Bank Dunia Rilis 10 Negara dengan Utang Terbesar, Indonesia Peringkat Berapa?


Selasa, 13 Oktober 2020 - 10:15:20 WIB
Bank Dunia Rilis 10 Negara dengan Utang Terbesar, Indonesia Peringkat Berapa? Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM – Bank Dunia memasukkan Indonesia sebagai 10 besar negara berpendapatan rendah dan menengah yang memiliki utang luar negeri terbesar pada tahun lalu. Besarannya mencapai 402,08 juta dolar AS atau sekitar Rp 5,9 triliun dengan nilai tukar Rp 14.732 per dolar AS.

Data yang dipublikasikan Bank Dunia dalam laporan Statistik Utang Internasional (IDS) pada Senin (12/10) itu menunjukkan, Indonesia berada pada peringkat keenam. Dengan mengecualikan Cina, negara-negara yang memiliki utang luar negeri lebih banyak dari Indonesia adalah Brasil, India, Meksiko, Rusia dan Turki.  

IDS menyajikan gambaran sisa dan aliran utang luar negeri 120 negara berpenghasilan rendah dan menengah pada 2019. Secara keseluruhan, total utang luar negeri mereka pada akhir 2019 mencapai 8 triliun dolar AS atau tumbuh 5,4 persen, tingkat kecepatan yang sama seperti tahun sebelumnya.

Khusus untuk Indonesia, utang luar negeri mengalami pertumbuhan secara bertahap sejak 2009. Apabila dibandingkan 2018, besaran utang luar negeri pada 2019 tumbuh enam persen. Bahkan, jika merujuk pada data 2009 atau ketika utang luar negeri di level 179,4 juta dolar AS, terjadi kenaikan hingga 124 persen.

Utang luar negeri Indonesia didominasi utang jangka panjang. Dominasi ini juga dialami di banyak negara berpendapatan rendah dan menengah lain. "Kebanyakan negara berpenghasilan rendah menengah, sebagian besar utang luar negeri berjangka panjang dan mayoritas dimiliki oleh pemerintah, sisanya oleh entitas publik," tulis laporan IDS, seperti dikutip Republika, Senin.

Sementara itu, jika dilihat dari jenis kreditur, sebagian besar utang luar negeri Indonesia pada tahun lalu berasal dari penerbitan surat utang. Besarannya mencapai 173,2 juta dolar AS, tumbuh lebih dari 500 persen dibandingkan 2009, sebesar 25,8 juta dolar AS.

Dominasi tersebut mengalami pergeseran jika dibandingkan pada 2009. Saat itu, struktur utang luar negeri Indonesia masih mayoritas berasal dari pinjaman.

Secara keseluruhan, Bank Dunia mencatat, rasio utang terhadap Pendapatan Nasional Bruto (Gross National Income/ GNI) mencapai 37 persen. Angka ini tumbuh sedikit dibandingkan satu dekade sebelumnya, 34 persen.

Pertumbuhan signifikan justru terjadi pada rasio utang terhadap ekspor yang pada tahun lalu mencapai 194 persen. Pada 2009, rasionya hanya 141 persen.(*)

loading...
 Sumber : republika /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 22 Oktober 2020 - 20:22:10 WIB

    DPK Perbankan Berbentuk Deposito di Sumbar Tembus Rp15,17 Triliun pada Agustus 2020

    DPK Perbankan Berbentuk Deposito di Sumbar Tembus Rp15,17 Triliun pada Agustus 2020 HARIANHALUAN.COM - Kepala Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumbar, Misran Pasaribu mengungkapkan, dari Dana Pihak Ketiga (DPK) terhimpun dari masyarakat di perbankan umum pada posisi Agustus 2020 tercatat berbentuk dep.
  • Kamis, 22 Oktober 2020 - 20:19:36 WIB

    128 IJK Perbankan Beroperasi di Sumbar

    128 IJK Perbankan Beroperasi di Sumbar HARIANHALUAN.COM – Kepala Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumbar, Misran Pasaribu membeberkan kondisi ekonomi terkini di daerah itu, Kamis (22/10/2020). Mulai dari kinerja industri jasa keuangan, kinerja pasar modal.
  • Rabu, 21 Oktober 2020 - 21:32:08 WIB

    Bank Nagari Cabang Payakumbuh Mulai Sosialisasikan Kredit Simamak

    Bank Nagari Cabang Payakumbuh Mulai Sosialisasikan Kredit Simamak HARIANHALUAN.COM -  Program terbaru Bank Nagari, kredit Solusi Mengatasi Masalah Keuangan (Simamak), yang baru diluncurkan pekan lalu, mulai disosialisasikan di berbagai kantor cabangnya. Program ini  merupakan skema pinjam.
  • Senin, 19 Oktober 2020 - 00:38:20 WIB

    Bank Nagari akan Biayai 1.000 Unit Rumah KPR FLPP Pada Tahun 2021

    Bank Nagari akan Biayai 1.000 Unit Rumah KPR FLPP Pada Tahun 2021 HARIANHALUAN.COM –  Sejak tahun 2015 sampai Agustus 2020, Bank Nagari telah menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan skema pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) senilai Rp180 miliar..
  • Jumat, 16 Oktober 2020 - 06:23:46 WIB

    Kenaikan Jumlah Simpanan di Bank Picu Penurunan Inflasi di Bawah 0%

    Kenaikan Jumlah Simpanan di Bank Picu Penurunan Inflasi di Bawah 0% HARIANHALUAN.COM - Adanya kenaikan yang signifikan pada simpanan di bank umum pada bulan Maret 2020, ketika Covid-19 mulai masuk Indonesia dan Agustus 2020, ketika Indonesia dibayang-bayangi ancaman resesi..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]