Suir Minta ISI Dipertahankan


Ahad, 04 Januari 2015 - 19:33:28 WIB
Reporter : Tim Redaksi

“Cukuplah yang berlalu itu berlalu. Ke depannya jangan terulang kembali. Kehadiran lembaga pendidikan di Padang Panjang tidak saja berdampak terhadap kemajuan di bidang pendidikan tetapi sangat ber­pengaruh terhadap pere­kono­mian masyarakatnya “ kata Suir Syam yang kini menjadi anggota DPR-RI menjawab Haluan di halaman Gedung M Syafei, kemarin.

Anggota komisi IX DPR-RI ini mengaku risih jika pondasi yang sudah diga­gas­nya selama dua periode me­mimpin kota berjulukan Serambi Mek­kah dengan  ber­susah payah men­jadikan Pa­dang Panjang  “kota pen­didi­kan “ tergerus tanpa makna. Apa kata dunia kepa­da Pa­dang Panjang, ung­kapnya.

Banyak alternatif bisa dila­kukan untuk   membesarkan Institut Seni Indonesia ( ISI ) agar tetap berinduk di Padang Panjang. Salah satu adalah memakai gedung SMAN 2 berikut kantor Dinas pen­didikan yang berada di sam­ping kampus ISI itu sendiri. Apakah diserahkan atau di­pin­jam­ pakai sementara, kata Uan Suir.

Dikatakan, sudah pasti banyak daerah ingin mem­besarkan lembaga pendidikan tinggi seni ini di daerah mereka karena tahu manfaatnya ke­depan.

“ISI adalah ikon  yang tidak boleh pergi dari Padang Pan­jang. Jika ini terjadi maka daftar  sejarah kelam akan bertambah lagi. Kemana malu akan disurukkan. Arang akan tercoreng di kening kita semua. Apa pula kata dunia nantinya, papar Suir Syam menjelaskan.

Rektor ISI Padang Panjang Novesar Jamarun kepada Ha­luan menyatakan,  lembaga pendidikan tinggi seni ISI harus dibesarkan menjadi Ins­titut Seni Budaya Indonesia ( ISBI ) yang akan memiliki 5 fakultas. ISI Padang Panjang saat ini memiliki 2 fakultas. Jika di Kota Padang Panjang tidak ada lahan maka tak mung­­­kin rektorat diper­ta­ha­n­kan di kampus sekarang ka­rena 3 fakultas lagi berada di daerah lain dengan sen­dirinya rektorat akan dibangun disana.

“Saya sudah mengajukan alteenatif untuk me­man­faat­kan gedung SMAN 2 beri­kut kantor Dinas pendidikan. Jika itu bisa direalisasikan maka akan segera dilahirkan FKIP jurusan seni. Saya sekarang menunggu kebijakan pemda Padang Panjang sebelum me­nerima tawaran beberapa daer­ah yang sudah menyatakan kesiapannya menampung ISBI, “  kata pria yang akrap disapa “ pak Ong “  itu. (h/one)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM