Anas Beberkan Strategi Kalahkan SBY


Senin, 12 Januari 2015 - 19:46:48 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Dia mengaku, diberikan saran dan masu­kan oleh Anas untuk mengalahkan Susilo Bambang Yudoyono (SBY), yang dipastikan juga akan maju dalam kongres Partai Demo­krat kali ini. “Ya namanya strategi kan enggak boleh dibuka, tetapi kami punya hitung-hitungan begini. Kalau, pertandingannya itu dibuka seperti kongres pertama atau kongres kedua,” paparnya.

Pria kelahiran Singaraja ini optimis maju menjadi calon ketua umum setelah men­dapatkan masukan dari Anas di Rutan KPK. “Maka kami mesti ada optimisme untuk kompetisi. Artinya kompetisi itu harus,” tegasnya.

Jangan Setengah Hati

Gede Pasek Suardika harus percaya diri untuk bersaing dengan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam memperebutkan kursi ketua umum di Kongres Partai Demokrat 2015.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro berpesan kepada Pasek untuk tidak setengah hati berkompetisi dalam kongres tersebut.

“Saran saya jangan setengah-setengah kalau mau maju, harus mantap dan meya­kinkan pendukungnya bahwa dia kader muda di Partai Demokrat yang mumpuni untuk jadi seorang ketua umum,” jelas wanita yang kerap disapa Wiwik ini kepada Okezone, di MNC Tower, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Dia meminta seluruh kader Partai De­mokrat bisa menelaah dan kritis terhadap berbagai kebijakan yang akan dijabarkan masing-masing calon ketua umum saat proses pemilihan berlangsung.

Lebih baik lagi, jika Partai Demokrat, tidak mengikuti jejak partai lainnya yang pecah akibat adanya persaingan mem­perebutkan kursi ketua umum.

“Jangan sampai kayak yang lain. Kontesasi Partai Demokrat harus demokratis, siapapun boleh jadi ketua,” tuturnya.

Masih Dibutuhkan

Terpisah, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua membantah bila­mana partainya tidak melakukan regenerasi dan kaderisasi di internal. Terlebih jelang kongres, nama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disebut-sebut akan kembali didaulat sebagai ketua umum Partai Demokrat untuk periode selanjutnya.

Menurut Max, SBY masih dibutuhkan untuk menjadi ketua umum Partai Demokrat dalam menghadapi Pemilu 2019. SBY dianggap dapat mempersatukan kader-kader Partai Demokrat bila dibandingkan oleh figur lainnya.

“Masalah Partai Demokrat dan aklamasi, jadi acuan dasar kita adalah mencari tokoh pemersatu,” kata Max dalam diskusi di Gedung DPR, Jakarta, Senin (12/1).

Lebih lanjut, Max menambahkan, ke­tokohan atau figur dalam sebuah partai politik dewasa ini masih tetap dibutuhkan. Figur SBY, kata dia, masih diperlukan bagi Partai Demokrat untuk Pemilu 2019. (*/net)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM