dr. Reisa: Vaksin Berfungsi Cegah dan Kendalikan Wabah Penyakit


Jumat, 09 Oktober 2020 - 12:00:55 WIB
dr. Reisa: Vaksin Berfungsi Cegah dan Kendalikan Wabah Penyakit Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dr.Reisa Broto Asmoro

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Akhir-akhir ini vaksin menjadi isu yang hangat karena terkait pada upaya pengendalian wabah. Seberapa penting sebenarnya seseorang mendapatkan vaksin dan apa pengaruhnya bagi penanggulangan wabah suatu penyakit di masa pandemi?

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dr.Reisa Broto Asmoro mengatakan dengan adanya vaksin, penularan penyakit tertentu dapat dicegah, orang-orang terlindungi dari wabah penyakit, dan kekebalan komunitas akan muncul hingga pada akhirnya wabah dapat dikendalikan.

“Jika wabah dapat dikendalikan dan penularan dicegah sedemikian rupa, maka masyarakat dapat kembali beraktifitas dan kembali produktif. Pasti kita semua ingin kondisi seperti itu segera terwujud. Karena itulah kenapa vaksin dan upaya vaksinasi menjadi penting,” kata Reisa di acara dialog produktif yang digelar secara virtual oleh Forum Merdeka Barat 9, dengan tema Vaksin: Menjawab Mitos dan Menolak Hoaks, Kamis (08/10).

Dikatakan Reisa, hal penting dari persoalan vaksin ini adalah pemahaman terhadap istilah vaksin, vaksinasi dan imunisasi itu sendiri. Vaksin menurutnya alat untuk membentuk antibodi atas suatu penyakit. Sedangkan vaksinasi proses pemberian vaksin baik dengan disuntikkan atau diberikan tetesan lewat mulut untuk meningkatkan antibodi. Tujuan utamanya menangkal penyakit tertentu. Sedangkan imunisasi adalah proses munculnya kekebalan dan terjadinya penangkalan penyakit di dalam tubuh seseorang sebagai hasil vaksin. Singkatnya menurut Reisa, vaksinasi tindakan mendapatkan vaksin dan imunisasi merupakan hasil dari vaksinasi.

Vaksin tidak hanya dapat membentuk antibodi seseorang dalam melawan satu penyakit, tapi juga melindungi orang lain dari penyakit tersebut. “Orang-orang yang nantinya mendapatkan vaksin, tidak hanya melindungi dirinya sendiri. Tetapi juga melindungi orang lain di sekitarnya yang mungkin tidak memiliki akses ke vaksin. Maka terciptalah herd immunity, kekebalan kelompok. Jadi semua mendapat perlindungan,” katanya.

Karena itulah menurutnya kenapa vaksinasi harus dilakukan. Karena dengan adanya vaksin dan vaksinasi jadi salah satu cara agar dapat keluar dari pandemi ini. “Semakin banyak nantinya orang-orang mendapatkan vaksin, penyebaran penyakit akan semakin sedikit. Kalaupun seseorang itu tetap terpapar dengan penyakit tersebut, dengan sudah mendapatkan vaksin paling tidak penyakit yang dideritanya tidak akan separah jika tidak mendapatkan vaksin.”

Reisa tidak menafikan jika banyak masyarakat yang khawatir ketika diberi vaksin. Banyak hoaks terkait pemberian vaksin yang beredar di masyarakat, bahkan mengatakan pemberian vaksin dapat menyebabkan penyakit tertentu.

“Sebenarnya kita harus tahu vaksin itu terbuat dari apa, ada yang menggunakan kuman hidup yang sudah dilemahkan, seperti vaksin MMR, campak, gondong, rubella. Ada juga vaksin yang menggunakan kuman yang tidak aktif, seperti yang digunakan pada vaksin polio. Adalagi vaksin yang hanya menggunakan salah satu bagian dari virus seperti vaksin HPV. Vaksin yang dimasukkan ke tubuh itu hanya alat yang digunakan tubuh untuk membentuk kekebalan tubuh jadi vaksin itu tidak dapat menyebabkan penyakit itu sendiri,” jelasnya.

