Badan Usaha Milik Nagari Kurangi Pengangguran


Ahad, 25 Oktober 2015 - 18:48:29 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Hal ini juga dibenarkan oleh Walinagari Cupak Ke­ca­matan, Solok Darlis. Me­nurutnya, beberapa orang warganya memang masih ada yang belum mendapat pekerjaan, meski telah me­na­matkan kuliah dipe­rgu­ruan tinggi. Dasril berharap ada solusi untuk ini.

Marlis mengatakan, Ba­dan Usaha Milik Nagari yang tadi disarankan di­bentuk, bisa saja bergerak di bidang pertanian, perika­nan, peternakan dan sebagainya.

“Bidang apa yang akan dijalankan, itu kembali pa­da kreatifitas setiap nagari, yang penting badan usaha  tersebut memiliki potensi untuk berkembang, dan disesuaikan dengan SDA yang dimiliki,” paparnya.

Menurut Marlis juga, dengan kondisi geografis Sumbar  yang subur, apa yang disampaikan berpe­luang besar untuk diwu­judkan.

Apalagi, untuk para sar­ja­na yang telah memiliki bekal ilmu di bangku ku­liah,  mereka, terangnya, tinggal diarahkan untuk menjadi seorang enterpre­neurship

“Itu  tentu bukanlah suatu yang sulit.

Tinggal dipoles sedikit saja, para sarjana kita yang belum mendapatkan peker­jaan itu akan mampu me­ngelola badan usaha yang didirikan,” tuturnya.

Dalam hal ini, tam­bah­nya lagi, sejumlah keun­tungan akan didapat dengan keberadaan Badan Usaha Milik Nagari yang disa­rankan dibentuk.

Diantaranya, selain me­ngu­rangi pengangguran, dan beban pemerintah, pemben­tukan badan usaha milik nagari akan mendorong perekonomian masyarakat menjadi lebih hidup.

Menurut ia juga, mewu­judkan semua tadi, nagari disarankan untuk lebih ba­nyak memberikan pelati­han-pelatihan kewira­usa­haan. Jika terkendala de­ngan SDM yang akan ber­bagi ilmu tentang en­ter­preneurship ini, bisa me­minta bantuan pada instansi terkait untuk membantu melakukannya.

“Semua ini sangat mung­kin untuk dilakukan. Ting­gal sekarang niat dari kita apakah nagari mau mere­alisasikanya atau tidak,” terang Marlis.

Kemudian lanjutnya, untuk mereka yang tengah mencari pekerjaaan di­im­bau juga untuk merubah mainset atau pola fikir, seperti, hanya mengha­rap­kan bekerja sebagai PNS, atau bekerja diperusahaan.

Dikatakannya, anak mu­da harus berani dengan tantangan untuk menjadi seorang wirausahawan. Jika hanya mengharapkan be­kerja dipemerintahan atau diperusahaan swasta itu akan sulit.

Selain persaingan yang tinggi, untuk menjadi PNS saja misalnya, kuota yang disediakan pemerintah juga terbatas,” pungkas Marlis.

Sekaitan dengan kunker Komisi I DPRD Sumbar ke Kabupaten Solok, ikut juga dalam rombongan anggota Komisi I DPRD Sumbar, Komi Chaniago, Ahmad Rius, dan Novi Yuliasni. (h/mg-len)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 08 Januari 2018 - 11:35:48 WIB

    Surati Sejumlah Badan Usaha, PT KAI Keluar Jalur

    Surati Sejumlah Badan Usaha, PT KAI Keluar Jalur Diam-diam, PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Divre II Sumbar mengirimkan surat terbatas ke PLN, Telkom dan PDAM Padang agar memutuskan jaringan listrik, internet dan air ke Basko Hotel dan mall. Langkah di luar kewenangan yang.
  • Jumat, 17 November 2017 - 17:24:58 WIB

    Wabup Pessel Diperiksa Penyidik, Massa: Kami Siap Pasang Badan dan Menghalau Aparat

    Wabup Pessel Diperiksa Penyidik, Massa: Kami Siap Pasang Badan dan Menghalau Aparat PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Sekitar 400 massa pendukung Wakil Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar, siap pasang badan jika penyidik KLHK atau Kepolisian tetap memaksa menahan orang nomor 2 di Pessel itu, Jumat (17/11)..
  • Kamis, 27 Agustus 2015 - 19:03:12 WIB

    130 LKM Belum Berbadan Hukum

    HASIL INVENTARISASI PEMKAB SOLOK

    AROSUKA, HALUAN—Sebanyak 130 Lembaga Keuangan Mikro (LKM) di Kabupaten Solok belum berbadan hukum. Demikian terungkap dalam sosialisasi pelaksanaan Undang-undang .

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM