Upah Minimum 2021 Dipastikan Tak Naik!


Kamis, 15 Oktober 2020 - 23:16:05 WIB
Upah Minimum 2021 Dipastikan Tak Naik! Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Musim pembahasan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) telah tiba. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini pembahasan upah bersamaan dengan pengesahan UU Ciptaker dan dampak pandemi covid-19 yang mengantam ekonomi ke jurang resesi.

Ketua Umum Apindo, Hariyadi B Sukamdani menyebutkan adanya usulan upah tahun depan tak akan mengalami kenaikan. Artinya, UMK dan UMP 2021 tak ada perubahan dibandingkan tahun 2020 ini. Keyakinan pengusaha ini hanya berselang dua pekan, sebelum para gubernur menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2021 pada 1 November mendatang.

"Yang kami ketahui dari Dewan Pengupahan Nasional, itu mengusulkan di tahun 2021 itu upah minimumnya sama dengan 2020. Itu yang kami ketahui. Jadi ya mudah-mudahan ada kesepakatan untuk semuanya," ujarnya di Menara Kadin, Kamis (15/10/20).

Menurutnya, hal ini juga tidak lepas dari payung hukum penetapan upah. Selama ini, dasar aturan yang dipakai adalah PP 78/2015 tentang pengupahan. Kini, PP tersebut terancam tak berlaku seiring pemberlakuan UU Ciptaker.

"Ini UU Cipta Kerja kan masih dalam proses. Kalau pakai PP 78/2015 juga ada kendala, karena formulasinya kan kenaikan pertumbuhan ekonomi nasional, dan inflasi. Secara pertumbuhan ekonomi nasional kan minus, kita kemungkinannya masih minus, dan inflasinya malah deflasi," imbuhnya.

"Jadi sulit ditentukan besaran upah seperti kondisi normal. Jadi yang kami ketahui dari Dewan Pengupahan Nasional, untuk kenaikan upah tahun depan itu sama dengan 2020," tandasnya.

Sementara itu, dia menegaskan bahwa kebijakan upah minimum ini masih tetap ada dalam UU Ciptaker. Hanya saja, memang ada penghapusan Upah Minimum Sektoral Kota/Kabupaten (UMSK).

"Kalau sektoral itu tidak ada. Karena kalau sudah ada upah minimum, itulah yang paling rendah. Kalau terkait sektor dan yang lain-lain itu bipartit. Itu betul-betul dikembalikan ya upah minimum, ya upah minimum. Jadi UMP dan UMK. Jadi UMK tetap ada," urainya.

Meski begitu, penetapan UMK diberikan tambahan persyaratan dalam UU Ciptaker. Syarat ini terkait dengan kinerja di tiap daerah mengenai pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

"Maksudnya kalau daerah itu pertumbuhannya jelek, penyerapan tenaga kerjanya jelek. Nah itu tentunya dia tidak bisa mengikuti kenaikan yang normal. Tapi sebaliknya. Kalau daerah itu bagus, pertumbuhannya, penyerapannya bagus ya dia harus naik. Jadi tidak bisa disamaratakan. Karena ada daerah yang memang sulit, investasi nggak mau masuk ke situ. Tapi kalau dia dinaikkan terus kan malah tambah ketinggalan," bebernya.

Pembahasan kenaikan upah minimum tahun 2021 disebut-sebut memang sudah mulai berjalan. Silang pendapat antara buruh dan pengusaha sudah mulai meruncing. Kedua pihak punya pandangan berbeda soal besaran kenaikan UMP 2021 seperti yang terjadi tahun-tahun sebelumnya.

Ketua Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan UMP 2021 tidak akan jauh berbeda dengan 2020. Kenaikan UMP tahun 2021 harusnya mencapai 8,51%.

"Saya kira hampir sama. Inflasi sekitar 3%, kemudian pertumbuhan ekonomi tahun lalu kan sekitar 5,01%. Jadi sama sekitar 8% juga," kata Said Iqbal kepada CNBC Indonesia.(*)

loading...
 Sumber : CNBCindonesia /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 22 Oktober 2020 - 07:42:08 WIB

    Nggak Tawar Menawar Lagi, Buruh Minta Upah Naik 8% Tahun Depan!

    Nggak Tawar Menawar Lagi, Buruh Minta Upah Naik 8% Tahun Depan! HARIANHALUAN.COM - Upah minimum diminta naik 8% tahun depan. Permintaan itu disampaikan oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal. Ada sejumlah alasan yang diungkap Iqbal mengapa pihaknya meminta k.
  • Rabu, 21 Oktober 2020 - 07:29:52 WIB

    Siap-siap, Buruh Ancam Demo Jika Upah Minimum 2021 Tak Naik

    Siap-siap, Buruh Ancam Demo Jika Upah Minimum 2021 Tak Naik HARIANHALUAN.COM - Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang, dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP TSK SPSI) menolak wacana pemerintah untuk tidak menaikkan upah minimum 2021. Pasalnya, kebijakan itu dinilai merug.
  • Selasa, 25 Agustus 2020 - 14:03:08 WIB

    Upah Minimum 2021 Naik, Ini Bocorannya

    Upah Minimum 2021 Naik, Ini Bocorannya HARIANHALUAN.COM - Dua bulan jelang batas terakhir penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) oleh gubernur 1 November 2020, persoalan upah kembali menjadi kegelisahan pengusaha. Memasuki September 2020, sudah ada ancar-ancar peng.
  • Sabtu, 28 Desember 2019 - 14:03:46 WIB

    Bahlil Sebut Upah Buruh Bikin Investasi di RI Seret

    Bahlil Sebut Upah Buruh Bikin Investasi di RI Seret JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa jumlah upah yang saling tarik menarik antara buruh dan pengusaha bisa menghambat investasi. Menurutnya, selama ini buruh minta upah naik tapi produktiv.
  • Jumat, 27 Desember 2019 - 08:36:56 WIB

    Pemerintah Siapkan Aturan Upah Khusus Buat UMKM

    Pemerintah Siapkan Aturan Upah Khusus Buat UMKM JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah tengah menyiapkan aturan baru terkait skema pengupahan khusus untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]