Mau Terbang dari RI ke Singapura via Bandara Soetta? Simak Dulu Aturan Perjalanan Ini


Ahad, 18 Oktober 2020 - 12:34:33 WIB
Mau Terbang dari RI ke Singapura via Bandara Soetta? Simak Dulu Aturan Perjalanan Ini Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Indonesia meresmikan pengaturan perjalanan atau Travel Corridor Arrangement (TCA) Indonesia dan Singapura pada Senin (12/10) dan ketentuan tersebut berlaku 26 Oktober 2020. PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) mengatakan alur perjalanan Indonesia-Singapura di Bandara Internasional Soekarno-Hatta masih untuk perjalanan kedinasan hingga diplomatik.

"Skema ini khusus warga negara Indonesia (WNI) dan warga negara Singapura yang ingin melakukan perjalanan bisnis mendesak, perjalanan diplomatik, dan kedinasan," kata Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin dalam pernyataan tertulisnya yang diterima Republika.co.id, Ahad (18/10).

Untuk alur keberangkatan di Bandara Soekarno-Hatta, skema TCA mengharuskan penumpang melalui pemindai panas tubuh (thermal scanner) di terminal penumpang pesawat. Selanjutnya menuju counter check in maskapai untuk menunjukkan hasil test PCR yang berlaku 72 jam. Setelahnya melakukan verifikasi aplikasi electronic health alert card (e-HAC).

Sebaliknya, untuk alur kedatangan di Bandara Soekarno-Hatta, penumpang yang tiba di terminal kedatangan akan menuju check point clearance aplikasi e-HAC yang sudah diisi sebelum keberangkatan. Penumpang juga akan memproses imigrasi dan bea cukai dan menuju menuju check point pemeriksaan PCR test.

"Apabila dinyatakan negatif, penumpang yang baru tiba dapat melanjutkan ke tujuan akhir di Indonesia. Jika hasil positif, penumpang akan mengikuti proses karantina," ujar Awaluddin.
 
Dia memastikan, pemeriksaan hasil PCR test akan dilakukan dua kali yakni saat keberangkatan dengan surat hasil maksimal 72 jam dan saat kedatangan di bandara. Awaluddin memastikan, AP II tengah menyiapkan fasilitas tes laboratorium di Bandara Soekarno-Hatta.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan WNI tidak memerlukan visa untuk masuk ke Singapura. Hal tersebut berlaku dengan syarat memiliki sponsor government agency dan enterprises di Singapura dan mengajukan safe travel pass.
 
Sedangkan untuk penumpang dari Singapura harus memiliki sponsor government atau business entity di Indonesia. Selain itu juga mengajukan visa secara daring kepada Ditjen Imigrasi Indonesia.
 
Selain itu, pelaku perjalanan dari Indonesia wajib melakukan registrasi aplikasi TraceTogether dan SafeEntry selama di Indonesia. Sementara, eligible travellers dari Singapura wajib melakukan registrasi aplikasi e-HAC dan PeduliLindungi selama di Indonesia.(*)

loading...
 Sumber : republika /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 10 Oktober 2020 - 16:40:44 WIB

    Pamer Kekuatan Militer, Pemimpin Korut Mau Perang?

    Pamer Kekuatan Militer, Pemimpin Korut Mau Perang? HARIANHALUAN.COM - Korea Utara (Korut) memamerkan kekuatan militer pada Sabtu (10/10/20). Unjuk kekuatan tercium oleh militer Korea Selatan (Korsel) dibalut dalam rangkaian ulang tahun ke-75 berdirinya Partai Buruh yang berku.
  • Rabu, 07 Oktober 2020 - 23:51:18 WIB

    Pria Ini Nekat Makan 'Torpedo' Harimau Mati untuk Tingkatkan Libido

    Pria Ini Nekat Makan 'Torpedo' Harimau Mati untuk Tingkatkan Libido HARIANHALUAN.COM - Demi tingkatkan libido atau gairah seksnya, pria ini nekat memotong penis harimau mati lalu dimakan. Aksinya ini menimbulkan kontra di kalangan pecinta hewan..
  • Sabtu, 05 September 2020 - 18:15:27 WIB

    Korut Siapkan Rudal Balistik, Mau Perang dengan Siapa?

    Korut Siapkan Rudal Balistik, Mau Perang dengan Siapa? HARIANHALUAN.COM - Citra satelit Amerika Serikat (AS) menangkap pergerakan aktivitas di galangan kapal Korea Utara yang menunjukkan aktivitas uji coba rudak balistik dari kapal selam. Dikutip dari Reuters, kabar tersebut bers.
  • Rabu, 02 September 2020 - 15:53:51 WIB

    Bahaya, Benarkah China Mau Bangun Pangkalan Militer di Indonesia?

    Bahaya, Benarkah China Mau Bangun Pangkalan Militer di Indonesia? HARIANHALUAN.COM - Sebuah laporan tahunan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Departement of Defense) mencatat fakta bahwa China memiliki proyeksi perluasan kekuasaan. Pemerintah Xi Jinping berambisi membangun jaringan .
  • Ahad, 16 Agustus 2020 - 08:07:23 WIB

    Usai TikTok, Trump Juga Mau Larang Alibaba Dkk Beroperasi di AS

    Usai TikTok, Trump Juga Mau Larang Alibaba Dkk Beroperasi di AS HARIANHALUAN.COM - Setelah melarang operasional ByteDance, perusahaan pemilik aplikasi TikTok, kini Presiden AS Donald Trump mengatakan bisa memberikan tekanan kepada perusahaan-perusahaan besar China. Trump mengancam bisa me.

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]