Ternyata Orang Minang! Ini Sosok Akmal Taher, Pakar Urologi yang Mundur dari Satgas Corona


Ahad, 27 September 2020 - 11:52:06 WIB
Ternyata Orang Minang! Ini Sosok Akmal Taher, Pakar Urologi yang Mundur dari Satgas Corona Akmal Taher

HARIANHALUAN.COM - Profesor Akmal Taher memutuskan mundur dari jabatan Ketua Bidang Penanganan Kesehatan di Satuan Tugas (Satgas) COVID-19. Selama kariernya, Akmal dikenal sebagai guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Dikutip dari situs resmi UI, Akmal dikenal sebagai pakar Urologi, yakni ilmu kedokteran yang mempelajari kelainan saluran kemih. Selain sebagai guru besar, Akmal Taher pernah menjabat Direktur Utama Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta dan Ketua Terpilih Ikatan Ahli Urologi Indonesia.

Dia juga tercatat aktif sebagai pembicara dalam Pertemuan Ilmiah tingkat International (11 forum hingga tahun 2002) dan Nasional (90 forum hingga tahun 2003).

Akmal Taher lahir di Jakarta, pada 27 Juli 1955. Dikutip dari wikipedia, Akmal Taher lahir dari pasangan Taher dan Rosnalia yang berasal dari Koto Gadang, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Ia menyelesaikan pendidikan menengahnya di Kolese Kanisius, Jakarta. Kemudian ia melanjutkan pendidikan dokter umum di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dan lulus sebagai Urolog pada tahun 1988.

Selanjutnya, Akmal melanjutkan pendidikan di bidang Spesialis Urologi FK UI tahun 1988 serta meraih gelar Doktor Medikus Hannover Medical School, Hannover, Jerman (1993), dan Doktor FK UI Jakarta (1993).

Akmal Taher juga Aktif mengikuti kegiatan pelatihan, salah satunya pelatihan teknik baru tentang operasi Epididimovasostomi Cornell Medical Center, New York, Amerika Serikat (2003).

Karena ketekunannya, Akmal pun pernah meraih beberapa tanda penghargaan, antara lain Satyalancana Karya Satya 20 tahun (2004); pemenang terbaik kedua pada 'Medika Award' dalam artikel ilmiah dalam majalah Medika (2002), hasil terbaik pada 'Riset Unggulan Terpadu' dari Meneteri Riset dan Teknologi (1997), All Star Award Galamedika (1996), Grosshardener Innovationpreis, Jerman (1994), 'Peneliti Muda Terbaik' di Bidang Kesehatan LIPI Indonesia (1993).

Bahkan, Akmal juga dikenal sebagai pemilik hak paten: use of inhibitor of Phosphodiesterase IV di Jerman, USA, Eropa, Kanada dan Jepang. Akmal juga sempat menjadi Staf Ahli Kementerian Kesehatan Bidang Peningkatan Pelayanan.

Kini, Akmal memutuskan mundur dari Satgas. Pengunduran diri ini disampaikan oleh Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo.

"(Pengunduran diri secara lisan) tadi malam," kata Doni kepada wartawan, Jumat (25/9/2020).

Namun, Akmal Taher belum memberikan surat pengunduran diri secara resmi. Doni Monardo pun hingga kini belum memperbarui kabar surat resmi pengunduran diri Akmal Taher. Selang sehari, Ahmal Taher pun buka suara terkait dengan keputusannya itu.

"Ha-ha-ha... iya, saya kan di kampus bukan bagian ikut semesternya, saya bagian ngajarnya, nggak di semester, ha-ha-ha.... Iya, resign-nyalah. Sementara ini resign dululah, menjawab nggak ya kira-kira? Ha-ha-ha...," ujar Akmal Taher, dalam diskusi virtual di akun YouTube CISDI TV, Sabtu (26/9).

Tetap menyangkut soal pengunduran dirinya, Akmal Taher bicara soal pentingnya tracing (pelacakan) dan testing (pengetesan) COVID-19. Dia mengatakan akan bicara soal itu dan peran penting puskesmas terkait pandemi COVID-19.(*)

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]