Ditambahkan Prof. Dr. Henri Subiakto, Staf Ahli Menteri Bidang Hukum Kementerian Komunikasi dan Informatika, proses untuk menghasilkan vaksin dan sampai pada penggunaan vaksin membutuhkan proses yang panjang dan perizinan yang berlapis. Artinya, tidak ada vaksin yang dibuat sembarangan dan dapat digunakan tanpa uji klinis dan perizinan resmi dari pemerintah.

“Banyak orang mendapatkan informasi tentang vaksin dari sejumlah media sosial yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Apalagi di masa wabah Covid-19 ini, banyak sekali hoaks soal vaksin bertebaran.”

Dikatakannya, masyarakat harus berhati-hati terhadap berbagai informasi terkait wabah penyakit yang ada di berbagai media sosial. Untuk menghindari hoaks sebaiknya kritis, lakukan konfirmasi dan upayakan bertanya pada para ahlinya. (*)

loading...
 Sumber : okezone.com /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 28 Juni 2020 - 16:36:35 WIB

    dr. Reisa Perbolehkan Memakai Kolam Renang dengan Syarat...

    dr. Reisa Perbolehkan Memakai Kolam Renang dengan Syarat... HARIANHALUAN.COM - Sejumlah wilayah mulai menerapkan adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau yang akrab di telinga sebagai new normal. Beberapa aktivitas sudah diperbolehkan. Bagaimana dengan penggunaan kolam renang?.
  • Rabu, 03 Juni 2020 - 12:01:28 WIB

    Bagaimana Dampaknya Olahraga Pakai Masker? Ini Kata dr. Michael

    Bagaimana Dampaknya Olahraga Pakai Masker? Ini Kata dr. Michael HARIANHALUAN.COM -- Akhir-akhir ini beredar video yang memberitakan tentang bahaya berolahraga dengan menggunakan masker. Viralnya berita tersebut membuat banyak pecinta olahraga menjadi panik dan berusaha mencari penjelasan .
  • Kamis, 09 Januari 2020 - 19:20:37 WIB

    Mantap..! RST Dr. Reksodiwiryo Beri Penghargaan ke Karyawan Teladan

    Mantap..! RST Dr. Reksodiwiryo Beri Penghargaan ke Karyawan Teladan Rumah Sakit Tentara (RST) Tingkat III Dr. Reksodiwiryo memberi penghargaan kepada empat (4) karyawan teladan yang bekerja dengan baik. Pemberian penghargaan kepada pegawai tersebut merupakan agenda rutin setiap bulan untuk me.
  • Selasa, 31 Desember 2019 - 02:23:41 WIB

    RST Dr. Reksodiwiryo Padang, Rumah Sakit Tentara untuk Rakyat

    RST Dr. Reksodiwiryo Padang, Rumah Sakit Tentara untuk Rakyat PADANG, HARIANHALUAN.COM - Tak terasa, perjalanan tahun 2019 berada di penghujung hari ini. Berbagai peristiwa hingga prestasi dilalui seperti halnya Rumah Sakit Dr. Reksodiwiryo Padang yang tanggal 20 Desember 2019 genap ber.
  • Selasa, 24 Desember 2019 - 13:31:59 WIB
    GALERY FOTO

    Semarak HUT 70 Th RS Dr. Reksodiwiryo Padang

    Semarak HUT 70 Th RS Dr. Reksodiwiryo Padang PADANG, HARIANHALUAN.COM - RS Dr. Reksodiwiryo yang terletak Jalan Dr. Wahidin No.1, Ganting Parak Gadang, Kecamatan Padang Timur kini genap berusia 70 tahun (20 Desember 1949 – 20 Desember 2019)..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]