Murid SD Tewas Usai Berkelahi di Kelas


Senin, 12 Oktober 2015 - 18:50:17 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Korban bernama Rifo Novianto Afrika (14) murid kelas V SDN 07 Situjuah Gadang, tewas usai berkela­hi dengan teman sekelasnya berinisial AN (12) pada Senin (12/10) sekitar pukul 10.00 Wib. Sebelumnya, Rifo sempat dilarikan ke ruangan Unit Kesehatan Sekolah SD 07 Situjuah Gadang untuk perawatan.

“Saat kejadian, korban tengah mengikuti pelajaran IPA,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Li­ma­puluh Kota Radimas dan Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Situjuah Limo Nagari Ofti Darwan saat membesuk korban di RSUD Adnan WD Kota Payakumbuh, Senin (12/10) siang.

Dijelaskannya, sebelum kejadian, korban dan AN sama-sama mengikuti pelajaran di ruangan kelas. Saat mengikuti pelajaran tersebut, ternyata spidol yang digunakan guru kelas V yang masih berstatus honorer, keha­bisan tinta. Guru pun mening­galkan ruangan kelas kurang lebih 5 menit  untuk  mengisi kembali tinta spidol ke kantor sekolah.

Ketika ruangan kelas diting­gal­kan  guru, saat itu perkelahian antara korban dan AN terjadi.

Ketika guru yang diketahui bernama Helhaberta kembali ke ruangan untuk melanjutkan pela­jaran, didapati korban dalam keadaan menangis menahan kesa­kitan. “Sambil menangis. korban mengaku kepada ibu guru, ke­palanya dipukul AN. Korban sempat mual-mual di ruangan kelas. Sehingga guru kelas terpak­sa melarikan korban ke ruangan UKS,”terang Radimas lagi.

Tak sampai di sana, di ruangan UKS, korban juga kejang-kejang hingga tidak sadarkan diri. Guru SDN 07 Situjuah Gadang, sempat panik melihat kondisi korban yang kian kritis. Hingga akhirnya guru pun melarikan korban ke RSUD Adnan WD Payakumbuh.

Sesampai di rumah sakit, korban dirawat di ruangan Unit Gawat Darurat. Dua jam dirawat, akhirnya nyawa korban tidak terselamatkan. “Korban mening­gal dunia di rumah sakit. Pihak sekolah pun telah berupaya se­mak­simal mungkin memberikan pertolongan bagi korban,”jelas Radimas yang terlihat sedikit murung.

Mendapatkan kabar korban yang telah tewas, hampir seluruh pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lima­puluh Kota mendatangi rumah sakit untuk memastikan kondisi korban. Tak hanya itu, puluhan tenaga pengajar Kabupaten Lima­puluh Kota turut memadati RSUD Adnan WD Kota Paya­kumbuh.

Jasad korban yang terbaring  di rumah memakai seraram seko­lah. Baju putih dan celana merah yang dikenakan korban dari rumah, masih terlihat bersih. Dari hasil visum yang dilakukan pihak rumah sakit, tidak dite­mukan luka  ataupun bercak darah di jasad korban.

Sementara, Kapolres Paya­kumbuh AKBP Yuliani melalui Kasatreskrim AKP Tendri belum memastikan penyebab perke­lahian antara korban dan AN. “Kita masih mengorek informasi terkait penyebab pemukulan korban . Sedangkan AN  sudah kita amankan. Orang tua dari AN, pengacara dan  PPA turut kita minta mendampingi AN dalam pemeriksaan,”jelasnya.

Dikebumikan Hari Ini

Isak tangis menyelimuti ke­dia­man Rifo Novianto Afrika di Jorong Padang Jariang, Nagari Situjuah Gadang, Kecamatan Situjuah Limo Nagari. Korban merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara hasil pernikahan suami-istri Ris (45) dan Res (42).

Dari informasi yang berhasil dihimpun dari sekitar kediaman korban, selama ini korban tinggal bersama ibunya. Kedua orang tua korban sudah lama bercerai. Semenjak bercerai, bapak korban mengadu nasib ke Pekanbaru. Karena menunggu kedatangan bapak korban dari Pekanbaru, pihak keluarga sepakat untuk menguburkan jasad korban pada Selasa (13/10) pagi.

