Kabut Asap, Etape TdS Dirombak


Jumat, 02 Oktober 2015 - 20:20:55 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Kepala Global At­mos­t­fer Word (GAW) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG Bukittinggi, Edison Kur­niawan usai rapat persiapan TdS 2015 di Padang pada Jumat (2/10) mengatakan, kabut asap yang men­ye­li­muti wilayah Sumbar dari pantauan sepanjang Jumat sudah masuk kategori tidak sehat. Namun, level ini tidak meliputi seluruh dae­rah atau berfluktuatif setiap daerah.

“Pada pelaksanaan eta­pe pertama dari Painan, Kabupaten Pesisir Selatan hingga finis di Pariaman, kondisi udara akibat kabut asap sedang. Kondisi cuaca juga sedang,” terangnya.

Pada etape I ini pebalap akan menempuh jarak se­pan­jang 136 kilometer. Sta­rt di Pantai Carocok Painan hing­ga finis di Pantai Ti­ram, Pantai Gandoriah, melewati tiga daerah, yaitu Pesisir Selatan, Kota Pa­dang dan Padang Pariaman.

Dilanjutkannya, berbeda de­ngan etape I pada etape II yang dijadwalkan pada Minggu (4/10) yang mengambil start di Kabu­paten Padang Pariaman dan finis di Kabupaten Solok, berdasar perkiraan kondisinya buruk. Kondisi yang sama juga terjadi pada etap III dan IV.

Dimana untuk etape III me­ngam­bil titik start di Kabupaten Sijunjung dan finis di Kabupaten Dharmasraya. Sedangkan, etape IV start di Kota Sawahlunto dan finis di Kabupaten Solok Selatan. Kondisi udara yang diperkirakan aman kata Edison, masing-masing etape VII, VIII dan IX, yaitu Pasaman, Pasaman Barat, Agam, Padang Panjang dan Kota Padang.

“Sementara itu etape V sam­pai X, kondisi udaranya sedang hingga baik. Kondisi udara yang diperkirakan sedang pada saat pebalap melintas di daerah itu antara lain, pada etape V dam VI yaitu Limapuluh Kota Paya­kum­buh, Bukittinggi dan Tanah Da­tar,” ujarnya.

Sebelumnya, Director Route Tds 2015 Sondi Sampurno usai rapat persiapan TdS 2015 yang diadakan di kantor Dinas P­ari­wisata Sumbar, memastikan akan tetap melanjutkan balap sepeda TdS meski kabut asap men­yeli­muti Sumbar.

“Jika memang pihak yang berwenang, dalam hal ini BMKG dan dinas kesehatan menyatakan etape  yang dilewati pebalap ini berbahaya, tentunya akan di­bi­carakan bagaimana solusi nanti­nya,” sebut Sondi Sampurno  Kamis (1/10).

Menurutnya, jika hal itu ter­jadi atau satu etape tak me­mung­kinkan dilewati pebalap karena kabut asap sudah berada di level yang membahayakan kesehatan pe­balap, maka kemungkinan peru­bahan rute etape akan dilakukan.

Namun demikian katanya, sejauh ini belum ada perubahan terkait pelaksanaan TdS yang akan berlangsung selama 9 hari tersebut. “Tim yang menjadi peserta TdS tahun ini telah mulai berdatangan ke Sumbar. Sejauh ini penerbangan juga tidak ada mengalami gangguan untuk Sum­bar,” ujarnya.

Asisten Deputi Pengem­bang­an Segman Pasar Personal Ke­men­par, Raseno Arya meng­harap­kan TdS ini dapat berjalan dengan lancar. Saat ini, ke­men­terian pariwisata berusaha mela­kukan koordinasi dengan ber­ba­gai pihak untuk memastikan TdS dapat terlaksana tahun 2015 ini.

“Memang saat ini terjadi ka­but, tapi kita berharap TdS ini bisa berjalan dengan lancar. Kita be­ru­saha dengan data ilmiah yang ada, dan tiap hari akan ikut memantau perkembangan kuali­tas udara dari BMKG,” tandasnya.

Presiden Belum Pasti Datang

Sementara itu, informasi ke­datangan orang nomor satu di Republik Indonesia (RI) pada acara menutupan TdS masih belum bisa dipastikan. Mengingat hingga saat ini belum ada info pastinya.

Kepala Biro Humas Set­da­prov Sumbar, Irwan melalui Kasubag Pemberitaan Biro Hu­mas Setdaprov Sumbar, Fadli Junaidi ditemui Haluan di ru­ang kerjanya Jumat (2/10) menga­takan, hingga saat ini belum ada informasi kedatangan Presiden Joko Widodo. Dikatakan Fadhli, kedatangan Jokowi diperkirakan pada penutupan TdS pada tanggal 11 Oktober mendatang.

Padang-Painan Ditutup

Untuk keamanan dan kenya­manan 250 peserta Tour de Sing­karak (TdS) 2015, Satpol PP siap membuat pagar betis untuk antisi­pasi sapi masuk ke lintasan. Sementara untuk pengamanan panggung utama grand opening dan grand start, panitia membuat pagar pembatas dari besi. Jalan Painan-Padang ditutup pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB.

Kasatpol PP Pessel Hasrial Amri Jumat (2/10) mengatakan, lintasan dalam Kota Painan yang dianggap rawan dimasuki sapi akan dijaga dengan pola pagar betis. Di lokasi grand start sudah aman, namun ditempat lain perlu dijaga.

