Dana Kampanye Paslon Pilkada Limapuluh Kota Hanya Boleh Rp 6,4 Miliar


Selasa, 29 September 2020 - 21:16:13 WIB
Dana Kampanye Paslon Pilkada Limapuluh Kota Hanya Boleh Rp 6,4 Miliar Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Batasan penggunaan dana kampanye di Pilkada Kabupaten Limapuluh Kota, akhirnya disepakati. Masing-masing pasangan calon bupati dan wakil bupati hanya boleh menggunakan dana kampanye maksimal hingga Rp6,4 miliar.

Kesepakatan tersebut diputuskan saat rapat bersama antara KPU dengan masing-masing pasangan calon serta pengurus partai politik pengusung dari paslon Pilkada Limapuluh Kota di aula kantor KPU Limapuluh Kota pada Selasa (29/9) sore.

"Maksimal untuk penggunaan dana kampanye maksimal hingga Rp 6,4 miliar," terang Amfrizer, Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Limapuluh Kota. Saat rapat bersama tersebut, dari 4 pasangan calon, hanya satu calon yang menghadiri rapat tersebut, yakni calon wakil bupati dari pasangan nomor urut 2, Maskar Datuak Pobo. Sisanya, tiga pasangan lainnya hanya dihadiri oleh tim penghubung.

Diterangkan Amfrizer, saat rapat berlangsung, terjadi diskusi yang cukup panjang dalam memutuskan berapa angka maksimal penggunaan dana kampanye dari pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Limapuluh Kota. "Awalnya ada usulan Rp 5 miliar hingga Rp 7 miliar, dan akhirnya disepakati di angka Rp 6 miliar. Setelah dilakukan analisa oleh KPU, diputuskan penggunaan dana kampanye maksimal sebesar Rp 6,4 miliar. Artinya, masing-masing pasangan calon hanya boleh menggunakan dana kampanye milik mereka tidak boleh melebihi angka yang diputuskan," tegas Amfrizer.

Dijelaskannya, angka sebesar Rp 6,4 miliar tersebut, nantinya paling banyak dikeluarkan oleh paslon saat kampanye dengan pertemuan terbatas dan tatap muka. "Dari hitung-hitungan kami, untuk kampanye tatap muka 50 orang boleh dilakukan maksimal sebanyak 852 kali kegiatan. Atau sebanyak 12 kegiatan perharinya. Untuk kampanye ini saja sudah habis sebesar Rp 4 miliar. Belum lagi kampanye bentuk lain serta kebutuhan alat peraga kampanye sehingga didapat angka maksimal penggunaan dana kampanye sebesar Rp 6,4 miliar," kata Amfrizer.

Menurut Am, batas dana kampanye Pilkada oleh Paslon di Pilkada 2020 ini, lebih besar dibandingkan batas dana kampanye saat Pilkada 2015 lalu. "Pilkada 2015, batas dana kampanye sebesar Rp 3,5 miliar. Besarnya batas maksimal Pilkada kali ini disebabkan oleh peningkatan sejumlah biaya meski beberapa pelaksaan kampanye berkurang dari Pilkada sebelumnya dampak dari Covid-19," ungkapnya. 

Kemudian, katanya, setiap penggunaan dana kampanye yang ada di rekening milik masing-masing paslon, harus dilaporkan ke KPU. (*)

loading...
Reporter : Dadang Esmana /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]