Koppas Talawi Bukukan SHU Rp200,17 Juta


Kamis, 08 Januari 2015 - 19:20:21 WIB
Reporter : Tim Redaksi

“Alhamdulillah, setiap tahun terjadi peningkatan sisa hasil usaha. Tentu saja, hal ini sangat tergantung dengan dukungan seluruh anggota,” ujar Ketua Koppas Talawi Sawahlunto, Andri Azwar kepada Haluan, di sela-sela Rapat Anggota Tahunan, Kamis (8/1).

Andri mengungkapkan, bersama seluruh anggota, koperasi terus berupaya mengepakan sayap, dengan mengandalkan modal sendiri. Koperasi yang terbilang mandiri itu, menggaet modal dengan program Simpanan Pemantapan Modal Usaha (SPMU).

Seluruh anggota dimotivasi menanamkan uang yang mereka miliki, dengan imbal jasa simpanan sebesar 9 persen setahun. Dengan dukungan program SPMU tersebut, Koppas Talawi mampu terus meningkatkan SHU di setiap tahunnya.

SHU di tahun buku 2011 hanya berada pada kisaran Rp85 juta. Sedangkan di tahun buku 2010, koperasi yang berada di kawasan Pasar Talawi ‘Kota Arang’ itu, hanya mampu mencatatkan SHU sebesar Rp35 juta.

Ayah dua anak tersebut mengungkapkan, pertum­bu­han SHU juga diimbangi dengan pertambahan jumlah anggota. Hingga tahun 2010 lalu, jumlah anggota Koppas Talawi hanya 170 orang. Saat ini, meningkat mencapai 308 anggota.

Koppas Talawi memang lebih mengandalkan modal dari kantong-kantong anggota. Melalui program SPMU, Kop­pas menambah permodalan mereka dengan memanfaatkan dana anggota.

Menurut pria kelahiran 14 Mei 1968 itu, program SPMU membuka peluang anggota koperasi untuk menanamkan modal mereka. Hal ini lebih menguntungkan anggota, di­ban­­dingkan dengan meman­faatkan modal dari pihak ketiga.

Hal itu, terang Andri, sa­ngat sesuai dengan tujuan berdirinya koperasi, yang men­cita-cita penciptaan kesejah­teraan di setiap keluarga anggotanya. Makanya, Koppas Talawi lebih mendahulukan modal yang ditanamkan para anggota.

Hingga tahun 2014, SPMU Koppas Talawi telah mencapai angka Rp665 juta, yang berasal dari 18 peserta. Sedangkan untuk program simpanan baja­puik, dengan memberdayakan 5 posko, mampu menghimpun dana sebesar Rp1,3 miliar.

“Bentuk simpanan baja­puik ini, merupakan modal luar koperasi, yang tercatat sebagai utang koperasi. Karena sewaktu-waktu dapat diambil oleh anggota. Saat ini, jumlah anggota simpanan bajapuik ini mencapai 4.443 orang,” ujar Andri.

Wakil Walikota Sawah­lunto, Ismed yang hadir dalam RAT tersebut mengharapkan, selain menggunakan kompu­terisasi, dalam admisnitrasi koperasi juga seharusnya menggunakan teknologi informasi (IT).

Selain itu, Ismed juga mengharapkan, Koppas Talawi terus merangkul masyarakat untuk masuk menjadi anggota koperasi. Sehingga, seluruh masyarakat menjadi anggota koperasi.

“Koperasi merupakan so­ko­guru perekonomian In­donesia, yang mampu bertahan dalam segala krisis yang terjadi selama ini. Apalagi, koperasi juga mengedepankan tujuan untuk mensejahterakan anggotanya,” tambah Ism­ed.(h/dil)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM