Begini Penjelasan Polisi soal Daftar Hitam SKCK buat Pelajar yang Ikut Demo


Kamis, 15 Oktober 2020 - 12:01:09 WIB
Begini Penjelasan Polisi soal Daftar Hitam SKCK buat Pelajar yang Ikut Demo Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Pihak Kepolisian Resor Kota Tangerang menyebutkan, bila para pelajar yang diamankan karena hendak melakukan aksi unjuk rasa dalam penolakan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja, akan dicatat dalam catatan khusus.

Kapolres Kota Tangerang Komisaris Besar Polisi Ade Ary mengatakan, bila aksi para pelajar ikut akan dimasukkan dalam surat keterangan berkelakuan baik.

"Perlu diingat, adik-adik yang diamankan, kami catat di catatan kepolisian. Karena nanti apabila tercatat, itu akan terbawa terus. Kalau untuk melamar pekerjaan, meneruskan sekolah. Ada catatan khusus yang akan kami sampaikan," katanya, Kamis, 15 Oktober 2020.

Dia melanjutkan, para pelajar yang diamankan akan dicatat identitasnya. Nantinya, catatan itu akan dituangkan saat para pelajar itu hendak membuat surat keterangan catatan kepolisian (SKCK).

Tidak hanya itu, para pelajar yang diamankan juga tidak meminta izin kepada orangtua. Pihaknya pun menyesalkan tindakan para pelajar itu. Oleh karena itu, Ade pun mengajak para orangtua untuk mengawasi anak. "Di sini, kami juga minta adanya peningkatan pengawasan dari orangtua, agar mereka tidak lagi ikut dalam aksi unjuk rasa," ujarnya.

Seperti diketahui, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Inspektur Jenderal Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono membeberkan, dari ribuan orang yang diamankan dalam aksi demo menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2020, paling banyak dari kalangan pelajar. Demo yang berpusat di Patung Kuda Jakarta Pusat itu berbuntut ricuh antara aparat keamanan dan massa. "Pelajar yang diamankan ada 806 orang," ujar Argo kepada wartawan. 

Kemudian, kedua terbanyak adalah mereka yang tidak jelas statusnya berjumlah 156 orang. Kemudian disusul buruh yang jumlahnya 112 orang. Terbanyak keempat adalah pengangguran. Sedangkan yang terakhir ada mahasiswa yang jumlahnya 29 orang. "Mereka yang berstatus pengangguran ada 66 orang," katanya. (*)

 

loading...
 Sumber : vivanews.com /  Editor : Heldi Satria

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:09:57 WIB

    Perkembangan Kasus Covid di RI Membaik, Begini Penjelasan Jubir Pemerintah

    Perkembangan Kasus Covid di RI Membaik, Begini Penjelasan Jubir Pemerintah HARIANHALUAN.COM - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyampaikan perkembangan kasus Covid-19 di sejumlah daerah di Jawa, Bali, NTT, dan NTB kini semakin membaik untuk kasus positif mingguan. N.
  • Selasa, 20 Oktober 2020 - 15:03:03 WIB

    Vaksin Covid-19 Tidak Akan Bertahan Seumur Hidup, Begini Kata Menristek

    Vaksin Covid-19 Tidak Akan Bertahan Seumur Hidup, Begini Kata Menristek HARIANHALUAN.COM - Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro, mengungkap vaksin Covid-19 tidak akan bertahan untuk seumur hidup. Jika seseorang disuntikkan vaksin, maka 1-2 tahun berikutnya harus disuntikkan vaksin ke.
  • Senin, 19 Oktober 2020 - 12:54:41 WIB

    Vaksin Covid-19 Gratis untuk Rakyat? Begini Kata Jokowi

    Vaksin Covid-19 Gratis untuk Rakyat? Begini Kata Jokowi HARIANHALUAN.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, tanggung jawab pengadaan vaksin harus jelas ditentukan sejak dini. Pun dengan pengadaan vaksin Covid-19 gratis untuk rakyat akan menjadi urusan Menteri Kesehatan (M.
  • Sabtu, 17 Oktober 2020 - 14:46:49 WIB

    Jangan Keliru, Begini Alur Pelayanan Pasien Covid-19 Sesuai Gejala

    Jangan Keliru, Begini Alur Pelayanan Pasien Covid-19 Sesuai Gejala HARIANHALUAN.COM - Seseorang dari zona merah atau kontak dengan pasien positif COVID-19 termasuk suspek yang kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab. Jika hasilnya positif, penatalaksanaan pasien dilakukan berdasarka.
  • Selasa, 13 Oktober 2020 - 08:06:40 WIB

    Jakarta Bakal PSBB Ketat Lagi? Begini Kata IDI

    Jakarta Bakal PSBB Ketat Lagi? Begini Kata IDI HARIANHALUAN.COM - Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban mengatakan, DKI Jakarta harus siap menarik rem darurat kembali. Pengetatan PSBB lagi, kata dia, sangat mungkin terjadi mengingat ada.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]