Pencarian Fokus Badan Pesawat


Selasa, 13 Januari 2015 - 19:34:07 WIB

“Panglima tetap perintahkan untuk evakuasi main body dan semoga ketemu korbannya. Masih 48 yang ditemukan, sisa­nya banyak,” kata Widodo.

Ia menambahkan di lokasi ditemukannya Flight Data Re­cor­der (FDC) dan CVR tidak ada badan  pesawat yang dicari. Lem­pengan besi sepanjang 7 meter yang ada di titik tersebut ternyata bukan sayap.

“Ada lempengan panjangnya 7 meter tapi itu bukan sayap pesawat. Posisinya barang-barang ini tertutup lumpur dan pasir,” tandasnya.

Meski badan pesawat belum di­temukan, namun lokasi temuan black box akan diberi tanda warna putih  penanda jika ada tabur bunga dari keluarga korban.

Butuh 10 Bulan

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mem­butuh­kan waktu 10 bulan untuk merilis laporan final kecelakaan AirAsia QZ8501.

“Rata-rata 8-10 bulan (baru bisa dirilis). Kalau cuma 3-4 bulan, KNKT bisa ditertawakan dunia internasional, dikira nggak diperiksa. Hasil akan diumumkan, dan ada di website kita, detil,” jelas Ketua KNKT Tatang Kurniadi.

Hal itu dikatakan Ketua KNKT di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Selasa (13/1) dalam jumpa pers seturunnya dari helikopter Bell TNI AL dari KRI Banda Aceh. Tampak pula Panglima Komando RI Armada Wilayah Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda (Laksda) Widodo dan Pangkoops I AU Marsda TNI Agus Dwi Putranto.

Tatang sebelumnya merinci apa saja yang dilakukan KNKT terkait laporan AirAsia QZ8501 dan butuh waktu berapa lama. Pertama, noti­fikasi atau pemberitahuan kepada negara-negara terkait, seperti Pran­cis, negara pabrikan pesawat juga KNKT-Prancis, International Civil Aviation Organization (ICAO) alias badan penerbangan sipil dunia milik PBB. Notifikasi yang berupa pem­beritahuan terjadinya kecelakaan ini membutuhkan waktu maksimal 5 hari dari kecelakaan pesawat.

Kemudian, preliminary report alias laporan pendahuluan, dikeluar­kan 1 bulan sejak kecelakaan terjadi. Preliminary report ini berisi fakta kronologi kecelakaan hingga kotak hitam ditemukan.  “Hanya fakta, tak boleh ada analisa seperti jenazah meninggal karena apa,” jelas Tatang.

Selanjutnya, 9 bulan dari kecela­kaan, KNKT sudah mengeluarkan factual report. Bulan ke-10 sejak kecelakaan, KNKT akan membuat draft final report alias laporan final.

DPR Bentuk Pansus

Anggota Komisi V DPR RI Ade Rizki Pratama mengatakan, menjadi tanggung jawab pemerintah untuk memperbaiki sistem penerbangan di Indonesia. Untuk itu, sangat penting untuk melihat lebih dalam kasus yang menimpa pesawat AirAsia QZ 8501 melalui pembentukan pansus di DPR.

Hal itu dikatakan Ade Rizki Pratama saat rapat kerja komisi V DPR RI dengan jajaran Kemen­terian Perhubungan, BMKG, Direk­si Ang­kasa Pura I, Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) di Ge­dung DPR RI, Senayan, Selasa (13/1).

Ia mengusulkan agar DPR RI membentuk Panitia Khusus (Pan­sus) AirAsia QZ 8501,

Politisi asal Sumbar ini menye­butkan, pembentukan pansus Air Asia dilatarbelakangi banyak faktor kejanggalan yang terjadi. Seperti masalah regulator maupun masalah operator penerbangan.

Dia menambahkan,  dalam Pan­sus tersebut  DPR RI bisa menyelidiki apa saja yang terjadi, baik dari sisi regulator maupun operator, sehingga dapat dievaluasi oleh menteri perhubungan  untuk perbaikan. Pansus juga terkait dengan  pembekuan rute beberapa maskapai penerbangan.

“Menteri perhubungan dapat klarifikasi sebagai regulator terkait kejadian tersebut, maka jangan hanya memecat pejabat saja tanpa alasan,” tegas politisi Gerindra ini.

Pada saat rapat kerja dengan komisi V DPR RI tersebut, Menteri Perhubungan, Ignatius Jonan dan Kepala KNKT Tatang Kurniadi tidak hadir karena melakukan kunjungan kerja  ke Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Pesawat AirAsia itu jatuh di Selat Karimata Minggu (28/12/2014) pagi dalam penerbangan dari Surabaya ke Singapura.  Jumlah penumpang 162 orang terdiri 138 dewasa, 16 anak-anak  dan satu bayi. Baru 48 jenazah yang dite­mukan. (h/lex/dtc/met)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 04 Oktober 2015 - 19:42:30 WIB

    Pencarian Aviastar Libatkan 299 Personel

    JAKARTA, HALUAN— Pencarian pesawat  Aviastar yang hilang kontak tiga hari lalu, terus dilakukan. Pencarian pesawat rute Masamba-Makassar yang membawa 10 penumpang berikut krunya itu, difokuskandi pedala.

  • Jumat, 13 Februari 2015 - 19:51:12 WIB

    Pencarian AirAsia QZ8501 Ditunda 6 Hari

    AKIBAT CUACA BURUK

    JAKARTA, HALUAN — Ke­pala Badan Search and Rescue Na­sional (Basarnas) Mar­sekal Madya F Henry Bam­bang Soel­istyo mengatakan operasi pen­carian korban p.

  • Ahad, 04 Januari 2015 - 19:41:05 WIB

    Hari Ini, Pencarian Fokus Badan Pesawat dan Kotak Hitam

    BARU 34 JENAZAH KORBAN AIRASIA DITEMUKAN

    JAKARTA,  HALUAN — Jum­lah jena.

  • Kamis, 01 Januari 2015 - 21:17:57 WIB

    Cuaca Buruk Sulitkan Pencarian Korban AirAsia

    JAKARTA, HALUAN — Upa­ya pencarian dan evakuasi korban pesawat AirAsia QZ8501 terus dilakukan pi­hak Basarnas. Sudah sem­bilan jenazah hingga Kamis (1/1), ditemukan tim pencari yang berasal dari berba.


KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]