“Sebelumnya memang ada imbauan agar ternak dilan­dang­kan, namun untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan me­mang perlu diawasi dititik -  titik yang dianggap rawan. Tujuannya untuk memberikan kenyamanan dan keamanan pebalap,” katanya.

Selanjutnya Kadis Pariwisata Olahraga dan Ekonomi Kreatif Pessel Gunawan menyebutkan, peserta terdiri dari 25 tim yang berasal dari 36 negara hari ini. Sabtu (3/10) dijadwalkan mela­kukan start stage 1 di areal parkir objek wisata Pantai Carocok Painan.  Start yang dilakukan pukul 11.00 WIB itu dilepas Menteri Pariwisata diwakili Sapta Nirwandar.

Gunawan menyebutkan, un­tuk rute TdS dalam Kota Painan setelah grand start di objek wisata Pantai Carocok sepanjang 8 kilo­meter. Mulai objek wisata Pantai Carocok-jalan pinggir Bukit Lang­kisau-Bundaran UHA, jalan Pah­lawan Rawang-jalan Hamka-ru­mah dinas bupati-jalan M.Hatta-Tugu Pincuran Boga-jalan Pantai Beton-Trikora-Pasar Painan-kan­tor bupati-Simpang UHA dan lanjut menuju Padang.

Sedangkan pada malam grand openning cermony dihibur oleh Band Wali. Band papan atas Indonesia itu sengaja didatangkan untuk memeriahkan serta meng­hibur pengunjung yang menyak­sikan grand start TdS. Kemudian, penutupan ruas jalan Painan-Padang dilakukan mulai pukul 9.00-12.00 WIB.

Sementara untuk penga­man­an dilakukan oleh anggota Ke­polisan (300), TNI (48), Satpol PP (25), Dinas Perhubungan (25) dan BPBD (10).

Pemetaan lokasi dan pe­nem­pa­tan personil pengamanan TdS disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Pada lokasi grand start dibentuk posko pengamanan terpadu.

Kemudian tenaga kesehatan dan Puskel juga dikerahkan untuk TdS. Itu terdiri dari, dokter (10), medis (100), tenaga non medis (10) dan mobil Puskel (6). Penempatan tenaga kesehat­an dilakukan ber­dasar­kan wilayah kerja serta men­ye­suaikan dengan kondisi di la­pang­an. RSUD men­ye­diakan ruang perawatan VIP beserta dokter ahli. Di lokasi start akan dibentuk pula Posko Kese­hatan. Di samping itu juga ada tenaga kesehatan yang bergerak dengan mobil ambulance mengi­kuti peserta TdS sampai ke batas Pessel-Padang.

Sementara itu, Wakil Wali­kota Padang Emzalmi dalam satu kesempatan kemarin (2/10) me­nga­takan, kabut asap tebal yang melanda Sumbar dan Kota Pa­dang pada khususnya tidak akan meng­ganggu iven TdS tersebut. Karena TdS iven internasional yang tidak mudah untuk dimaju atau mun­durkan. Namun, Kota Padang akan menyiapkan segala sesuatunya untuk mensukseskan TdS.

“Kita Kota Padang sudah siap menyambut TdS, walaupun ka­but asap  masih tebal,”ucap Emzalmi. Ia menambahkan, terkait dengan kesiapan personil di jalan seperti kepolisian, sarana jalan menurut Emzalmi semuanya sudah siap.  (h/mg-isr/har/ows)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 29 Oktober 2015 - 18:08:05 WIB

    PKS Peduli Bencana Kabut Asap

    LUNCURKAN #GENTAPKS

    PADANG, HALUAN — Bencana kabut asap yang melanda Sumbar, tak urung mengundang simpati dan kepedulian berbagai elemen masyarakat, termasuk partai politik. Sala.

  • Senin, 26 Oktober 2015 - 20:46:25 WIB

    Omset Turun Akibat Kabut Asap

    PEDAGANG MENGELUH

    PADANG, HALUAN — Akibat kabut asap yang semakin menyesakkan, beberapa pedagang di Pasar Raya mengeluhkan omsetnya turun karena daya beli lesu. Seperti yang disa.

  • Jumat, 23 Oktober 2015 - 19:17:21 WIB

    Warga Harap Listrik Tak Padam Selama Kabut Asap

    PADANG, HALUAN — Sejumlah warga Kota Padang meng­ha­rapkan agar PLN mengupayakan agar listrik di wilayah tersebut terus me­nyala dan tidak terjadi pemadaman bergilir selama keadaan berkabut asap.

    “Tidak habi.

  • Jumat, 23 Oktober 2015 - 19:15:46 WIB

    Kabut Asap Juga Pengaruhi Tingkat Hunian Hotel

    PADANG, HALUAN — Tingkat hunian kamar hotel di Kota Padang juga terpengaruh buruknya kondisi udara di kota ini akibat kabut asap. Sebagian pengelola hotel mengaku tingkat hunian kamar mereka turun, meski.

  • Ahad, 18 Oktober 2015 - 19:44:26 WIB

    Kabut Asap Tak Pengaruhi Ekspor Sumbar

    PADANG, HALUAN — Ka­but asap yang masih saja menyelimuti Provinsi Sum­bar semenjak dua bulan bela­kangan ternyata tidak berpengaruh kepada ekspor Sumbar. Hingga saat ini ke­giatan ekspor Sumbar ma­s.

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM