Saham BRIS Kena ARB dalam 2 hari Beruntun, Ternyata Ini Penyebabnya


Jumat, 16 Oktober 2020 - 10:11:26 WIB
Saham BRIS Kena ARB dalam 2 hari Beruntun, Ternyata Ini Penyebabnya Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Setelah sempat naik tinggi pada Selasa dan Rabu, Harga saham PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS) kembali anjlok pada perdagangan Jumat ini (16/10/2020). Saham BRIS sempat naik karena dipicu pengumuman merger dengan PT Bank Mandiri Syariah (BSM) dan PT Bank BNI Syariah (BNIS).

Berdasarkan data perdagangan BEI harga saham BRIS ambles 6,87% ke level harga Rp 1.220/unit, atau kena batas bawah penolakan otomatis (Auto Reject Bawah/ARB). Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 81,19 miliar.

Ini merupakan hari kedua saham BRIS mengalami ARB setelah pada perdagangan Kamis kemarin mengalami hal yang sama.

Padahal di Selasa dan Rabu, saham anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) ini melesat sentuh Auto Reject Atas (ARA) 25% dalam 2 hari tersebut.

Kepala Riset Samuel Sekuritas Indonesia, Suria Dharma mengatakan, koreksi ini terjadi karena kenaikan harga yang terlalu cepat, sehingga koreksi ini merupakan hal yang wajar.

"Naiknya kecepetan. Kan turun cuma bisa 7% [ARB], naik bisa di atas 25% [ARA]," kata Suria, di Jakarta, Jumat ini (16/10/2020).

Suria menjelaskan, kemungkinan tidak akan terjadi tender offer (penawaran untuk membeli saham publik oleh pengendali baru) setelah terjadi merger tiga bank syariah BUMN ini.

Meskipun ada perubahan pemegang saham pengendali yang sama-saham BUMN, yakni dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) ke PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Perubahan pemegang saham pengendali terjadi karena nilai aset yang disetorkan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), induk usaha BSM, nilainya lebih besar dari nilai aset BRIS.

Nilai aset BSM mencapai Rp 112,1 triliun, BNI Syariah Rp 49,97 triliun, dan BRIS Rp 51,8 triliun.

"Kayanya sih ngga ada tender offer. Pemerintah biasanya ada justifikasinya," jelas Suria.

Selain itu, menurut Suria, bank syariah yang nantinya jadi yang terbesar di Indonesia ini kemungkinan tidak dimiliki oleh bank-bank Himbara (Himpunan Bank-bank Milik Negara).

Pasalnya ada target dari pemerintah untuk membuat bank syariah terbesar di Indonesia ini menjadi bank BUKU IV atau bank umum kelompok usaha dengan modal inti di atas Rp 30 triliun.

"Tapi jangka panjang kalau menurut saya sih ini seharusnya independen. Karena bakal jadi bank besar. Masa bank BUKU 4 dimiliki bank-bank BUKU 4 lain. Kan targetnya mau jadi bank BUKU 4," kata Suria.

Di masa yang akan datang, menurut Suria, BRIS yang menjadi survivor bank hasil merger 3 bank syariah BUMN, akan memiliki nilai aset empat kali lipat dari nilai saat ini.

"Sedangkan dari sisi laba bisa 8 kali," tambah Suria. (*)
 

loading...
 Sumber : CNBC Indonesia /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 23 Oktober 2020 - 09:17:54 WIB

    Jumlah Investor Saham Bertambah 850 SID pada September 2020

    Jumlah Investor Saham Bertambah 850 SID pada September 2020 HARIANHALUAN.COM - Transaksi investor Sumbar di pasar modal pada September 2020 meningkat sekitar Rp850 miliar. Sementara, jumlah investor ber-KTP Sumbar pada bulan yang sama meningkat 850 Single Investor Identification (SID).
  • Selasa, 13 Oktober 2020 - 12:31:25 WIB

    Wow! Saham BRISyariah Sudah Cuan 498% Hanya dalam Waktu 6 Bulan

    Wow! Saham BRISyariah Sudah Cuan 498% Hanya dalam Waktu 6 Bulan HARIANHALUAN.COM - Data perdagangan BEI mencatat, Harga saham PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS) ditransaksikan mencapai Rp 981,06 miliar dengan volume perdagangan 908,01 juta saham..
  • Kamis, 08 Oktober 2020 - 08:21:29 WIB

    Saham AS Menguat Tajam Berkat Angin Segar Stimulus Penerbangan

    Saham AS Menguat Tajam Berkat Angin Segar Stimulus Penerbangan HARIANHALUAN.COM - Investor mendapatkan kembali harapan bahwa kesepakatan parsial tentang tambahan stimulus fiskal AS bisa terwujud. Hal ini mampu membuat indeks Utama saham AS, Wall Street ditutup menguat tajam pada perdagan.
  • Selasa, 06 Oktober 2020 - 18:51:34 WIB

    Saham 4 BUMN Konstruksi Naik Signifikan saat RUU Cipta Kerja Disahkan

    Saham 4 BUMN Konstruksi Naik Signifikan saat RUU Cipta Kerja Disahkan HARIANHALUAN.COM - Setidaknya 4 saham sektor konstruksi plat merah menguat pada perdagangan hari ini karena disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja. Selain saham-saham sektor konstruksi,  Indeks Harga Saham Gab.
  • Selasa, 06 Oktober 2020 - 12:07:43 WIB

    Investasi Saham Berhasil Kalahkan Inflasi Indonesia

    Investasi Saham Berhasil Kalahkan Inflasi Indonesia HARIANHALUAN.COM - Investasi saham adalah salah satu cara yang paling efektif untuk mengakumulasi kekayaan guna mencapai tujuan keuangan. Setiap instrumen investasi memiliki tingkat risiko dan keuntungan (return) yang berbe.

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]