Mahasiswa Indonesia di Cina Protes Menteri Luhut Terkait Hal Ini


Selasa, 29 September 2020 - 13:02:47 WIB
Mahasiswa Indonesia di Cina Protes Menteri Luhut Terkait Hal Ini Mahasiswa Indonesia di China saat mendengarkan kuliah umum dari Dubes Indonesia.

HARIANHALUAN.COM - Mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Kedokteran Luar Negeri Indonesia (Perluni) di China merasa berkeberatan dengan wacana Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang akan mempermudah izin praktik bagi dokter asing. Bagi WNI yang kuliah kedokteran di luar negeri mengalami kesulitan untuk melakukan praktik di negaranya sendiri.

Mereka harus melalui prosedur yang panjang dan perlu waktu bertahun. Sedangkan, Luhut pada pertengahan Agustus lalu mengatakan, pemerintah akan mempermudah izin praktik dokter asing dengan memberikan visa khusus kepada mereka supaya proses administrasi yang diperlukan untuk masuk ke Indonesia bisa lebih mudah.

"Bagaimana bisa dokter asing dipermudah, sementara dokter WNI lulusan luar negeri harus berjuang keras agar bisa praktik di Indonesia?" kata Ketua Umum Perluni Cina Adi Putra Korompis, Selasa (29/9/2020).

Menurut Adi, yang sedang mengambil pendidikan kedokteran di Kota Jinzhou, Provinsi Liaoning, banyak WNI yang telah berpraktik sebagai dokter spesialis di luar negeri. Mereka ingin kembali ke Indonesia untuk mengabdi, tapi terkendala berbagai proses adaptasi dan birokrasi di Indonesia yang memakan waktu sangat lama.

Dokter WNI lulusan luar negeri harus memulai proses dari penyetaraan ijazah di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Harus melakukan proses administrasi di Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia (MKKI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Wajib mengikuti tes penempatan dengan terlebih dulu harus mendapatkan surat pengantar ke perguruan tinggi di Indonesia untuk mengikuti proses adaptasi.

Waktu yang dibutuhkan untuk proses adaptasi di perguruan tinggi di Indonesia memakan waktu maksimal setahun untuk dokter umum dan maksimal dua tahun untuk dokter spesialis. Mereka pun meminta pemerintah Indonesia peduli atas fenomena tersebut dengan memberdayakan para dokter WNI lulusan luar negeri. Karena tidak sedikit dokter WNI yang juga berprestasi di luar negeri dan ingin berbakti terhadap bangsa dan negaranya sendiri. (*)

loading...
 Sumber : Haluan Media Group /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]