Cuaca Buruk Sulitkan Pencarian Korban AirAsia


Kamis, 01 Januari 2015 - 21:17:57 WIB
Reporter : Tim Redaksi

“Total jenazah sampai detk ini, semuanya ada sembilan. Posisinya, enam sudah terki­rim di Surabaya, dua masih di Pang­kalan Bun dan rencana malam ini (tadi malam, red) akan kita dorong ke Surabaya. Sementara satu lagi masih di KRI Yos Sudarso,” ungkap Kepala

Basarnas, FHB Soelistyo, dalam konferensi pers di Kantor Basarnas, Kamis (1/1) malam.

Diterangkan Soelistyo, tim kesulitan melakukan evakuasi lanta­ran cuaca buruk belum juga ber­akhir. Ia pun memberikan data dari BMKG yang memperlihatkan tinggi gelombang di Laut Jawa, tempat pencarian dilakukan, menca­pai ketinggian empat meter.

“Kesulitan hari ini, kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Gelombang tingginya bisa antara tiga hingga empat meter. Satu minggu ke depan, masih akan berhadapan dengan cuaca ini setidaknya sampai 4 Januari,” papar jenderal bintang tiga ini.

Terkait jenazah yang masih terta­han di KRI Yos Sudarso, Soelistyo menjelaskan, jenazah itu belum dapat dikirim ke Pangkalan Bun karena helikopter untuk mem­bawanya dihadang oleh cuaca buruk dan angin kencang.

“Karena heli tidak bisa men­darat, mereka harus segera pergi karena cuaca menghadang. Malam ini, de­ngan sangat menyesal tidak bisa bawa yang satu lagi,” ucap Soelistyo.

Ia mengatakan, masih ada ke­mungkinan kabar baru mengenai jumlah jenazah yang ditemukan sampai malam nanti. Namun, ia belum mau memastikan sampai komandan-komandan di lapangan melihat langsung temuan tersebut.

Barang Lain

Selain jenazah para korban, tim gabungan sejauh ini kembali mene­mukan sejumlah barang yang diduga kuat berasal dari pesawat nahas tersebut.

Menurut Soelistyo, barang-ba­rang tersebut antara lain dua tas hitam dan satu koper warna abu-abu. Barang-barang tersebut dibawa heli Basarnas dari Kapal KD (Kapal Diraja) Pahang, Malaysia.

Selain itu, tim juga membawa sejumlah barang lain yang diambil oleh tim yang berada di kapal angka­tan laut Malaysia. Barang tersebut yakni potongan tangga, tabung selam, serpihan logam.

Adapun luas pencarian di hari kelima jatuhnya pesawat milik maskapai asal Negeri Jiran itu, sudah mencapai belasan ribu kilometer persegi. “Luas pencarian 90x150 nautical mile atau setara dengan 13.500 meter persegi,” ujarnya lagi.

Deteksi Metal

Sementara untuk menemukan potongan besar pesawat AirAsia QZ8501 yang diduga berada di dasar laut, pihaknya masih membutuhkan alat pendeteksi metal di bawah air. Dengan alat itu, pihaknya berharap bisa menyimpulkan letak posisi bagian pesawat besar tersebut. Dengan berbekal kesimpulan itu, bisa dilakukan penyelaman.

Hingga saat ini, belum ada pihak yang melaporkan atau meng­konfir­masi penemuan potongan besar pesawat AirAsia. “Belum ada yang memastikan sudah menemukan bangkai besar,” paparnya.

Bila tidak ada aral melintang, Komite Nasional Keselamatan Trans­­portasi (KNKT) mulai hari ini akan ikut serta dalam pencarian black box pesawat.

Sedangkan dua kapal dari Je­pang, saat ini sudah berada di Selat Malaka. Kapal dalam perjalanan mendekati lokasi pencarian je­nazah ataupun badan pesawat. “Kapal Jepang sudah berada di Selat Malaka dan mereka akan mendekati daerah operasi pen­carian, mereka nantinya akan standby di luar deerah operasi pencarian,” terangnya.

Kapal dari Jepang baru akan ikut dalam pencarian bila tim gabungan SAR memerlukan tambahan ar­mada pada lokasi yang disisir. “Pada saat kita perlukan perkuat daerah operasi pencarian maka nanti saya intruksikan untuk masuk ke daerah operasi pencarian,” jelas Soelistyo. (hr/dtc/bbs/kom/sis)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM