Ini Tuntutan Mahasiswa se-Sumbar saat Demo Peringati Hari Tani


Kamis, 24 September 2020 - 17:05:18 WIB
Ini Tuntutan Mahasiswa se-Sumbar saat Demo Peringati Hari Tani Peringatan Hari Tani Nasional yang dilakukan setiap tanggal 24 September diwarnai aksi demo mahasiswa di depan Kantor Gubernur Sumatra Barat.

HARIANHALUAN.COM - Peringatan Hari Tani Nasional yang dilakukan setiap tanggal 24 September diwarnai aksi demo mahasiswa di depan Kantor Gubernur Sumatra Barat. Aksi tersebut dilakukan mahasiswa untuk menyuarakan beberapa tuntutan bagi kaum tani kepada pemerintah daerah.

Pantauan Harianhaluan.com pada Kamis (24/9/2020) raturan massa yang ditaksir berjumlah 300 orang melakukan orasi yang dimulai dari pukul 14.00 WIB. Saat diwawancarai, koordinator lapangan aksi massa yang tergabung di BEM Sumbar, Arif Alfriansyah Siregar mengatakan turunnya mahasiswa ke lapangan untuk memperingati momentum Hari Tani.

"Kami melakukan aksi demo dalam momentum memperingati Hari Tani Nasional. Kami yang tergabung di BEM se-Sumatra Barat membawa kembali tuntutan sebelumnya," katanya.

Arif menjelaskan, mahasiswa membawa beberapa tuntutan mengenai persoalan pertanian yang terjadi khususnya di Provinsi Sumatra Barat. Seperti, subsidi pupuk, sosialisasi tani yang kurang efektif, hingga kesejahteraan petani.

"Kami membawa beberapa isu, mulai dari kesejahteraan petani seperti subsidi pupuk. Kami melihat susahnya petani mendapatkan pupuk. Mungkin ada beberapa faktor salah satunya kesulitan ekonomi," jelasnya.

Kemudian, ia juga menerangkan mengenai tidak semua tempat mendapatkan penyuluhan pertanian dengan baik. Ia berharap agar Pemprov Sumbar untuk meninjau ulang dan memeriksa secara langsung mengenai penyuluh pertanian. Karena itu berperan penting untuk sejahteraan petani.

"Kemudian ada alih fungsi lahan, pekerjaan di Sumbar hampir 70-80 persen adalah petani. Bagaimana jika lahan sudah tidak ada? Ditambah lagi dengan kebijakan Omnibuslaw," jelasnya.

Arif juga menegaskan agar Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno menolak kebijakan RUU cipta kerja tersebut. Karena kebijakan itu berakibat kepada kondisi pertanian dan lahan yang ada. Para mahasiswa mengharapkan agar tuntutan yang disuarakan dapat dipenuhi oleh pemerintah daerah.

"Gubernur harus adil sama kita, tahun kemarin kami tidak berjumpa. Karena aksi tersebut beliau yang membahas, tujuan kami memang gubernur dan sekarang kami mempertanyakan bahasan dan evaluasi beliau," ujarnya.(*)

loading...
Reporter : Merinda Faradianti /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]