Diduga Rugikan Keuangan Daerah


Senin, 05 Januari 2015 - 18:19:44 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Biaya pembangunan jem­batan tersebut yang tercantum di papan plank proyek diawal pekerjaan tercantum dananya, seluruhnya sampai rampung direncanakan sebesar Rp6,1 miliar. DPRD Limapuluh Ko­ta, priode lalu belum menye­tujui anggaran tambahan un­tuk kelanjutan pembangunan jem­batan hingga selesai. DPRD ketika itu menilai, keberadaan jembatan tidak efektif karena tidak ada jalan lanjutan ke batas Kota Paya­kumbuh.

Seorang pemerhati Sosial Politik Luak Limopuluah, Disembri, P Caniago ketika diminta komentarnya, Senin kemarin di Payakumbuh, me­nilai, pengerjaan proyek jem­batan Bukik Limbuku yang sudah beberapa tahun ter­bengkalai, kemungkinan le­mah­nya perencanaan akhirnya terbengkalai yang cendrung merugikan keuangan daerah, karena tak dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Proyek pembangunan jem­batan tersebut, kesannya hanya membuang-buang dana, karena akses jalan dari jem­batan sampai ke batas kelu­rahan Koto Panjang Payo­basung, Kota Payakumbuh belum tersedia. Lagipula lokasi keberadaan jembatan dinilai kurang strategis, tidak didu­kung dengan sarana jalan ke batas kota ,” ungkapnya.

Pihaknya mendesak Pem­kab Limapuluh Kota, bersama dengan DPRD setempat, un­tuk mencarikan solusi bagai­mana baiknya. Dilanjutkan pembangunannya atau dibiar­kan saja mubazir seperti saat ini. Padahal santer dibicarakan masyarakat di daerah itu, yang sebagian mengi­nginkan pem­bangunan jembatan diram­pungkan, bahkan mereka men­dengar jembatan akan diker­jakan tahun 2014, tapi tidak menjadi kenyataan.

Pekerjaan pondasi jem­batan itu di pinggir kiri dan kanan Batang Sinamar, dika­barkan sudah rampung. “Jika akses jalan dibuka bekerjasama dengan pemerintah Kota Paya­kumbuh, kita yakin kemung­kinan besar pekerjaan jem­batan akan dilanjutkan, untuk meng­hindari kemubaziran, namun ada peluang untuk penanggulangannya. Pemkab Limapuluh Kota, perlu be­kerjasama dengan Pemko Paya­kumbuh, untuk membuka isolasi wilayah, dengan melak­sanakan pembukaan jalan baru menuju Koto Panjang Payo­basuang. “ulas Desembri P Caniago lagi.

Informasi yang berhasil dihimpun dari berbagai sum­ber, untuk mendanai proyek pembangunan jembatan tahun 2009, dianggarkan dalam APBD Limapuluh Kota, sebe­sar Rp2,5 miliar, tahun 2010 anggaran yang tersedia hanya Rp700 juta. Total dana tersedia Rp3,2 miliar, jauh dari biaya yang dibutuhkan, yaitu Rp6,1 miliar. Sehingga pekerjaannya sudah lama diting­galkan kon­traktornya.

Kepala Dinas PU Kabu­paten Limapuluh Kota, Edwar ketika hendak dikonfirmasi di kantornya, Senin kemarin, belum dapat dihubungi. Kabid Bina Marga yang coba dihu­bungi lewat telepon selularnya untuk konfirmasi sekaitan dengan jembatan yang ter­bengkalai sudah sekitar empat tahun ternyata Hpnya tidak aktif. (h/zkf)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 17 Oktober 2018 - 08:10:13 WIB

    Pasar Malam  Diduga Berbau Judi, Pemko Payakumbuh Membantah

    Pasar Malam  Diduga Berbau Judi, Pemko Payakumbuh Membantah PAYAKUMBUH, HARIANHALUAN.COM-Keberadaan Pasar Malam di kawasan Pasar Rakyat Padang Kaduduak, Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh, disorot berbagai pihak. Pasalnya, di arena pasar malam tersebut diduga ada  permainan yang menga.
  • Jumat, 02 Februari 2018 - 15:41:06 WIB

    Diduga Mengandung Babi, Viostin DS dan Enzyplex Ditarik dari Pasar di Sumbar

    Diduga Mengandung Babi, Viostin DS dan Enzyplex Ditarik dari Pasar di Sumbar PADANG, HARIANHALUAN.COM – Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) menilai temuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tentang suplemen Viostin DS dan Enzyplex yang diduga.
  • Rabu, 06 September 2017 - 03:17:08 WIB

    Diduga Cabuli Bocah, Oknum PNS Pemko Padang Dibekuk Polisi

    PADANG, HALUAN—Seorang PNS Pemko Padang, Su (55), dibekuk oleh Satreskrim Polresta Padang, Senin (4/9) malam. Ia ditangkap karena diduga mencabuli dua anak di bawah umur. .
  • Jumat, 09 Juni 2017 - 13:30:26 WIB

    SPBU Diduga Sengaja Stop Order BBM

    SPBU Diduga Sengaja Stop Order BBM PADANG, HARIANHALUAN.COM – PT Pertamina klaim kekurangan BBM jenis premium di SPBU disebabkan karena, pihak SPBU tidak melakukan pemesanan. Officer Communication and Relations Sumbagut Arya Yusa Dwicandra mengatakan, ada b.
  • Rabu, 26 April 2017 - 01:49:57 WIB
    ORANGTUA LAPOR KE POLISI

    Dua Murid SD Diduga Dianiaya Anggota Satpol PP

    TANAH DATAR, HALUAN - Oknum anggota Satpol PP Tanah Datar diduga telah melakukan tindakan penganiayaan kepada anak dibawah umur. .

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM