Perekonomian Rentan Perkembangan Global


Ahad, 18 Oktober 2015 - 19:21:30 WIB
Reporter : Tim Redaksi

“Alasan utama BI jelas sekali. Bahwa pere­kono­mian kita masih sangat ren­tan terhadap ketidakpastian perekonomian global. Ke­rentanan perekonomian kita terlihat jelas dari perge­rakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sangat volatile,” terang Dzulfian Jakarta, Jumat (16/10).

Dzulfian me­nam­bah­kan, volatilenya (fluktuatif) nilai tukar rupiah terlihat di akhir September dan awal Oktober. Di mana rupiah mengalami pelemahan yang cukup dalam hampir Rp 15.000 per US$. Selanjutnya menguat signifikan di awal Oktober hingga sekarang mencapai Rp 13.500 per US$.

Terkait penguatan ru­piah yang cukup sig­nifi­kan dalam tempo singkat, Dzulfian mengatakan, lebih disebabkan oleh faktor eks­ternal yakni Amerika Se­rikat (AS).

“Namun demikian, fak­tor utamanya adalah data ketenagakerjaan di AS yang tidak sesuai ekspektasi. Tak lama setelah itu. hampir seluruh mata uang di dunia mengalami penguatan (ap­resiasi) terhadap dolar AS.

Selain itu, kata Dzulfian, ancang-ancang bank sentral AS ogah mengerek naik suku bunga juga menjadi penyebab penguatan nilai tukar rupiah.

“Ada tiga alasan kenapa The Fed belum mau naikin suku bunga. Yakni, mele­mahnya data ketenaga­kerja­an, inflasi masih terkendali serta pertumbuhan ekonomi masih moderat,” papar Dzul­­fian.

Fenomena The Fed ini, lanjut Dzulfian bisa ber­mak­na ganda bagi pere­konomian Indonesia. Per­tama, berita baik karena peluang terjadinya pelarian modal (capital outflow) besarr-besaran ke ke luar negeri menjadi ter­ban­tah­kan.

“Kedua, ini berita bu­ruknya. Bahwa ketidak­pas­tiaan global memanjang karena pasar akan wait and see keputusan The Fed. Saya prediksi, The Fed menaik­kan suku bunga paling cepat di kuartal satu 2016,” papar Dzukfian. (h/inl)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 07 Oktober 2015 - 19:39:40 WIB

    John Kennedy Aziz: Hak Paten Gerakkan Sektor Perekonomian

    JAKARTA, HALUAN— Ketua Pansus RUU Hak Paten John Kennedy Aziz menegaskan, hak paten itu menunjukkan kemajuan peradaban suatu negara. Semakin banyak hak pa­ten yang didaftarkan berarti negara itu kaya, karena hak paten i.

  • Senin, 05 Oktober 2015 - 18:58:15 WIB

    Pasar Modal Penting Bagi Perekonomian

    PADANG, HALUAN — Pe­ran pasar modal semakin penting dan vital bagi per­kembangan perekonomian Indonesia. Tidak hanya men­jadi sumber pendanaan utama perusahaan, maupun wahana investasi masya­rakat, p.

  • Rabu, 26 Agustus 2015 - 19:38:57 WIB

    Melemahnya Rupiah Pengaruhi Perputaran Perekonomian

    PADANG, HALUAN — Ni­lai tukar rupiah terhadap dollar yang menembus ang­ka Rp14.049 per US mem­buat semakin melambatnya perekonomian Sumatera Barat. Namun, Kepala Bank Indonesia Puji Atmoko ti­dak tin.

  • Jumat, 06 Maret 2015 - 19:00:29 WIB

    Pertumbuhan Perekonomian Sumbar 2014 Melemah

    PADANG, HALUAN — Bank Indonesia perwakilan Su­ma­tera Barat (Sumbar) men­catat pertumbuhan eko­nomi pro­vinsi mengalami perlambatan pada triwulan IV 2014 berada pada angka 5,5 persen.

    “Den.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM