga dipakai pihak PLTMH.

Artinya Pemkab Solsel harus membangun jaringan dari sumber yang lebih ku­rang 4 KM tersebut, ditam­bah harus ada bangunan bak imtak yang besar untuk penampung air guna me­ngairi kolam di objek HWB Sapan maluluang.

Masalah Pendapatan As­li Daerah (PAD) yang ditarget Pemkab Solsel se­besar Rp114 juta,  menurut Dedi Setiawan telah tercapai hingga Rp170 juta.

Jika pemkab Solsel bisa membangun jaringan air untuk kolam, maka tahun depan HWB ini bisa di­target lebih kurnag Rp300 juta. “Siapapun yang men­jadi pemimpin, kalau di­bangun jaringan sumber air untuk lima kolam mini akan dapat menambah pen­da­patan daerah,” tutupnya. (h/jef)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 23 Agustus 2015 - 19:03:06 WIB

    Omzet UMKM Berkurang Hingga 40 Persen

    JAKARTA, HALUAN — Melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia dirasakan oleh banyak pihak, tak terkecuali pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Pendapatan alias omzet pengusaha kecil ini bisa anjlo.

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM