Korban AirAsia Tetap Dapat Asuransi


Selasa, 06 Januari 2015 - 18:42:47 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Saat ini, lanjut Firdaus, perusahaan asuransi tengah sibuk mencari dan mengidentifikasi keluarga korban.

“Dari sekarang (perusahaan asuran­si) sudah bekerja, kita asumsikan tidak ada yang selamat. Jadi ketika eva­kuasinya sudah selesai, tidak lama untuk membayar (klaim),” jelasnya.

Jika ada pembayaran salah alamat, tambah Firdaus, maka harus dikem­balikan kepada yang berhak. Agar situasi seperti itu tidak terjadi, harus meli­batkan banyak pihak.

“Kalau pembayaran salah alamat, harus dikembalikan dong. Makanya kita libatkan pemda, notaris, jadi harus clean and clear,” tutur Firdaus.

OJK memastikan pihak asuransi akan membayar klaim kecelakaan AirAsia QZ8501 seusai aturan. Kompensasi akan diberikan melalui mekanisme asuransi, mulai dari pesawat sampai penumpang yang meninggal.

“Meliputi kerugian badan dan mesin pesawat, rangka pesawat, penumpang, dan pihak ketiga, jiwa maupun barang,” ujar Firdaus.

Berdasarkan catatan OJK, pesa­wat AirAsia tersebut mendapat asuransi dari PT Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo), yang mela­kukan co-asu­ransi dengan PT Asu­ransi Sinar Mas, dengan PT Dayin Mitra untuk pelin­dungan perjalanan penumpang.

“Kalau yang dibeli dari Jasindo, itu merupakan asuransi yang dibeli AirAsia untuk melindungi pesa­watnya melalui Jasindo dan Sinar Mas. Kalau pakai Dayin itu pilihan asuransi,” ungkap Firdaus.

OJK bersama para perusahaan asuransi yang menanggung klaim kecelakaan pesawat itu, saat ini masih menunggu hasil penyelidikan pemerintah. Namun, OJK memas­tikan penumpang yang jadi korban pasti akan dapat kompensasi.

“OJK berpendapat, bahwa terha­dap AirAsia ini adalah klaim label, artinya klaim dapat dibayar oleh asuransi. Jadi penumpang berhak dapat asuransi sesuai ketentuan berlaku,” katanya.

Firdaus Djaelani menyebutkan, khusus 7 kru asuransinya di luar negeri, biasanya nilai pertang­gu­ngan­nya lebih besar.

OJK sudah meminta para asu­ran­si di dalam negeri ini mem­bayarkan klaim para korban pesawat nahas tersebut. Pasalnya, pesawat tersebut berada dalam rute inter­nasional yang tidak ditanggung PT Jasa Raharja.

“Terkait santunan wajib sesuai peraturan Menkeu (Menteri Keua­ngan), santunan diberikan kepada penumpang perjalanan dalam negeri yang terjadwal. Pesawat AirAsia Surabaya-Singapura tidak dalam penerbangan dalam negeri jadi tidak ditanggung oleh PT Jasa Raharja,” ucapnya.

“Jadi kami mengimbau Jasindo, Sinar Mas, Dayin dan lainnya yang meng-cover asuransi AirAsia bisa segera membayar asuransi,” jelasnya.

Auransi Tambahan

Sebanyak 25 penumpang yang jadi korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 akan mendapat tambahan santunan sebesar Rp 315-750 juta. Para penumpang ini mem­beli asuransi tambahan selain yang diwajibkan pemerintah saat mem­beli tiket.

“Dari 155 penumpang, yang beli asuransi tambahan, asuransi Dayin Mitra ada 25. Sepuluh one way (satu kali berangkat), 15 beli asuransi return (pulang-pergi),” ujar Firdaus Djaelani.

Asuransi tambahan itu mem­berikan tambahan kompensasi Rp 750 juta untuk pembelian sekali jalan dan Rp 315 juta untuk pem­belian pulang-pergi.

Sesuai Peraturan Menteri Hu­bungan No. 77 Tahun 2011, tertulis jelas setiap maskapai wajib mem­berikan santunan minimal Rp 1,25 miliar untuk penumpang yang me­ning­gal akibat kecelakaan pesawat.

Dengan demikian ada keluarga korban yang bisa menerima kom­pensasi dengan nilai total hingga Rp 2 miliar atas kecelakaan pesawat yang terjadi Minggu 28 Desember 2014 lalu.

One way itu nilai pertang­gu­ngannya Rp 750 juta per orang, yang return Rp 315 juta per orang, me­mang mereka beli beberapa kelom­pok tapi dapatnya tetap indivi­dual,” ujarnya.

Sementara itu, pencarian korban AirAsia pada hari kesepuluh masih terkendala cuaca. Sejauh ini, ada 37 jenazah yang dievakuasi dan 13 di antaranya sudah teridentifikasi. Fokus utama tim pencari selain mencari korban sekarang adalah menemukan kotak hitam.

Kemarin, Kapal Malaysia KD Kasturi menemukan tiga jenazah. Ketiganya masih terikat di kursi pesawat saat terombang ambing di lautan. Satu jenazah wanita, dua lainnya laki-laki. Kini, mereka sedang diidentifikasi. Dengan de­mikian total jenazah ada 37 yang berhasil diangkat dari lautan.

Dari jumlah tersebut, baru 13 yang bisa diidentifikasi. (met/dtc)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 26 November 2016 - 01:17:51 WIB
    PREDIKSI LHB PERS

    Korban UU ITE Meningkat Saat Masa Pilkada

    JAKARTA, HALUAN — Kasus pelaporan dugaan pencemaran nama baik atau hasutan bersifat suku, aga­ma, ras, dan antargolongan (SARA) lewat media sosial dinilai semakin marak. Bia­sanya, seseorang yang di­lapor­kan atas kasus.
  • Selasa, 24 November 2015 - 19:24:06 WIB

    Ganti Rugi Korban Salah Tangkap Rp600 Juta

    PERUBAHAN PP 27/1983

    JAKARTA, HALUAN — Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H. Laoly mengatakan pihak­nya bersama Mahkamah Agung, Kejaksaan Agung.

  • Ahad, 15 November 2015 - 19:32:51 WIB

    Menlu: Tidak Ada Korban WNI

    PEMERINTAH KUTUK AKSI TEROR DI PARIS

    JAKARTA, HALUAN — Pemerintah Indonesia mengutuk aksi teror yang terjadi di Paris, Prancis yang telah menewaskan ratusan orang itu. Wakil Presiden RI, Ju­su.

  • Kamis, 29 Oktober 2015 - 18:15:22 WIB

    Jokowi Bagikan Santunan Korban Asap

    KORBAN MENINGGAL TERIMA RP15 JUTA

    PALEMBANG, HALUAN — Presiden Joko Widodo me­ngu­n­jungi dan berdialog dengan masyarakat selama kun­jungan­nya di kabupaten Ogan Ko­mering.

  • Jumat, 23 Oktober 2015 - 19:20:16 WIB

    Korban Kabut Asap Akan Dievakuasi

    2 KRI DIBERANGKATKAN KE KALIMATAN-SUMATERA

    JAKARTA, HALUAN — Pemerintah berencana mengevakuasi warga korban kabut asap. TNI AL pun sudah menyiapkan kapal perang sesuai .

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM