Ongkos Angkutan Belum Berubah


Kamis, 01 Januari 2015 - 21:17:24 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Dari pantauan Haluan di lapa­ngan, salah satunya SPBU nomor 13.251.503 di Bypass baru menganti harga pada papan tersebut sejak pagi tadi, Kamis (1/1). Salah seorang karyawan SPBU Khairul menga­takan bahwa harga BBM mulai diturunkan sejak malam pergantian tahun baru 2015.

Hal yang sama juga tampak di SPBU yang bernomor 142-251-522 yang ada di Jalan Dr.Sutomo token harga yang baru sudah tampak. Pengawas SPBU Ali Amran menga­ku sudah mengetahui kabar penuru­nan BBM ini malam sebelum per­ga­n­tian tahun saat ia menonton berita, dan ia sudah memberikan aba-aba pada anggota SPBU yang lain supaya menganti harga yang lama dengan yang baru.

"Saya sudah menonton dan mem­baca berita sebelumnya soal kabar penurunan BBM ini," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa, Turunnya harga BBM tidak lantas membuat SPBU ramai dan penjualannya meningkat karena penjualannya pada malam pergantian tahun masih sama dengan hari biasanya.

Senior Supervisor External Relation PT Pertamina MOR I, Zainal Abidin membenarkan soal penurunan harga BBM tersebut saat dihubungi Haluan, Kamis (1/1). Dikatakan bahwa selain harga baru BBM, sesuai kebijakan yang tertuang dalam peraturan pemerintah terse­but juga diputuskan harga BBM akan dievaluasi setiap bulan. De­ngan demikian, harga premium dan solar bakal berubah lagi pada 1 Februari 2015.

Meski harga Bahan Bakar Mi­nyak (BBM) sudah turun, namun, Organisasi Angkutan Darat (Organ­da) Sumatera Barat belum akan menurunkan ongkos angkutan orang dan upah angkut barang.

Hal ini ditegaskan ketua Organ­da Sumbar Budi Syukur saat dihu­bungi Haluan Kamis (1/1) kemarin melalui sambungan telpon.

Ia mengatakan, masih belum akan menurunkan ongkos angkutan dan upah angkut meski harga BBM turun. Hal ini mengingat kenaikan dan penurunan harga BBM ini ber­si­fat fluktuatif, jadi tidak mungk­in begitu langsung saja menaikkan dan menurunkan ongkos angkutan dan upah angkut.

“Kita tidak bisa langsung menu­runkan ongkos angkutan ketika mendengar BBM turun, karena penetapan kenaikan dan penurunan ongkos angkutan  ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur dan bupati/walikota di Sumbar,” terang Budi.

Organda berencana akan meng­kaji kembali terkait penurunan ongkos ini apabila harga BBM kem­bali ditu­runkan oleh pemerintah.

Menurut Budi, kenaikan tarif yang berlaku saat ini sebesar 16 persen itu baru dilihat dari harga BBM saja, sementara harga spare­part dan gaji karyawan tidak masuk ke dalam pertimbangan penikan tarif kemarin.

“Kita lihat saja nanti, sementara ini kita akan pelajari dulu terkait penurunan ongkos angkutan dan upah angkut ini,” tutup Budi.

Sebelumnya, saat pemerintah menaikkan harga BBM dari Rp6.500 ke Rp8.500, para penge­mudi angkutan, khususnya angkutan kota buru-buru mendesak peme­rintah daerah untuk ikut menye­suaikan ongkos angkot. Bahkan, ketika pemerintah menetapkan harga, mereka protes mendesak pemerintah menyesuaikan sesuai dengan kehendak mereka. (h/mg-isr/mg-rin)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM