Ketua Da'i Da'iyah Sumbar Imbau Paslon Hindari Riya' dan Sum'ah


Jumat, 09 Oktober 2020 - 10:17:05 WIB
Ketua Da'i Da'iyah Sumbar Imbau Paslon Hindari Riya' dan Sum'ah Ketua Da'i dan Da'iyah sekaligus Sekretaris Umum Badan Kontak Majelis Ta'lim (BKMT) Sumbar, Buya Haji Syafrizal Sf, SIQ, S. Ag, M. Pd

DHARMASRAYA, HARIANHALUAN.COM - Ketua Da'i dan Da'iyah sekaligus Sekretaris Umum Badan Kontak Majelis Ta'lim (BKMT), Buya Haji Syafrizal Sf, SIQ, S. Ag, M. Pd, mengimbau para tokoh yang maju sebagai pasangan calon (Paslon) pada Pilkada Serentak 2020 khususnya di provinsi itu, agar menghindari pola membangun citra diri bernuansa Riya' dan Sum'ah. 

"Riya' memiliki arti memperlihatkan amal dan sum'ah berarti memperdengarkan amal. Keduanya merupakan salah satu bentuk syirik kecil, " tegasnya saat dihubungi wartawan, Jum'at (09/10). 

Ia menjelaskan, potensi terjerumusnya seorang hamba kepada perbuatan cela tersebut, bisa saja terpicu oleh yang tadinya tujuan awal beramal adalah karena Allah, tetapi tiba-tiba muncul niatan yang ditujukan kepada selain-Nya, yaitu mengharap pujian dan sanjungan dari orang lain.

Terkait larangan melakukan perbuatan Riya' dan Sum'ah itu, lanjutnya, sebagaimana ditegaskan dalam kitab suci Al-Quran dalam QS: Az-Zumar : 2-3 yang berbunyi: Sesunguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.

Kemudian, lanjutnya, pada ayat berikutnya berbunyi:  Ingatlah, hanya kepunyaan Allah lah agama yang bersih (dari syirik), Maka katakanlah orang-orang yang tidak ikhlas, janganlah engkau memperlihatkan amalmu, Karena segala amal yang ditujukan kepada selain Allah akan sia-sia.

Dapat disimpulkan, imbuhnya, amal perbuatan yang diridhai Allah SWT ialah yang diniatkan kepada Allah semata, dikerjakan dengan ikhlas sesuai dengan kemampuan, tidak pilih kasih, dan merupakan rahmat bagi seluruh alam.

"Namun ibadah yang tidak akan diterima oleh Allah SWT merupakan amal ibadah yang dikerjakan dengan niat bukan kepada Allah SWT, tidak ikhlas karena ingin mendapat imbalan, bisa berupa pujian atau penghargaan, serta mengada-ada," katanya.

Ia mengimbau kepada seluruh peserta kontestasi Pilkada Serentak 2020, agar mengembalikan fitrah islam dan iman serta keikhlasan beribadah sesuai tempatnya, dengan tidak mencampuradukkan kepentingan pencitraan semata. 

"Perbuatan Riya' dan Sum'ah itu sangat sulit terlihat oleh manusia, tapi Allah punya sifat Maha Mengetahui apa-apa yang disembunyikan hambanya di lubuk sanubari sekalipun, agar tidak terjerumus kepada golongan orang munafik maka sebaiknya hindari saja agar tidak menimbulkan fitnah bagi diri sendiri dan orang lain, " ajaknya. 

Sehingga, lanjutnya, tujuan berdemokrasi yang salah satunya adalah untuk memilih pemimpin yang memiliki kualitas dan integritas dalam memberikan pelayanan terbaik yang menjadi hak masyarakat secara umum, bisa diwujudkan dan terbebas dari intrik-intrik yang tidak baik apalagi sudah mengarah kepada perbuatan yang dilarang agama dengan tegas. 

"Berlomba-lomba lah dalam menebarkan kebaikan dan jangan sekadar mempertontonkan kebaikan itu serta laksanakan ibadah dengan ikhlas dan jauh dari unsur riya' dan sum'ah, karena disaat seseorang terjebak dalam perbuatan itu sebenarnya ia sedang menipu dirinya sendiri dan sedang membohongi Allah SWT, " tutupnya. (*)

loading...
Reporter : Rully Firmansyah /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]