M.Risyad Ghapur Tiap Bulan Tambah Darah, Orang Tua Bersyukur Biaya Ditanggung JKN-KIS


Senin, 28 September 2020 - 20:50:39 WIB
M.Risyad Ghapur Tiap Bulan Tambah Darah, Orang Tua Bersyukur Biaya Ditanggung JKN-KIS Foto: Istimewa

HARIANHALUAN.COM - Muhammad Risyad Ghapur bocah lelaki berusia enam tahun asal Jorong Kampung Palak, Nagari Pasir Talang Selatan, Solok Selatan (Solsel) sejak usia tiga tahun sampai sekarang rutin transfusi darah tiap bulan untuk menambah sel darah yang kurang.

Deka Yon Martos (40), Ayah dari Risyad kepada Harianhaluan.com, Senin (28/9/2020) mengatakan penyakit yang dialami anak bungsunya itu diketahui sejak berusia tiga tahun. Dimana, sejak lahir sampai usia tiga tahun tidak ada gejala.

Menurut Deka, penyakit Thalasemia yang dialami oleh anaknya diketahui ketika anak kesayangannya Risyad sempat mengalami jatuh dari sepeda ketika usia tiga tahun.

"Setelah jatuh dari sepeda, Risyad dibawa ke tukang urut. Namun, sebulan setelah dilakukan terapi urut, kami selaku orang tua lakukan pemeriksaan ke dokter. Saat diperiksa ke dokter diketahui jika Risyad mengalami penurunan Hemoglobin (Hb). Menurut dokter ketika itu Hb anak saya sangat rendah sekitar 4-5 Hb nya," ujarnya.

Semenjak pemeriksaan tersebut diketahui, jika Risyad mengalami Thalasemia. "Dengan kondisi anak seperti ini, hati orangtua mana yang tidak sedih. Kami berharap semoga Risyad bisa sembuh dan tidak lagi rutin tiap bulan lakukan penambahan darah," bebernya.

Akan tetapi, katanya, Risyad selalu aktif tidak menunjukkan tanda-tanda mengalami penyakit. Aktifitas di sekolah maupun dilingkungan rumah berjalan layaknya anak pada umumnya.

"Bahkan Risyad terkesan Hiperaktif. Namun, apabila terlambat melakukan transfusi darah maka anak saya terlihat pucat tapi tetap aktif bermain. Kendalanya, Risyad susah makan," tuturnya.

Pihaknya juga merasa bersyukur, kerena biaya pengobatan selama tiga tahun ini ditanggung oleh program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

"Saya bekerja sebagai karyawan disalah satu perusahaan swasta dan menjadi peserta JKN-KIS yang didaftarkan pihak perusahaan tempat bekerja. Tidak hanya saya, namun istri dan ketiga anak saya juga peserta JKN-KIS kelas II," katanya.

Menurutnya, jika pengobatan yang dilakukan Risyad sebagai pasien umum maka pihaknya mengaku tidak sanggup. Pasalnya, dalam sebulan minimal harus merogoh kocek sekitar Rp2 juta.

"Anak saya tiap bulan butuh satu kantong darah golongan O. Jika pasien umum tentu darah harus dibeli. Belum lagi obat-obatan dan biaya rawat inap selama sehari tiap bulan. Tapi, alhamdulillah berkat program JKN-KIS semua biaya pengobatan ditanggung," katanya. (*)

loading...
Reporter : Jefli /  Editor : Milna Miana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]