Evaluasi Tenaga Honorer

Tewasnya korban di saat jam pelajaran, membuat Dinas Pen­didikan Kabupaten Limapuluh Kota merasa terpukul. Ke depan Kepala Dinas Pendidikan Kabu­paten Limapuluh Kota akan eva­luasi kinerja tenaga pengajar, terutama tenaga honorer di Kabu­paten Limapuluh Kota.

”Kita sangat prihatin dengan kejadian ini. Kita harap kedepan kejadian serupa tidak terjadi lagi. Kepada tenaga pengajar honorer, akan kita evaluasi kembali,”jelas Radimas Kepala Dinas Pen­didikan Kabupaten Limapuluh Kota.

Radimas menyerahkan sepe­nuh­n­ya kasus tewasnya Rifo Novianto Afrika di saat jam pelajaran kepada penegak hu­kum. “Kasus ini, sepenuhnya kita serahkan ke penegak hu­kum,” ujarnya usai mengantar jenazah korban Rifo di  Nagari Situjuah Gadang.

Selain keluarga Dinas Pendi­dikan Kabupaten Limapuluh Kota  yang mendatangi kediaman korban, turut terlihat Calon Wakil Bupati Limapuluh Kota nomor urut 4, Yunirwan Khatib. Yunirwan Khatib datang 15 menit setelah jenazah korban dibawa dari RSUD Adnan WD Kota Payakumbuh. Yunirwan turut bersedih atas tewasnya korban yang selama ini dikenal anak periang.

Kasus murid SD tewas usai berkelahi dengan temannya sebe­lum ini juga terjadi di Jakarta Selatan. (h/ddg/met)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 05 Mei 2017 - 01:29:37 WIB

    TP-PKK Tanah Datar Motivasi Minat Baca Murid SD

    TP-PKK Tanah Datar Motivasi Minat Baca Murid SD TANAH DATAR, HALUAN - Guna meningkatkan minat baca bagi murid Sekolah Dasar (SD), Ketua TP-PKK Tanah Datar, Ny Emi Irdinansyah didampingi Kadis Pustaka dan Arsip Marwan dan Kabag Humas, Syahril melaksanakan sosialisasi dan mo.
  • Rabu, 26 April 2017 - 01:49:57 WIB
    ORANGTUA LAPOR KE POLISI

    Dua Murid SD Diduga Dianiaya Anggota Satpol PP

    TANAH DATAR, HALUAN - Oknum anggota Satpol PP Tanah Datar diduga telah melakukan tindakan penganiayaan kepada anak dibawah umur. .
  • Kamis, 08 Desember 2016 - 01:13:45 WIB

    Longsor di Nagari Limo Koto Ancam Keselamatan Murid SDN 10

    Longsor di Nagari Limo Koto Ancam Keselamatan Murid SDN 10 PASAMAN, HALUAN — Wakil Bupati Pasaman, Atos Pratama meminta pihak PU dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat segera mengeruk tebing Bukit Kasiak, agar tidak mengancam bangunan Gedung SD Negeri 10 Batu Badin.
  • Rabu, 31 Agustus 2016 - 04:40:03 WIB

    Murid PAUD Ditemukan Tewas di Batang Sukam

    SIJUNJUNG,HALUAN — Seorang bocah bernama Da­rius Hadi Suja (5), ditemukan tewas mengambang di Sungai Batang Sukam, Senin (29/8) sekitar pukul 20.30 WIB. Da­rius adalah anak pasangan Dasril Agus (32) dan Deta Anggarini (32.
  • Kamis, 26 Mei 2016 - 05:54:06 WIB

    Oknum Guru SD Cabuli Murid

    Oknum Guru SD Cabuli  Murid AROSUKA, HALUAN — Sungguh malang nasib yang dialami Bunga (14) (nama samaran) seorang pelajar SDN di Nagari Koto Gadang Koto Anau. Alih-alih mendapat pendidikan karakter di sekolahnya, justru mendapat perlakuan tidak senono.

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM