Cabul, Oknum Polisi Tersangka


Selasa, 06 Januari 2015 - 18:47:21 WIB
Reporter : Tim Redaksi

“SR sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Penetapan tersangka ini dalam kasus pencabulan terhadap pelajar,” ujar AKBP Tri Wahyudi Ka­pol­res Limapuluh Kota serta Kasat Reskrim AKP Amral, Selasa (6/1) kemarin.

Dari keterangan sejumlah saksi dan korban pencabulan tersebut, menguatkan dugaan keterlibatan SR dalam asusila terhadap anak bawah umur, berinisial L (15) yang meru­pakan saksi kunci dalam kasus tersebut. L masih duduk di kelas IX di salah satu SMP di Kabupaten Limapuluh Kota.

“Setelah L berhasil kita jemput paksa, dari sanalah keterlibatan SR terungkap. L mengakui, pernah berhu­bu­ngan badan dengan SR. Begitu juga keterangan dari saksi lainnya, sehingga me­nguat­kan dugaan kerterli­batan SR,”ujar AKBP Tri Wahyudi.

Keterangan L kepada pe­nyi­dik, setiap berhubungan badan, dirinya diberi uang oleh SR dengan jumlah bervariasi. Mulai dari Rp500 ribu hingga Rp600 ribu. “Meski suka sama suka, tetapi SR telah melang­gar undang-undang per­lin­dungan anak. L  disetubuhi seba­nyak 2 kali oleh SR,” katanya lagi.

Mengapungnya  kasus pen­­ca­bulan tersebut, berawal dari amukan warga di Nagari Mang­gilang hingga membakar rumah salah seorang pe­ngu­saha gam­bir di Kecamatan Pangkalan. Amukan warga tersebut dipicu tak kunjung adanya  proses hukum terhadap pelaku pencabulan yang menimpa seorang gadis berinisial S (15) oleh petugas kepolisian. Gerah  melihat pelaku berinisial R (45) yang berkeliran bebas, akhirnya warga membakar rumah pelaku tersebut.

Dengan adanya aksi massa dari warga serta desakan dari kelurga korban pencabulan, akhirnya ke­poli­sian Polres Limapuluh Kota mulai bergerak untuk menangani kasus tersebut. R sempat kabur dari panggilan polisi. Beberapa hari jadi target operasi, akhirnya R berhasil ditangkap.

Pengakuan dari R, dirinya me­nge­nal S dari L yang tak lain adalah teman S sendiri. L pun tak luput dari pemanggilan polisi, L yang meru­pakan saksi kunci dalam kasus ter­sebut sempat kabur hingga akhir­nya  berhasil ditangkap di wilayah hukum Polres Dhamasraya. Dari keterangan L, dirinya malah sempat dicabuli oknum polisi SR. Beranjak dari sana, SR langsung ditetapkan tersangka.

“Dalam kasus pencabulan terha­dap pelajar  ini, 2 tersangka sudah kita tetapkan. R seorang pengusaha dan SR anggota kepolisian. Kasus ini terus kita dalami,”kata AKP Amral.

Tak sampai di sana, dari penga­kuan korban S dan L, SR juga pernah menyodorkan narkoba jenis sabu kepada mereka. “Untuk kasus nar­ko­ba, kita belum cukup bukti. Karena barang bukti tidak kita temukan. Tetapi dari hasil urine, SR positif pengguna narkoba,”katanya.

Sebelum ditetapkan tersangka, SR juga telah menjalani sidang disiplin di Mapolres Limapuluh Kota. “Dalam kasus ini, kita tidak tebang pilih demi menegakkan hukum. Siapapun dia, hukum tetap berlaku  walaupun dia anggota dari Polri sendiri,”tegas Tri Wahyudi.

“SR melanggar undang-undang perlindungan anak nomor 23 tahun 2002. SR terancam hukuman 13 tahun penjara dan terancam dipecat dari kesatuan Polri,” katanya.

R serta SR sudah mendekam di sel Mapolres Limapuluh Kota untuk penyidikan lebih lanjut. Sementara, pihak keluarga korban dari S turut senang atas ditangkapnya oknum polisi SR. (h/ddg)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM