Remdesivir Obat untuk Pasien Corona Sudah Tiba di RI, Luhut Minta Kemenkes Distribusi Secara Adil


Jumat, 25 September 2020 - 23:26:26 WIB
Remdesivir Obat untuk Pasien Corona Sudah Tiba di RI, Luhut Minta Kemenkes Distribusi Secara Adil Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo melaporkan obat remdesivir untuk pasien Corona sudah tiba di Tanah Air. Namun, obat itu sempat tertahan di Bandara Soekarno-Hatta perkara bea masuk yang harus dibayarkan.

"Telah tiba di Cengkareng obat remdesivir yang didatangkan oleh importir Amarox, namun belum bisa diambil karena untuk bea masuk mereka ini harus dibayarkan mengingat belum terdaftar di Satgas, malam ini diproses dan besok pagi akan diurus supaya kesempatan pertama besok remdesivir sudah bisa keluar dari bandara," kata Doni dalam video rapat virtual bersama Luhut Binsar Pandjaitan pada Kamis (24/9/2020).

Rapat itu bertajuk Sosialisasi dan Implementasi Tata Laksana Klinis Pasien Covid-19 dan Pengadaan Farmalkes untuk Pasien. Video rapat virtual itu sendiri beredar pada hari ini, Jumat (25/9/2020).

Luhut tak menyoal soal obat yang sempat tertahan itu. Dia mengatakan obat itu harus segera didistribusikan untuk emergency.

"Oke ndak ada masalah, main tokok kepalanya kalau ndak dikeluarin itu tuh, pokoknya keluar barangnya dulu baru kita urus, ini orang kemanusiaan kok, cepat, emergency. Ini cuma ada obatnya Pak Doni, cuma ada 10 ribu dan 4 ribu," kata Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional itu.

Sekadar informasi, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal medis Nature memperlihatkan remdesivir, obat antivirus yang belakangan digunakan untuk pasien virus Corona dan mampu mencegah penyakit paru-paru yang disebabkan oleh COVID-19.

Dalam rapat virtual itu, Luhut langsung menginstruksikan Stafsus Menkes, dr Daniel Tjen, mendistribusikan obat secara adil. Dia tak ingin ada pasien meninggal karena tak ada ketersediaan obat.

"Jadi saya minta Pak Daniel kamu mendistribusikan obatnya itu supaya adil, jadi sesuai dengan kategori ringan, sedang, berat, critical, jadi supaya itu betul-betul jangan ada orang yang meninggal gara-gara obat nggak ada," kata Luhut.

"Saya minta 1 minggu ke depan harus jadi tuh karena remdesivirnya sudah datang. Sama tadi plasma konvalesen cek lagi alatnya supaya dari Jepang bisa cepat datang. Dan benar tadi, jangan nunggu alatnya datang baru di-train, training dari sekarang. Termasuk alat ECMO itu juga di-training, saya titip betul. Ini Bapak, Ibu, kerjaan kita ramai-ramai lho ya jangan ada rasa ini karena saya, ndak," lanjut dia.(*)

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]