Ini Tips Investasi Saham Saat Resesi


Ahad, 27 September 2020 - 17:12:25 WIB
Ini Tips Investasi Saham Saat Resesi Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pandemi yang sudah menginfeksi lebih dari 33 juta orang secara global per Minggu ini (27/9/2020), telah menyebabkan ekonomi banyak negara kacau dan puluhan negara terjerat ke dalam resesi, tidak terkecuali Indonesia.

Pandemi virus corona (Covid-19) telah sangat mempengaruhi pergerakan pasar saham sejak pertama kali mewabah di Wuhan, China pada Desember lalu.

Namun demikian, semua masalah tersebut tidak harus dijadikan alasan untuk berhenti berinvestasi di pasar saham. Sebab, menurut Analis Indo Premier Sekuritas, Mino, ada beberapa tips investasi yang bisa dilakukan di tengah resesi seperti sekarang ini. Berikut diantaranya:

1. Tentukan lama waktu investasi (timeline)

Mino mengatakan hal pertama yang mesti dilakukan agar investasi tetap cuan atau menguntungkan di tengah kondisi ekonomi saat ini, adalah dengan menentukan time frame atau jangka waktu investasi.

"Jadi kalau untuk kondisi saat ini tergantung dari time frame ya. Time frame, temen-temen, kalau misalnya untuk jangka pendek, saya pikir posisinya harus sekecil mungkin ya karena fluktuasi market yang seperti ini," katanya.

"Tapi kalau misalnya kita pegang untuk jangka panjang ya, misalnya kita let's say satu tahun atau satu tahun setengah saya pikir justru saat ini bisa menjadi salah satu opsi untuk memperbesar portofolio di saham ya," katanya.

2. Tentukan porsi investasi

Mino lebih lanjut mengatakan bahwa tips lain yang juga harus diperhatikan saat berinvestasi di kondisi yang tidak pasti, adalah dengan memperhatikan ke mana dana harus diinvestasikan. Hal ini demi meminimalisir kerugian. Ia menyarankan agar dana investasi lebih banyak dihabiskan di saham-saham big cap atau saham perusahaan dengan kapitalisasi pasar yang besar.

"Kalau misalnya agak panjang lebih dari 1 tahun, saya pikir porsi yang besar pun itu enggak ada masalah gitu. Tapi, tentunya porsi yang besar itu adalah di saham-saham yang big cap itu. Bukan saham-saham yang third liner atau second liner," katanya.

Untuk angka pembagiannya, ia menyarankan untuk menginvestasikan 99% di saham-saham big cap.

"Ya kalau untuk ke portofolio yang saham big cap saya pikir porsinya harus 99% lah. Itu harus big cap. Kemudian beberapa sektor kalau misalnya tadi berdasarkan sektor ya, misalnya consumer, consumer mungkin kalau secara porsi ini tentunya dengan time frame bahwa saya nanti pegangnya akan lebih dari 1 tahun.

"Kalau dengan seperti itu kondisi seperti itu saya akan lebih memilih memperbesar porsi di sektor yang kira-kira nanti rebound-nya akan lebih cepat. Misalnya kita taruh misalnya 60% di sektor perbankan, kemudian 30% di sektor consumer, kemudian yang lain di sektor lainnya gitu. Jadi tentunya tadi tergantung dari time frame dari masing-masing investor," katanya.

loading...
 Sumber : CNBC Indonesia /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]