Dharmasraya Siapkan Infrastruktur Dasar Pengembangan Wisata Sejarah


Kamis, 08 Oktober 2020 - 12:56:57 WIB
Dharmasraya Siapkan Infrastruktur Dasar Pengembangan Wisata Sejarah Kawasan pengembangan Situs Tinggalan Candi Pulau Sawa, yang berada di kawasan Nagari Siguntur, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, pada 2020 pemerintah pusat melalui kementerian terkait kembali mengucurkan dana sebesar Rp 2,1 miliar melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) kementerian terkait.

HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, terus melakukan langkah konkret dalam upaya mempersiapkan infrastruktur dasar bagi pengembangan wisata sejarah yang diproyeksikan menjadi pembeda bagi daerah itu. 

"Pada dasarnya segala persiapan baik berupa regulasi, perencanaan dan potensi pembiayaan sudah digarap sejak 2017 dengan mengedepankan situs-situs sejarah peradaban sebagai ikon pengembangannya, " Kata Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga setempat, Benny Mandala Putra, di Dharmasraya, Kamis (08/10). 

Dalam pelaksanaannya, jelas dia, pihak pemerintah daerah hanya memiliki kewenangan mengembangkan kawasan penyangga, sementara kawasan inti yang merupakan koordinat kawasan situs tinggalan cagar budaya itu tetap dibawah kewenangan dan perlindungan pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB).

Hal itu bisa terlihat dari desain proyeksi pengembangan suatu kawasan oleh pihaknya, yang menitikberatkan pada penguatan infrastruktur penunjang bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), berbasis kemampuan sebuah destinasi dalam menyerap tenaga kerja.

Yang terbaru adalah pembangunan kios pedagang di sekitar kawasan Cagar Budaya Candi Pulau Sawah, yang menelan biaya mencapai Rp 2,1 miliar atau menyusut dari rencana awal sebesar Rp 3 miliar lebih akibat adanya refocusing anggaran di masa pandemi Covid-19. 

"Dharmasraya termasuk daerah yang beruntung karena disaat kelanjutan pembangunan di daerah lain terpaksa dihentikan, pihak pemerintah pusat masih mengupayakan pencairan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk daerah ini meskipun harus pembangunan lapangan parkir yang terintegrasi dengan kawasan inti dan penyangga harus ditunda dulu," sebutnya. 

Selain itu, lanjutnya, upaya menggelorakan kembali kegiatan atraksi budaya, kuliner khas serta unsur lainnya yang memiliki nilai kepariwisataan seperti kerajinan cinderamata dan lain sebagainya. 

"Mungkin upaya yang dilakukan masih berada pada tingkat dasar dalam sebuah tahapan pengembangan destinasi, namun dengan ragam potensi yang ada diyakini akan menjadi sebuah percepatan mengingat tingginya perhatian pemerintah pusat terhadap upaya membangun potensi industri kepariwisataan," ulasnya. 

Terkait upaya membangun komunitas sadar wisata yang menjadi salah satu syarat utama suksesnya upaya tersebut, ia mengatakan langkah melibatkan pihak pemerintah nagari sebagai salah satu komponen penggerak utama pengembangan sebuah destinasi menjadi mutlak dilakukan. 

Selain potensi yang dikembangkan berada dalam wilayah administrasi kenagarian yang ada, jelasnya, target akhir pengembangan kawasan destinasi dari tinjauan ekonomi mikro dan makro adalah masyarakat nagari itu sendiri. 

"Sehingga konflik antara pemerintah dengan masyarakat terkait upaya perlindungan terhadap suatu kawasan cagar budaya, bisa diperkecil dengan membangun kesadaran masyarakat sekitar untuk turut serta melindungi benda-benda cagar budaya yang sudah diatur tersendiri terkait penggunaan dan sanksi bagi yang sengaja merusaknya, " Tutupnya. 

Kabupaten Dharmasraya memiliki berbagai potensi wisata alam, dibuktikan dengan banyaknya peninggalan situs budaya, berupa Candi Padang Roco, Candi Pulau Sawa peninggalan kerajaan Dharmasraya Raja Adityawarman pada abad ke-13 Masehi.

Selain itu, juga memiliki beberapa kerajaan kerajaan ternama lainnya, yakni Kerajaan Pulau Punjung dibawah pimpinan Rajo Tuanku Sati, Kerajaan Sungai Dareh (Tiang Panjang) dibawah pimpinan Tuanku Rajo Besar, Kerajaan Siguntur dipimpin Rajo Sutan Bagindo Ratu, Kerajaan Padang Laweh dipimpin Raja Sutan Alif, Kerajaan Koto Besar dibawah pimpinan Tuanku Maharaja Diraja. 

Hingga saat ini peninggalan sako, pusako berupa Rumah Gadang Kerajaan, serta arca-arca tua sisa peradaban kebudayaan hindu-budha masih berdiri megah sebagai tinggalan sejarah peradaban Kerajaan Dharmasraya di masa kejayaannya. (*)

 

loading...
Reporter : Rully Firmansyah /  Editor : Heldi Satria

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]