Kotak Hitam Terhimpit Serpihan Pesawat


Ahad, 11 Januari 2015 - 19:32:19 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Tonny menjelaskan, tim penye­lam TNI AL yang berada di KN Jadayat milik Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub, berhasil mene­mukan kotak hitam Air Asia QZ 8501 itu pada koordinat 03.37.21 S atau 109.42.42 E dengan kedalaman sekitar 30-32 meter. Namun belum berhasil mengangkat kotak hitam berisi reka­man peristiwa sebelum pesawat tujuan Surabaya-Singapura itu jatuh.

Dikarenakan keterbatasan wak­tu, maka diputuskan bahwa proses pengambilan black box akan dilak­sanakan pagi ini dengan mengeser berlahan-lahan serpihan badan pesawat tersebut.

Namun apabila rencana penge­seran ini mengalami kega­galan, maka tim akan melaksanakan de­ngan cara mengangkat serpihan badan pesawat tersebut dengan menggunakan teknik balon seperti yang dilakukan pada ekor pesawat.

“Untuk memudahkan pekerjaan, maka tim penyelam TNI AL telah memasang marker buoy (pelampung penanda) kecil yang sebelumnya telah disiapkan di KN. Jadayat,” imbuh Tonny.

Sebelumnya, sinyal ping yang diduga kuat dari black box itu juga diterima kapal Baruna Jaya di koordinat ý3 derajat 37 menit 20,7 detik LS dan 109 derajat 42 menit 43 detik Bujur Timur., dan KM Java Imperia di koordinat 3 derajat 37 menit 21,13 detik Lintang Selatan, 109 derajar 42 menit 42, 45 detik Bujur Timur.

Walau sejumlah kemajuan ter­kait SAR Pesawat AirAsia QZ850 sudah didapat, bantuan dari negara tetangga tetap berdatangan. Kapal milik Tiongkok pun baru saja tiba di area penemuan pesawat dan mengklaim mampu melakukan evakuasi terhadap black box.

“Kapal dari China datang, mere­ka yang menawarkan. Kapal Han­jian, mereka bantu cari kotak hitam dan pesawat,” ujar Direktur Ope­rasional Basarnas Marsma SB Supri­yadi di Posko Gabungan di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kota­waringin Barat, Kalteng, Ming­gu (11/1).

“Mereka mengklaim bisa me­ngang­kat kota hitam,” sambungnya.

Para penyelam Basarnas kemarin sudah melakukan penyelaman untuk mencari lokasi sinyal ping yang letak­nya tidak jauh dari penemuan ekor pesawat. Namun akibat cuaca yang masih kurang baik, hasilnya pun nihil.

“Pakai patroli maritim. Kalau tim yang pakai side scan sudah ketemu tapi setelah diselami nggak ada. Jarak pandang satu meter. Meraba raba nda ketemu, yang selama ini kita pikir ping jarak satu kilo,” kata Supriyadi.

Tim SAR bantuan dari negara asing kemarin juga melakukan penca­rian. Pesawat jet Amfibi milik Rusia disebutnya berusaha mela­kukan pendaratan di laut namun gagal.

“Yang laporan baru Rusia. Ada rombongan mereka belum bisa bergabung karena awak pesawat Beriev 200 kesulitan saat mendarat karena gelombang tinggi jadi mere­ka memutuskan kembali,” Supri­yadi menuturkan.

Supriyadi mengatakan, hari ini penyelaman masih di lokasi yang sama. Kapal Baruna Jaya, Java Enterprise, Geosurvey, KN Pacitan dari basarnas merapat ke sana.

Sementara itu, ekor pesawat Air Asia yang dibawa kapal Crest Onyx telah merapat ke dermaga Pelabuhan Kumai, Kalimantan Tengah. Ekor pesawat itu meman­cing warga yang ingin tahu penam­pakannya.

Berdasarkan pantauan di Pela­buhan Kumai, Minggu (11/1/2014), sekitar pukul 17.00 WIB, warga yang berjumlah ratusan tersebut tak segan merangsek hingga dekat sekali dengan geladak kapal Crest Onyx. Padahal hal tersebut cukup berba­haya karena petugas sedang mela­kukan pemindahan puing-puing dari atas geladak ke mobil truk yang telah disediakan.  (h/met/dtc)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM