Paus Fransiskus: Jangan Memprovokasi Orang Lain


Jumat, 16 Januari 2015 - 20:28:53 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Menurut Alberto Gas­parri, yang mengatur perja­lanan kepausan Paus Fran­siskus menuju Sri Lanka dan Filipina, Paus Fran­sis­kus sempat mencontohkan bagaimana dampak buruk dari kebebasan berekspresi dan berpendapat yang tidak dipenuhi tanggung jawab.

Paus mengatakan bahwa dirinya tak segan-segan mela­yangkan pukulan ke seseo­rang yang menghina atau mengejek ibunya.

“Memang benar bahwa anda jangan bereaksi menggunakan kekerasan, tapi mesk­ipun kami berteman baik jika teman baik saya, Dr Gasparri mengeluarkan kata kutukan terhadap ibu saya, dia sama saja mengharapkan sebuah pukulan,” ujarnya seperti dikutip dari Daily­mail, Jumat (16/1).

Paus Francis, lanjut Gas­parri kemudian berpura-pura melemparkan pukulan ke arahnya sambil mengatakan, “Ini normal. Anda tidak dapat mem­provokasi. Anda tidak boleh menghina agama orang lain. Anda tidak boleh meng­olok-olok iman orang lain.”

Berbicara tentang se­rangan mematikan pekan lalu oleh dua orang bersenjata di Paris, Paus memberikan pembelaannya kepada kebe­basan berekspresi. Namun dia mengatakan kebebasan ters­ebut harus memiliki batasan.

Ia mengatakan jika hak untuk berbicara merupakan hak bagi setiap orang, maka manusia juga memiliki hak untuk tersinggung.

“Saya pikir kedua kebe­basan beragama dan kebe­basan berekspresi keduanya adalah hak asasi manusia. Setiap orang memiliki tidak hanya kebebasan juga hak tapi kewajiban untuk mengatakan apa yang dia pikir untuk kebaikan bersama. Kami memiliki hak untuk memiliki kebebasan ini secara terbuka tanpa menyinggung. Orang-orang ini memprovokasi dan kemudian (sesuatu bisa terjadi). Dalam kebebasan berekspresi ada batasnya,” katanya.

Mengacu pada perang agama di masa lalu, seperti Perang Salib yang disetujui oleh Gereja Katolik terhadap Islam, Paus mengatakan pembunuhan atas nama Allah merupajkan suatu hal yang salah.

Dia mengatakan: “Mari kita pertimbangkan sejarah kita sendiri. Berapa banyak perang agama harus kita miliki? Meskipun kita orang berdosa tetapi anda tidak bisa membunuh dalam nama Tu­han. Itu adalah penyim­pangan,” katanya. (h/trn)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM