Anak Sering Kentut? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya


Sabtu, 26 September 2020 - 10:01:34 WIB
Anak Sering Kentut? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya Ilustrasi anak kentut

HARIANHALUAN.COM - Selain orang dewasa, anak kecil juga sering kentut lho. Lalu, apa penyebabnya? Bisakah diatasi. Simak yuk ulasannya.

Seperti dilansir dari Popmama.com, Sabtu (26/9/2020), kentut memang bukan sembarangan angin, kentut disebabkan oleh pengeluaran gas yang berlebihan dari dalam usus melalui anus.

Dan umumnya dengan Buang Air Besar (BAB). Banyak faktor yang menentukan seberapa sering maupun volume kentut anak. Di antaranya pola makan dan penggunaan obat-obatan tertentu seperti jenis antibiotik.

Memang belum ada penelitian normalnya anak kentut dalam sehari, namun buang angin sekitar 14 kali dalam sehari masih dianggap normal. Sedangkan volume angin yang di produksi setiap individu dalam kondisi normal bervariasi antara 400­1.600 ml per hari.

1. Kentut disebabkan oleh proses fermentasi dalam tubuh yang membentuk sejumlah gas

Proses pencernaan dan penyerapan makanan terjadi dalam usus halus. Makanan yang tidak dapat dicerna dan diserap tubuh akan dibuang ke usus besar. Sisa makanan yang ada di dalam usus besar ini merupakan makanan bagi bakteri yang ada di dalam usus.

Dalam usus besar juga terjadi proses fermentasi yang membentuk sejumlah gas. Mengacu pada proses ini, maka jenis makanan yang dikonsumsi juga menentukan produksi gas dalam usus anak.

Semakin banyak anak mengonsumsi jenis makanan yang tidak dapat dicerna, maka semakin meningkat pula proses fermentasi oleh bakteri. Akibatnya, produksi gas pun mengalami peningkatan. Jenis gas yang diproduksi dalam usus antara lain karbondioksida (CO2), hidrogen (H2), dan metan.

Selain itu ada pula sumber gas dalam usus anak yang berasal dari udara luar, seperti nitrogen (N2) dan oksigen (O2). Udara dari luar ini dapat ikut masuk ke dalam tubuh akibat aktivitas makan yang tidak benar, seperti kebiasaan mengunyah permen karet, dan sebagainya.

2. Aroma tak sedap disebabkan oleh pembusukan metabolisme bakteri dalam usus besar

Pada dasarnya tidak semua kentut mengeluarkan bau tidak sedap. Namun, angin yang satu ini bisa menjadi bau akibat proses pembusukan oleh metabolisme bakteri dalam usus besar.

Bau tak sedap juga bisa timbul berupa bau asam, yang diakibatkan jika anak mengonsumsi makanan yang tidak sesuai kemampuan organ pencernaannya. Selain itu, makanan berbau tajam seperti, petai, durian, nangka, dan cempedak, juga dapat menyebabkan kentut anak berbau.

Kentut yang tidak berbau, umumnya terdiri dari 5 komponen gas, yaitu gas nitrogen, oksigen, hidrogen, metan, dan karbondioksida. Sedagkan, kentut yang berbau umumnya merupakan campuran gas yang berbau seperti skatol, indol, hidrogen sulfida, dan asam lemak rantai pendek.

Walaupun gas ini hanya dalam jumlah kecil, namun mampu menimbulkan aroma yang menusuk hidung.

3. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan anak menjadi lebih sering kentut

Jika anak sering kentut dalam sehari, beberapa kemungkinan penyebabnya adalah sebagai berikut:

Mengalami intoleransi laktosa

Intoleransi laktosa merupakan kondisi di mana tubuh tidak dapat mencerna laktosa yang terkandung dalam susu, yang mengakibatkan produuksi gas menjadi berlebihan. Hal ini biasanya disertai dengan keluhan sakit perut. Solusinya, hindari anak dari makanan atau minuman yang mengandung susu/laktosa.

Kesalahan dalam pemberian makan

Anak yang terlalu banyak mengonsumsi makanan, tidak selalu dapat dicerna secara tuntas oleh usus. Akibatnyam banyak sisa makanan yang dihasilkan seperti selulosa atau serat, stakiosa, dan rafinosa.

Selulosa merupakan dinding sel tumbuh-tumbuhan yang terdapat pada bahan makanan seperti sayuran, sedangkan stakiosa dan rafiosa banyak terdapat pada kacang merah. Semakin banyak makanan yang tidak dapat dicerna usus, maka semakin banyak juga gas yang diproduksi dalam tubuh anak.

