TNI Temukan Serpihan Mesin, Diduga AirAsia


Jumat, 09 Januari 2015 - 20:22:03 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Serpihan itu ditemukan di koordinat 03.37.21 Lintang Selatan dan 109.42.42 Bujur Timur. Lokasi itu hanya berjarak 1,7 mil laut dari bagian ekor pesawat yang sudah ditemukan sebelumnya di koordinat 03.36.31 LS dan 109.41.66 BT.

“Di sana banyak mesin yang berserakan,” kata Panglima TNI Jenderal Moeldoko di KRI Banda Aceh, Jumat siang kemarin.

Namun, tim penyelam belum mengangkat serpihan mesin yang terdampar di dasar laut tersebut ke permukaan. Saat ini, tim penyelam fokus mencari black box yang sudah terdeteksi oleh sonar KN Jadayat.

Dugaan sementara, black box itu seharusnya berada di bagian ekor pesawat yang ditemukan, tetapi terpisah dan terbawa arus. Black box belum ditemukan, arus sudah mem­besar dan penyelaman harus dihen­tikan sementara. “Di lokasi dite­mukannya mesin itu sudah kita tancap tanda kuning sehingga mudah mencarinya nanti,” ujar Moeldoko.

Yakin Terangkat

Sementara itu, Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya FH Bambang Soelistyo mengatakan, pihaknya belum men­da­patkan laporan mengenai dite­mukannya serpihan mesin oleh tim dari TNI AL, yang diduga milik pesawat AirAsia QZ8501.

“Saya belum dilaporkan. Saya hanya akan melaporkan dari struktur yang ada,” ujar Soelistyo.

Soelistyo melanjutkan, komando kendali satu-satunya masih berada di bawah Basarnas. Selama dia belum mendapat laporan, dia tidak akan mengkonfirmasi laporan tersebut.

Terkait proses pengangkatan ekor pesawat AirAsia, Soelistyo optimis ekor pesawat dapat segera terangkat. “Di sana ada jendral, jadi saya sudah tidak khawatir lagi, pasti ekor itu akan terangkat,” tambahnya.

Lanjutnya, Soelistyo menegaskan undang-undang telah mengatur bahwa dalam operasi pencarian dan pertolongan leading sektornya Ba­sar­nas. Kehadiran Panglima TNI di KRI Banda Aceh hanya mem­beri­kan semangat terhadap pasukan.

“Semua sudah paham itu, keha­diran beliau di sana sebenarnya memberikan semangat, tidak ada kaitannya dengan komando kendali. Panglima TNI hadir di sana ka­pasitas sebagai bapaknya anak-anak yang di BKO-kan kepada Basarnas,” ujar Soelistyo. (hr/dtc)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 14 Desember 2016 - 00:59:07 WIB

    Panglima Akan Evaluasi Hak Politik TNI

    JAKARTA, HALUAN—Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, memenuhi undangan Panitia Khu­sus (Pansus) RUU Pemilu di Ge­dung DPR RI. Awalnya, kehadiran Pang­lima TNI guna membahas penga­manan dan penegakan hukum dalam Pemil.
  • Senin, 26 Oktober 2015 - 20:52:09 WIB

    Anggota DPR dan Perwira TNI Digerebek

    MKD TUNGGU HASIL PEMERIKSAAN DENPOM

    JAKARTA, HALUAN — TNI AD merilis informasi anggota DPR Arzetti Bilbina digerebek saat berduaan di hotel dengan Dandim Sidoarjo, Letkol Kav Rizeki Indrawijaya. .

  • Senin, 05 Oktober 2015 - 19:25:41 WIB

    TNI Harus Jadi Perekat Kemajemukan

    JAKARTA,  HALUAN — Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidatonya pada HUT TNI ke-70 di Cilegon, Bant.

  • Senin, 27 Juli 2015 - 20:17:04 WIB

    Panglima TNI Mutasi 84 Perwira Tinggi

    PANGDAM DAN DANJEN KOPASSUS DIGANTI

    JAKARTA, HALUAN — Pang­lima TNI Jenderal Ga­tot Nurmantyo memutasi sejumlah jabatan di tubuh TNI. Beberapa jabatan yang kerap menjadi sorot.

  • Jumat, 24 Juli 2015 - 19:33:31 WIB

    Presiden Panggil Panglima TNI Terkait Kasus Tolikara

    JAKARTA, HALUAN — Presiden Joko Widodo memanggil Panglima TNI Gatot Nurmantyo terkait kepastian pembangunan kios korban kerusuhan di Karubaga, Kabupaten Tolikara pada Jumat (17/7).

    “Tadi Salat Jumat sama Presid.

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]m
APP HARIANHALUAN.COM