Waw! Ada Isu Cleaning Service Tajir Kasus Kebakaran Kejagung?


Jumat, 25 September 2020 - 10:18:04 WIB
Waw! Ada Isu Cleaning Service Tajir Kasus Kebakaran Kejagung? Polisi olah TKP Kebakaran Gedung Kejagung. detik.com

HARIANHALUAN.COM - Politikus PDIP Arteria Dahlan mempertanyakan kebenaran isu saksi dari cleaning service di kasus kebakaran gedung Kejagung yang memiliki rekening lebih dari Rp100 juta. Kejagung akan turun tangan mengusut isu cleaning service 'tajir' tersebut.

Isu cleaning service 'tajir' itu mencuat saat rapat Komisi III DPR bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kamis (24/9/2020). Arteria yang merupakan anggota Komisi III F-PDIP itu, awalnya meminta Burhanuddin berhati-hati dalam penanganan kasus kebakaran ini.

Arteria kemudian mempertanyakan soal informasi petugas cleaning service yang punya rekening ratusan juta rupiah ke Burhanuddin. Ia juga mempertanyakan kenapa petugas cleaning service ini bisa memiliki akses ke lantai 6 yang menjadi titik awal api kebakaran.

"Saya ingin sampaikan begini Pak Jaksa Agung, ada anak cleaning service yang diperiksa, banyak. Saya ingin sampaikan apakah mungkin, tolong nanti Bapak hati-hati, ada tidak manipulasi keterangan? Jaksa Agung harus curiga. Ada satu cleaning service, dia orang kerja di lantai bawah, di lantai dasar, kok bisa punya akses ke lantai 6, yang ditengarai dia itu tidak hanya cleaning service, bisa berbuat sesuatu," ujar Arteria.

"Apa benar, dicek juga, Pak, rekening uangnya itu di atas Rp 100 juta tuh cleaning service? Apa benar, saya hanya bertanya, kalau dia diperiksa selalu didampingi oleh anak buahnya mantan JAM-lah gitu?" lanjut dia.

Tak hanya itu, Arteria juga menanyakan apakah saksi cleaning service tersebut digunduli. Ia meminta Jaksa Agung mencermati setiap proses hukum kasus kebakaran tersebut.

"Apa benar, Pak ada penampilan baru yang bersangkutan dibotakin? Kalau dibotakin hati-hati, Pak, sulit kalau mau cek DNA rambutnya sudah plontos. Harusnya Pak Jaksa Agung jangan terlalu percaya orang, harus diatensi dan dicermati setiap proses hukum yang terkait dengan kebakaran," ungkapnya.

Untuk itu, Arteria meminta Kejagung mengusut tuntas kasus kebakaran tersebut. ia berharap Kejagung mengungkap aktor di balik kebakaran gedung Kejagung untuk menghindari spekulasi yang berkembang di publik.

"Pak Jaksa Agung orang baik, nggak tahu mana yang bahaya dan tidak bahaya dan menganggap semua orang baik. Kami juga minta betul untuk diusut siapa yang melakukan, katanya polisi kan ada, siapa yang membantu melakukan, siapa aktor intelektual, apa karena kesengajaan atau kelalaian atau kesalahan dan seperti apa. Ini tolong lah biar kita tidak terlalu lama spekulasi kebakaran itu sabotase atau apa," tandasnya.

Dalam rapat itu, Burhanuddin langsung merespon pertanyaan dari Arteria soal cleanning service 'tajir' itu. Burhanuddin menegaskan pihaknya akan mengusut tuntas dalang di balik kebakaran gedung utama Kejagung. Termasuk mengusut soal rekening cleaning service yang dipertanyakan Arteria Dahlan.

"Dan bagi saya, kemarin disampaikan oleh Kabareskrim saya memang bersyukur, (tersangka) harus ditemukan. Saya minta harus ada. Kalau memang ada itu kesengajaan atau kelalaian, saya mengharapkan adanya tersangka untuk itu. Dan siapa tersangka ini, untuk kita dalami sampai sejauh mana tanggung jawabnya. Sejauh mana perbuatan itu dilakukan," ujar Burhanuddin.

"Bahkan informasi adanya rekening-rekening, rekening ini juga, mohon izin, ini sudah didalami oleh penyidik Kabareskrim, tentang adanya rekening katanya Rp 100 juta yang tidak sesuai dengan pendapatannya," ungkapnya.

Sementara itu, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejagung Fadil Zumhana juga menjawab soal isu cleaning service punya rekening Rp 100 juta. Fadil menegaskan pihaknya akan mengusut dari mana asal uang tersebut.

"Itu ada akses ke lantai 6. Ketika proses penyelidikan itu ada dilaporkan kepada jaksa yang saya tunjuk, tapi ini dalam proses penyidikan kita dalami itu uang apa dan dari mana. Nanti itu akan kami bongkar. Karena kemarin proses penyelidikan, belum pro justitia, ketika proses penyidikan ini kami minta dari penyidik mengungkap itu dari mana uangnya," ungkapnya.

Fadil menyebut saksi cleaning service bernama Joko itu sudah berkali-kali diperiksa. Bahkan, ia diperiksa dengan alat pendeteksi kebohongan (lie detector).

"Perlu kami laporkan di sini, saksi cleaning service itu yang bernama Joko, kalau tidak salah, Joko ini memang bolak-balik, bahkan dilakukan pemeriksaan lie detector supaya terungkap apa sesungguhnya yang diketahui dan dilakukan oleh yang bersangkutan," tuturnya. (*)

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : Heldi Satria

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 23 Oktober 2020 - 08:22:31 WIB

    Waw! Total Sumber Daya Emas di Blok Wabu Mencapai 8,1 Juta Ons

    Waw! Total Sumber Daya Emas di Blok Wabu Mencapai 8,1 Juta Ons HARIANHALUAN.COM - Bekas lahan tambang PT Freeport Indonesia bernama Blok Wabu digadang-gadang bakal dikelola PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Mulanya dikabarkan potensi cadangan emas dari Blok Wabu, Papua ini bernilai hingga US$.
  • Kamis, 08 Oktober 2020 - 15:29:56 WIB

    Waw! Lawan Nikita Mirzani, Pendukung Puan Maharani Siapkan 100 Pengacara

    Waw! Lawan Nikita Mirzani, Pendukung Puan Maharani Siapkan 100 Pengacara HARIANHALUAN.COM - Sindiran artis sensasional Nikita Mirzani yang ditujukan kepada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Puan Maharani terkait Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja berbuntut panjang. Gema Puan Maharani Nusanta.
  • Senin, 01 Juni 2020 - 04:15:47 WIB

    Waw! Viral Gurame Rp 1,3 Juta, Pemilik Warung Bilang Ini

    Waw! Viral Gurame Rp 1,3 Juta, Pemilik Warung Bilang Ini HARIANHALUAN.COM - Muncul video klarifikasi pasca beredarnya kabar sebuah warung di kawasan Pantai Tanjung Pakis, Kecamatan Pakisjaya, Karawang, Jawa Barat mematok harga 3 porsi ikan gurame sebesar Rp 1,3 juta..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]