FDR Kotak Hitam Ditemukan


Senin, 12 Januari 2015 - 19:55:39 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Saat itu, diduga black box yang seharusnya ada di ekor pesawat sudah keluar dan ter­seret arus. Sebagian tim penye­lam yang ada di KRI Banda Aceh pun langsung dikerahkan ke KN Jadayat untuk fokus mencari dan mengangkat black box tersebut, sementara tim sisanya yang berada di KRI Banda Aceh fokus untuk mengangkat ekor pesawat.

Penyelam baru bisa turun secara penuh pada Minggu (11/1), setelah ekor pesawat berha­sil diangkat sehari sebe­lum­nya. Setelah diangkat, di ekor pesawat itu memang tidak ditemukan adanya black box sehingga dugaan black box terseret arus semakin menguat.

Turun dengan kekuatan penuh, pada hari Minggu itu penyelam sudah mulai terda­pat titik terang. Serpihan-serpihan pesawat berhasil dite­mukan.

Ketika serpihan sayap pesawat didekati dengan pinger detector, sinyal pun semakin menguat. Na­mun, arus bawah air pada hari itu sudah membesar sebelum tim penye­lam belum sempat melakukan pencarian.

Tim gabungan Komando Pasu­kan Katak, Marinir dan Dinas Selam Bawah Air ini hanya sempat mema­sang tali dan balon penanda. Pada Senin pagi, tim penyelam turun kembali dan langsung melakukan pencarian di lokasi dan menemukan FDR itu.

Petang kemarin, FDR tersebut telah tiba di Kantor Komite Nasio­nal Keselamatan Transportasi (KNKT) Jakarta. Setelah itu, FDR akan langsung diproses untuk dibaca.

“Mudah-mudahan cepat, kalau normal setelah kering semua, 3 jam download selesai. Untuk menge­tahuinya, tergantung apa isinya. Masalahnya kompleks di sana,” terang Masruri di Kantor KNKT di Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Senin (12/1).

Masruri mengatakan, selama ini KNKT paling cepat melaporkan hasil kecelakaan pesawat memakan waktu 7 bulan.

“Laporan KNKT tercepat sela­ma 7 bulan investigasi sampai final report itu terhadap Sukhoi. Kami ingin yang realistis saja,” terangnya.

Masruri mengatakan, untuk me­la­kukan investigasi, KNKT mela­kukannya sendiri. Namun, Pe­me­rintah Rusia akan memberikan bantuan bila diminta.

“Rusia support untuk frame, apabila kita butuh data wajib, mere­ka berikan,” tutup Masruri.

Berkat CCTV

Jenazah korban AirAsia QZ8510, Elizabeth Youvita (20) tiba di rumah duka Adi Jasa pukul 17.00 WIB, Senin (12/1). Identifikasi jenazah Elizabeth Youvita terbantu berkat kamera CCTV Bandara Juanda Surabaya.

Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga dan kerabat korban yang telah menunggu di persemayaman Adi Jasa.

“Dia itu pinter, ramah, rajin dan orangnya juga selalu ceria. Pokoknya semua pekerjaan kalau ditanganin sama dia beres,” kata Apfia, salah satu mahasiswa Teknik Industri Petra yang juga teman dekat korban Senin (12/1).

Korban dikenal sangat aktif di kegiatan mahasiswa. Hal ini ditun­jukkan dengan Elizabeth Youvita yang menjadi ketua UKM Univer­sitas Kristen Petra periode 2013-2014.

Selain itu, Eli (sapaan akrab korban) sempat menjabat sebagai ketua Industrial Competition yang digelar 29 Oktober hingga 31 Okto­ber 2014 lalu, yang diikuti oleh anak-anak SMA se-Surabaya.

“Kepergian Eli benar-benar tidak diduga. Dia benar-benar pergi setelah menyelesaikan laporan per­tang­g­ung jawaban kerjanya selama menjabat jadi ketua UKM di kam­pus,” tambah Apfi.

Kepergian Elizabeth Youvita juga membuat akun facebook milik­nya ramai ucapan belasungkawa dari seluruh teman-teman korban.

Ditemukan di Semarang

Dari laporan pencarian terbaru, ada 3 serpihan dari pesawat AirAsia  ditemukan hingga ke Perairan Se­ma­rang, Jawa Tengah.

“Saya baru dengar laporan KRI Ahmad Yani menemukan puing serpihan jendela di Perairan Tanjung Mas Semarang, ada 3 temuan,” ujar Direktur Operasional Basarnas Marsma SB Supriyadi di posko gabungan di Lanud Iskandar, Pang­kalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalteng, Senin (12/1).

Ada 3 serpihan yang berhasil ditemukan hingga Perairan Tanjung Mas Semarang. Yaitu kaca dan plastik cover pelapis dalam bagian pesawat.

Operasi pencarian puing dan jenazah korban pesawat rute Sura­baya-Singapura pun masih akan dilanjutkan hari ini. Ada 81 penye­lam yang dibagi di 5 kapal yang melakukan operasi pencarian.

Perwira Tinggi Bintang 1 ini pun menyatakan untuk saat ini belum ada penemuan tambahan jenazah korban. Namun kegiatan pencarian masih tetap dilakukan, dibantu dengan armada dan personel dari negara-negara sahabat. (h/met/kcm/dtc)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM