Ribuan Mahasiswa Kepung Istana


Rabu, 28 Oktober 2015 - 20:18:12 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Dalam Sidang Rakyat terse­but, masing-masing perwakilan mahasiswa menyampaikan dak­wa­an terhadap Presiden Jokowi di 8 Bidang, yang meliputi Pendi­dikan, Ekonomi, Kesehatan, Hukum, Energi, Kemaritiman, Lingkungan, dan Pangan. Setelah berlangsung selama 2 jam, Sidang Rakyat kemudian ditutup dengan pembacaan Putusan Majelis Ha­kim yang disambut teriakan keprihatinan dari seluruh massa aksi yang hadir.

“Dengan memperhatikan selu­ruh dakwaan dan kesaksian yang telah disampaikan, maka Majelis Hakim Sidang Rakyat memutuskan bahwa Presiden Jokowi telah gagal menjalankan pemerintahan RI dalam kurun waktu satu tahun ini dan meme­rintahkan Presiden Jokowi untuk merealisasikan seluruh tuntutan mahasiswa yang telah disebutkan dalam dakwaan selamat-lambat­nya 100 hari kerja dari sekarang,” tutup Bambang Irawan, yang didaulat menjadi Hakim Ketua didampingi Reido Deskumar (Presma Univ.Andalas) serta Andi Aulia Rahman (Ketua BEM UI) sebagai Hakim Anggota.

“Adapun hal-hal yang kami angkat dalam dakwaan ini adalah seputar keberpihakan Presiden Jokowi terhadap rakyat kecil yang masih kami pertanyakan. Ada banyak sekali blunder ke­bijakan yang dilakukan. Mulai dari melepaskan harga BBM ke mekanisme pasar, pelemahan terhadap agenda anti korupsi, implementasi JKN yang masih amburadul, status freeport yang masih belum jelas, sampai pe­nanganan asap yang begitu lam­ban,” ujar Bambang dalam Kon­ferensi Pers sesaat setelah Sidang Rakyat ditutup.

Hingga Rabu  malam, maha­siswa masih bertahan berdemo di depan Istana Merdeka. Usai salat Magrib berjemaah, mereka terus melanjutkan berorasi.  Mereka merencanakan bermalam di de­pan Istana  hingga Presiden Jokowi  datang  menerima  hasil vonis Sidang Rakyat.

Sebelumnya,  dalam  mem­peringati  Hari Sumpah Pemuda  Ra­bu kemarin,  kota Jakarta  juga diwarnai aksi  demo beberapa elemen  lainnya. Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh beberapa lapi­san seperti dari mahasiswa hingga buruh pun juga turun ke jalan.

Demosntrasi yang dilakukan oleh mahasiswa hingga buruh tersebut digelar dengan berbagau macam tuntutan. Mulai dari peno­lakan sistem pengupahan, mengkritisi kinerja pemerin­tahan Jokowi-JK, tuntutan kese­hatan, pendidikan gratis, hingga penuntasan kasus korupsi.

Beberapa kantor yang men­jadi sasaran demo Hari Sumpah Pemuda antara lain seperti Istana Negara, Mahkamah Agung, Ge­dung DPR/MPR, Kantor Kemen­terian ESDM, Bundaran HI, KPK, Kantor DPP PKB, Kejaksaan Agung, Kantor Nike Indonesia, Kantor SKK Migas Jakarta Selatan, dan juga Balai Kota DKI.

Dari informasi yang dikutip dari Metrotvnews, puluhan buruh yang tergabung pada Front Buruh Nike Indonesia (FBNI) PT Asia Dwimitra Industri berunjuk rasa di kantor Nike Indonesia Gedung Bursa Efek Indonesia. Sedangkan sekelompok demonstran dari Komite Persatuan Rakyat meng­gelar unjuk rasa  di Kantor Keme­nakertrans di Jaksel, kemudian ke Gedung Mahkamah Agung di Jakpus, dan berakhir di Istana Negara.

Selain dari beberapa kelom­pok masa yang melakukan aksi unjuk rasa tersebut, unjuk rasa juga dilakukan oleh puluhan orang yang tergabung dalam Forum Anti Ahok di Balai Kota DKI Jakarta. Para pende­mons­tran tersebut menuntut Gubernur DKI Ahok untuk meminta maaf karena menyinggung tentara dan mengusut dugaan adanya penye­lewengan dana pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras.

Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Badan Ekse­kutif Mahasiswa Seluruh Indo­nesia (BEM SI) dan Liga Maha­siswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) berunjuk rasa me­ngkri­tisi kinerja Pemerintah Jokowi-JK.

Ada juga masa yang melaku­kan unjuk rasa di depan gedung TVRI dan DPR/MPR di Hari Sumpah Pemuda ini. Mereka menuntut sidang istimewa dan menarik mandat yang diberikan kepada Presiden Jokowi-JK.

Selain itu ada puluhan massa yang tergabung pada Pergerakan Indonesia Muda (PRIMA) dan Komunitas Cinta Bangsa di de­pan Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan. Mereka menun­tut pe­nuntasan berbagai kasus korupsi yang dinilai mandek. (h/dn/ rol/net)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 26 Februari 2015 - 19:16:15 WIB

    Ribuan Nelayan Demo ke Istana

    PROTES LARANGAN PENGGUNAAN CANTRANG

    JAKARTA, HALUAN – Ribuan nelayan dari Jawa Tengah berunjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta, Kamis (26/2). Ini merupakan aksi lanjutan se.

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM