Hari Ini, Pencarian Fokus Badan Pesawat dan Kotak Hitam


Ahad, 04 Januari 2015 - 19:41:05 WIB

Sebagai contoh, beberapa penyelam yang mencoba men­cari jenazah, terpaksa harus ditarik mundur. Basarnas tidak mau mengambil risiko dengan cuaca buruk yang harus m­e­reka hadapi di lapangan.

“Safety menjadi bagian penting,” kata Soelistyo.

“Pesawat Rusia sudah coba masuk ke daerah searching kembali juga karena cuaca,” tutupnya.

Soelistyo mengatakan, 34 jenazah yang sudah ditemukan itu seluruhnya sudah dibawa ke Surabaya. Proses iden­tifikasi sesegera mungkin dilakukan.

Soelistyo menduga banyak jena­zah yang masih terjebak di dalam badan pesawat. Dugaan itu diambil karena penemuan jenazah makin sedikit hari perharinya.

Soelistyo mengatakan sebagian besar puing dan jenazah ditemukan di area prioritas, dekat Teluk Kumai. Pencarian akan tetap difokuskan di area tersebut.

Tim Basarnas hari ini, fokus pada penyelaman untuk mencari badan pesawat. Selain itu, ada lima kapal gabungan yang akan fokus mencari black box (kotak hitam) pesawat. Ramalam cuaca, hari ini gelombang antara 2 sampai 3 meter.

Meski fokus di area prioritas, Soelistyo menerangkan Basarnas juga memperluas area pencarian ke wilayah timur. Keputusan perluasan wilayah diambil setelah membuat perhitungan dengan aplikasi Search and Rescue Mapping.

“Kita merencanakan segala se­sua­tunya ini memakai satu perhi­tungan yang sudah baku, kita tambah dengan evaluasi kita hari perharu,” ujarnya.

Sementara itu, black box yang berisi rekaman kejadian di dalam pesawat AirAsia belum juga dite­mukan. Basarnas ýmenduga pesawat pecah dua, namun fokus pencarian ada pada ekornya di mana black box tersimpan.

“Berdasarkan temuan serpihan, kelihatannya badan pesawat patah berpisah bodi dan ekor,” kata Direk­tur Operasional SAR Posko Pang­kalan Bun, Marsekal SB Supri­yadi dalam jumpa pers di Pangkalan Bun, Minggu (4/1).

Serpihan dimaksud adalah ba­gian-bagian pesawat yang berhasil ditemukan dan dievakuasi ke da­ratan. Jenisnya beragam dari mulai bagian pecahan bodi pesawat hingga kursi dan tabung pesawat.

Namun selain dari serpihan, dugaan pesawat AirAsia patah dua juga diketahui dari scan sonar yang sudah mulai dilakukan dan didapati 4 bagian pesawat dengan panjang beragam.

“Barang-barang ini terpisah, yang diterima hanya pantulan metal di bawah laut karena kondisi butek di bawah laut dan mengganggu sonar,” ujarnya.ý

Supriyadi menuturkan, mes­kipun bodi pesawat telah ditemukan, bagian yang paling penting adalah ekor pesawat karena di situ ter­simpan black box yang merekam kronolgi sebelum pesawat jatuh.

“Konsentrasi KNKT mencari ekor pesawat letak black box,” ucapnya.

Bantuan Tiongkok

Kepala Basarnas Sulistyo menga­takan pihaknya mendapat tambahan bantuan dari Tiongkok terkait pen­ca­rian badan pesawat AirAsia QZ 8501. Bantuan berupa pesawat itu memiliki kemampuan mencari black box.

“Untuk mencapai sasaran besok, saya sedang menyiapkan tambahan bantuan. Nanti kalau saya rilis itu tawaran dari Tiongkok untuk mengi­rimkan kapal yang mempunyai mencari black box,” kata Sulistyo.

Dia menduga kalau area kebera­daan black box tidak jauh dari sebagian badan pesawat yang belum ditemukan. Menurutnya, kalau badan pesawat bisa dicari, maka black box selanjutnya juga bisa ditemukan. Hal ini berdasarkan pengalaman sebelumnya dalam pencarian black box.

Ibu dan Anak Bertemu

Gadis kecil penumpang Pesawat Air Asia QZ 8501, Jie Stevie Guna­wan akhirnya dipertemukan dengan ibunya, The Meiji Tjejakusuma di rumah duka Adi Jasa, Kota Su­rabaya.

Keduanya dipertemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa lagi setelah selama beberapa hari ter­pisah karena pesawat yang mereka tumpangi dari Bandara Juanda menuju Singapura jatuh di Perairan Selat Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Stevie  dapat disemayamkan bersama jasad ibunya setelah tim Disaster Victim Investigation (DVI) berhasil mengidentifikasi jasadnya.

Sementara ibunya dua hari lebih dahulu berhasil teridentifikasi sete­lah berhasil ditemukan dan dieva­kuasi tim SAR gabungan ke Surabaya.

Namun, baru Stevie dan Meiji yang dapat dipertemukan kembali, sementara lima anggota keluarganya yang juga berada dalam pesawat Air Asia QZ 8501 itu, belum ditemukan.

“Mereka ke Singapura satu ke­luarga ada tujuh orang dan baru Stevie dan ibunya yang ditemukan,” kata sepupu korban, Irawan saat berbincang dengan VIVAnews, Minggu (4/1).

Lima anggota keluarga yang belum ditemukan di antaranya,  Jo Indri (80 tahun), ayah Stevie ber­nama Jie Charliy Gunawan (48 tahun), dua kakak Stevie bernama Jie Stephanie Gunawan (28 tahun), Jie Steven Gunawan (19 tahun) serta calon kakak ipar Stevie bernama Chris­tanto Leoma Utama (20 tahun).

Ruang Persemayaman

Pemko Surabaya telah membo­rong sedikitnya 80 ruang per­sema­yaman jenazah untuk korban QZ8501 warga Surabaya di rumah duka Adijasa Jalan Demak Surabaya.

Namun keluarga korban kurang berkenan memanfaatkan fasilitas tersebut karena dinilai terlalu sem­pit. Hingga semalam, sudah tiga jenazah warga Surabaya yang men­jadi korban pesawat AirAsia QZ8501 yang dibawa ke Adijasa setelah berhasil diidentifikasi.

Ketiganya yakni Grayson Her­bert Linaksita (11 tahun), warga Lebak Indah Mas, Hendra Gunawan Syawal (23), warga Gundi, dan The Meiji Thejakusuma (44), warga Kupang Indah. Keluarga dari para korban itu memilih pindah dari ruang persemayaman yang dise­diakan pemko ke ruangan yang lebih luas dan fasilitasnya lebih lengkap.

Walikota Surabaya, Tri Risma­harini mencatat, ada 80 warga Surabaya yang ikut menjadi korban QZ8501. Selain menyediakan perse­mayaman, Pemko juga menyediakan lokasi pemakaman khusus, dan layanan keamanan aset keluarga. (met/vvn/kcm)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 14 Juni 2020 - 13:52:51 WIB

    Mulai Hari Ini, Bawaslu Aktifkan Kembali Panwascam Pilkada 2020

    Mulai Hari Ini, Bawaslu Aktifkan Kembali Panwascam Pilkada 2020 HARIANHALUAN.COM -  KPU RI akan memulai kembali tahapan Pilkada 2020 dengan protokol COVID-19. Mulai hari ini Bawaslu RI juga kembali mengaktifkan kembali jajaran pengawas pemilunya..
  • Senin, 01 Juni 2020 - 18:46:55 WIB

    Kesan dan Pesan Anggota DPRD Padang pada Momen Hari Lahir Pancasila

    Kesan dan Pesan Anggota DPRD Padang pada Momen Hari Lahir Pancasila HARIANHALUAN.COM - Hari Lahir Pancasila menjadi momen mempersatukan bangsa, khususnya bagi warga Kota Padang, di tengah wabah pandemi Covid-19, untuk dapat memulihkan ekonomi dan mencapai kemakmuran sesuai yang dicita-citakan.
  • Rabu, 12 Februari 2020 - 09:55:52 WIB

    Siap-siap..! Hari Ini DPR Akan 'Disegel'

    Siap-siap..! Hari Ini DPR Akan 'Disegel' JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Aliansi Tangkap Maling Jiwasraya atau ATMAJA berencana mengadakan aksi di depan Geding DPR siang hari ini..
  • Senin, 30 Desember 2019 - 08:04:17 WIB

    Ahmad Dhani Bebas Hari Ini

    Ahmad Dhani Bebas Hari Ini JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Musisi Ahmad Dhani akhirnya bebas. Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Sri Puguh Budi Utami mengatakan, Dhani akan keluar dari Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta Timur hari ini, Senin (30/12.
  • Jumat, 13 Desember 2019 - 19:27:42 WIB

    Begini Ancaman Massa 212 Jika 15 Hari Sukmawati Tak Diproses

    Begini Ancaman Massa 212 Jika 15 Hari Sukmawati Tak Diproses JAKARTA, HARIANHAALUAN.COM - Massa aksi dari Presidium Alumni 212 Jakarta Raya dan Front Pembela Islam (FPI) yang tergabung dalam Aksi Bela Islam Bela Rasulullah memberi tenggat waktu 15 hari bagi kepolisian untuk memproses h.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]