Berawal dari SMS, Kasus Burung Kecil dan Loyo Berujung Suami Laporkan Istri


Ahad, 18 Oktober 2020 - 07:17:17 WIB
Berawal dari SMS, Kasus Burung Kecil dan Loyo Berujung Suami Laporkan Istri Ilustrasi

SURABAYA, HARIANHALUAN.COM - Hati-hati berkirim SMS, bisa jadi nanti berakhir dipolisikan. Seperti kasus di Probolinggo ini, seorang suami melaporkan istrinya atas kasus pencemaran nama baik, karena berkata ke orang bahwa burung suaminya kecil dan loyo. 

Pelapor yakni HF (48), warga Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Sedangkan terlapor atau istrinya yakni PM (46) warga Kecamatan Gending serta kerabat PM, NH (50).

Awalnya, PM mengirim SMS ke NH (50). Isi SMS itu menerangkan bahwa burung HF kecil dan loyo. Menurut pengacara pelapor, Siti Zuroidah Amperawati SH, tidak hanya satu SMS yang dikirim PM ke kerabatnya.

"Mohon maaf kami tidak bisa memberikan isi SMS ke ranah publik, karena merupakan hak privasi klien," kata Siti, Sabtu (17/10/2020).

Siti berharap, pemanggilan segera dilayangkan ke dua terlapor. Ia yakin, dari hasil pemeriksaan terlapor NH, akan terkuak kasus pencemaran nama baik, yang diduga kuat ada dalangnya atau seorang provokator. Semua isi SMS itu, menurut kliennya tidak benar.

"Saya berharap segera cepat selesai kasus pencemaran nama baik. Saya yakin dari hasil pemeriksaan terlapor NH, akan menguak kasus pencemaran nama baik. Dugaan kuat ada dalangnya dan provokator. Dan keduanya memiliki 2 anak dari buah cinta kegagalan (pernikahan) pertama" imbuh Siti.

"Tunggu minggu depan hasil dari pemeriksaan 2 terlapor, untuk menguak tujuan pencemaran nama baik, dan kelanjutan kasus lanjut atau berdamai," tambahnya.

HF merupakan seorang ASN yang menjabat sebagai salah satu kepala pasar di Kabupaten Probolinggo. Ia mendatangi SPK Polres Probolinggo Kota pada Selasa (13/10). Selain melaporkan sang istri, HF juga melaporkan NH (50), kerabat PM, yang dianggap ikut mencemarkan nama baiknya.

Menurut Siti, pelapor butuh menenangkan diri karena kasus pencemaran nama baik yang ia laporkan semakin menjadi perhatian. Maka dari itu HF memilih pergi ke luar kota.

"Karena dengan kasus ini, dan mencuat di media massa, membuat klien terpukul dan kondisinya syok. Sampai menghilang ke luar kota, ke rumah keluarganya, untuk menenangkan diri. Sambil menunggu proses hukum lanjutan," pungkas Siti. (*)

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]