Menangis berlebihan

Saat anak menangis, ada kemungkinan udara ikut masuk melalui mulut. Sehingga setelah anak menangis berlebihan, anak akan lebih sering kentut.

Pemberian antiobiotik yang tidak tepat atau berlebihan

Akibat pemberian antibiotik yang tidak tepat atau berlebihan, flora normal usus akan mati yang membuat pertumbuhan kuman patogen dan fermentasi makanan oleh bakteri menjadi berlebihan.

Bakteri yang tubuh berlebihan dalam usus

Hal ini kerap terjadi pada kasus-kasus diare kronik yang disebabkan oleh parasit jenis tertentu.

Pengeluaran gas dari darah

Pengeluaran gas dari darah dikenal dengan istilah difusi. Selama proses difusi ini gas tertentu seperti CO2 akan dikeluarkan ke lambung, N2 ke usus halus dan usus besar, O2 ke usus besar. Adanya tambahan gas dari peredahan darah ke usus ini dapat meningkatkan jumlah gas dalam usus yang dikeluarkan sebagai kentut.

4. Cara mengurangi intensitas anak yang kentut berlebihan

Jika ingin mengurangi intensitas kentut anak yang berlebihan, ada beberapa cara yang dapat Mama lakukan. Pertama, cari tahu dan kenali penyebabnya. Kedua, dengan menghindari penyebab tersebut.

Bila disebabkan pola makan yang salah, seperti terlalu banyak mengonsumsi serat, Mama perlu mengurangi jumlah serat yang dikonsumsi anak. Bila disebabkan intoleransi laktosa, maka anak perlu menghindari susu dan produk olahannya.

Akan tetapi jika penyebabnya sudah dihindari dan intensitas kentut pasih berlebihan, maka Mama perlu membawa anak untuk berkonsultasi dengan dokter. Dokter nantinya akan meresepkan obat yang dapat menyerap kelebihan gas di usus. Tentunya, pemberian obat harus mengikuti anjuran dokter ya, Ma!. (*)

loading...
 Sumber : Popmama.com /  Editor : Milna Miana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 17 Oktober 2020 - 16:40:55 WIB

    Waspada! Minuman Pemanis Bisa Picu Hiperaktif pada Anak

    Waspada! Minuman Pemanis Bisa Picu Hiperaktif pada Anak HARIANHALUAN.COM - Penelitian baru mengatakan pemanis yang digunakan dalam minuman bersoda, biskuit, kue dan es krim bisa memicu hiperaktif pada anak-anak..
  • Rabu, 14 Oktober 2020 - 19:26:42 WIB

    Anak Alami Gejala Mirip COVID-19, Ini Saran Dokter

    Anak Alami Gejala Mirip COVID-19, Ini Saran Dokter HARIANHALUAN.COM - Tidak ada satupun orang tua yang ingin melihat anaknya terkena COVID-19. Namun, jika anak mengalami gejala-gejala yang mirip dengan penyakit tersebut, apa yang harus dilakukan?.
  • Jumat, 02 Oktober 2020 - 21:41:31 WIB

    Anak Muda Jadi Sumber Utama Penyebaran Covid-19

    Anak Muda Jadi Sumber Utama Penyebaran Covid-19 HARIANHALUAN.COM - Hasil studi terbaru menunjukkan anak muda adalah sumber utama penyebaran Covid-19. Berdasarkan penelitian yang baru saja dipublikasikan di jurnal Science ini, orang yang berusia dewasa muda mampu menjadi su.
  • Sabtu, 26 September 2020 - 17:27:10 WIB

    Hasil Studi Sebut Anak-Anak Punya Sistem Kekebalan COVID-19 yang Lebih Baik

    Hasil Studi Sebut Anak-Anak Punya Sistem Kekebalan COVID-19 yang Lebih Baik HARIANHALUAN.COM - Sebuah studi baru menyebutkan, anak-anak yang terinfeksi virus corona memiliki respons sistem kekebalan yang lebih baik dibandingkan orang dewasa..
  • Ahad, 13 September 2020 - 14:22:18 WIB

    Waspada! Anak-Anak Tanpa Gejala Bisa Menularkan Covid-19

    Waspada! Anak-Anak Tanpa Gejala Bisa Menularkan Covid-19 HARIANHALUAN.COM - Sebuah hasil studi terbaru menunjukkan anak-anak dengan gejala ringan atau tanpa gejala dapat menyebarkan Covid-19 pada orang lain. Laporan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (C.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]