Gandum Alahan Panjang Setara dengan Australia


Jumat, 09 Januari 2015 - 20:03:29 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Salah satu komoditi yang tengah dikembangkandi kawa­san penelitian dan pengem­bangan alih tekologi pertanian yang merupakan bentuk kerja­sama Universitas Andalas dengan UNESCO adalah gan­dum. Bahkan kwalitas gan­dum yang dihasilkan di Ala­han Panjang dipercaya bakal mampu menyaingi gandum yang berasal dari Australia.

“Kalau melihat hasilnya, kwalitas gandum disini tak kalah dengan gandum Aus­tralia,” kata Wakil Gubernur Sumbar, Muslim Kasim, ke­tika mengunjungi pusat pe­ngem­bangan dan alih tekno­logi pertanian di kawasan pondok pesantren Muham­mad Nat­sir di Jorong Ga­lagah, Alahan Panjang, Kec. Lembah Gu­manti, Selasa (6/1) kemaren.

Dalam pandangannya, po­tensi gandum di daerah itu diharapkan mampu mengatasi kerawanan pangan, karena gandum dapat menjadi peng­ganti beras yang diterima de­ngan sangat baik oleh masya­rakat Indonesia hingga menjadi makanan pokok yang populer kedua setelah nasi. Saat ini menurutnya kebijakan diversifikasi pangan gandum sebagai bahan pangan alternatif, membuat indonesia mengalami ketergantungan yang kronis terhadap gandum telah menguras devisa negara setiap tahunnya karena terus mengimport dari luar negeri, padahal gandum sampai saat ini belum dapat dibudi­daya­kan secara komersial di Indonesia.

Lantaran itu pihaknya akan terus mendorong pengem­bangan gandum di daerah ini, karena alahan panjang satu-satunya daerah yang cocok untuk pengembangan gandum di Sumbar. Bahkan produksi gandum di daerah itu diharap­kan mampu mengisi kebutu­han gandum di Indonesia.

Sementara itu menanggapi permintaan petani yang meng­harapkan bantuan tambahan ternak sapi bagi kelompok tani di daerah itu, MK berharap agar masyarakat tak hanya berharap bantuan semata, na­mun para petani diharapkan militan dalam pengelolaannya agar berkembang dengan baik de­ngan menggulirkan kepada yang lain. “Kalau peternakan di sini berkembang dengan baik, nanti akan kita tambah melalui ban­tuan, jangankan 20 ekor 40 akan kita kasih, kalau pengelo­laannya benar,” katanya.

Kecuali potensi gandum, Bupati Solok Syamsu Rahim menyebutkan daerah Alahan Panjang juga merupakan dae­rah yang cocok untuk pengem­bangan tanaman kentang kua­litas super. Dari 20 Varietas kentang yang diuji coba, ada 5 varietas paling yang cocok untuk dikembangkan di Kabu­paten Solok khusunya nagari Alahan panjang atau daerah Agroklimat yang sama. Ada­pun 5 varietas itu adalah Gra­nola Kembang, Blis, Medians, Maglia dan Segunung. “Kabu­paten Solok sendiri memiliki potensi lahan yang cukup luas untuk pengembangan komodi hortikultura. Dan kentang merupakan salah satu komo­diti unggulannya,” beber Syamsu Rahim. (h/ndi)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM