Ternyata! Lockdown Bukan Langkah Utama Lawan Pandemi, Ini Kata Pakar WHO


Senin, 12 Oktober 2020 - 23:04:50 WIB
Ternyata! Lockdown Bukan Langkah Utama Lawan Pandemi, Ini Kata Pakar WHO ilustrasi lockdown

HARIANHALUAN.COM - Seorang pakar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr. David Nabarro, meminta para pemimpin negara untuk tidak sembarangan menerapkan penguncian wilayah (lockdown) dalam menghadapi pandemi virus corona karena dinilai berdampak negatif terhadap perekonomian.

Menurutnya, lockdown seharusnya menjadi pilihan terakhir untuk menghadapi pandemi jika cara lain dinilai tidak ampuh. "Kami di WHO tidak menganjurkan lockdown sebagai upaya utama untuk mengendalikan penyebaran virus," kata Nabarro dalam wawancara dengan majalah The Spectator, seperti dikutip New York Post, Senin (12/10/2020).

"Lockdown bisa dilakukan guna memberi kita waktu untuk melakukan mengatur kembali organisasi, penguatan kelompok, menyeimbangkan sumber daya dan melindungi para tenaga medis yang kelelahan, tetapi secara garis besar, kami memilih untuk tidak melakukannya," ujar Nabarro.

Menurut Nabarro, pembatasan secara ketat akan membawa dampak buruk terutama terhadap perekonomian dunia. "Lockdown hanya membawa satu dampak yang tidak boleh dikesampingkan, dan hal itu membuat masyarakat miskin semakin melarat," ujar Nabarro.

Selain itu, kata Nabarro, lockdown juga akan berdampak negatif terhadap negara yang menumpukan perekonomian mereka dari sektor pariwisata. "Coba lihat apa yang terjadi terhadap industri pariwisata di Karibia, atau Pasifik hanya karena orang-orang memilih tidak berlibur," kata dia.

"Lihat juga apa yang terjadi terhadap petani skala kecil di seluruh dunia. Apa yang terjadi terhadap tingkat kemiskinan. Nampaknya kita malah meningkatkan tingkat kemiskinan dunia tahun depan. Bahkan mungkin kita juga meningkatkan tingkat gizi buruk anak-anak," lanjut Nabarro.

Pernyataan Nabarro justru berbanding terbalik dengan saran Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang menyarankan supaya negara-negara tidak terburu-buru melonggarkan pembatasan. "Hal terakhir yang harus dilakukan negara-negara adalah membuka sekolah dan kegiatan niaga, tetapi malah ditutup lagi karena lonjakan kasus," ujar Tedros.

Dia juga menyarankan supaya negara-negara semakin gencar melakukan pemeriksaan dan penelusuran kontak, supaya mereka bisa mempunyai pijakan data yang kuat untuk memutuskan kapan akan membuka kembali kegiatan perdagangan dan mengakhiri lockdown. (*)

loading...
 Sumber : CNN Indonesia /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 30 Maret 2020 - 20:08:37 WIB

    Ternyata! Ini Alasan Buah dan Sayur Tak Boleh Dicuci dengan Sabun

    Ternyata! Ini Alasan Buah dan Sayur Tak Boleh Dicuci dengan Sabun HEALTH, HARIANHALUAN.COM -- Tak semua barang dan benda mesti dicuci dengan sabun untuk mencegah penularan virus corona penyebab Covid-19. Buah dan sayur tak boleh dicuci dengan sabun karena sejumlah alasan. Sabun mengandung b.
  • Sabtu, 28 Maret 2020 - 08:34:56 WIB

    Ternyata! Kulit Jeruk juga Berpotensi Menangkal Virus Corona

    Ternyata! Kulit Jeruk juga Berpotensi Menangkal Virus Corona HEALTH, HARIANHALUAN.COM -- Satu riset dari gabungan sejumlah perguruan tinggi Indonesia menunjukkan bahwa kulit jeruk berpotensi menangkal virus corona..
  • Jumat, 20 Maret 2020 - 09:46:06 WIB

    Ternyata! Virus Corona Bisa Bertahan di Udara Selama Tiga Jam

    Ternyata! Virus Corona Bisa Bertahan di Udara Selama Tiga Jam HEALTH, HARIANHALUAN.COM -- Virus corona Covid-19 yang menular lewat cairan tubuh, ternyata tidak hanya bisa bertahan hidup di permukaan benda mati. Virus dari Wuhan ini juga disebut bisa bertahan selama 3 jam di udara yang b.
  • Ahad, 15 Maret 2020 - 09:43:14 WIB

    Ternyata! Virus Corona Berevolusi Jadi 2 Jenis, Ada yang Agresif

    Ternyata! Virus Corona Berevolusi Jadi 2 Jenis, Ada yang Agresif JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Para peneliti menemukan hal baru soal virus corona atau Covid-19. Virus yang berasal dari Wuhan China ini bermutasi menjadi dua jenis virus. Ilmuwan mengungkapkan bahwa salah satu jenis virus coro.
  • Senin, 02 Maret 2020 - 20:28:39 WIB

    Ternyata! Olahraga Berlebihan Punya Efek Buruk bagi Kesehatan

    Ternyata! Olahraga Berlebihan Punya Efek Buruk bagi Kesehatan HEALTH, HARIANHALUAN.COM -- Seseorang memang dianjurkan untuk berolahraga secara rutin agar tubuh tetap sehat dan kuat. Namun mesti sesuai porsinya, tidak berlebihan. Biasanya orang yang berolahraga secara berlebihan ialah ag.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]