Sejumlah Pasien Corona Masih Merasakan Gejala Meski Sudah Sembuh


Kamis, 24 September 2020 - 15:15:00 WIB
Sejumlah Pasien Corona Masih Merasakan Gejala Meski Sudah Sembuh Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Para dokter dan ahli memperingatkan potensi masalah lain dari pandemi Covid-19. Problem yang mengintai ini berupa masalah kesehatan jangka panjang yang mungkin dialami pasien yang pernah terinfeksi virus corona.

Profesor Kedokteran di Rutgers Robert Wood Johnson Medical School di New Jersey, Reynold Panettieri memperkirakan sekitar 10 persen pasien Covid-19 akan mengembangkan masalah kronis. Angka ini memang tergolong minoritas pasien, tapi tetap saja menurut dia jumlahnya masih ratusan ribu orang.

"Saya telah melihat atlet terlatih mengalami kelelahan, dan kelelahan luar biasa saat berolahraga. Kami tidak sepenuhnya mengerti sebabnya," tutur Reynold Panettieri dikutip dari Health.

"Pasca-penyakit, orang bisa menjadi depresi, dan isolasi serta pembatasan jarak sosial juga tidak membantu," lanjut dia.

Laporan lain yang dilansir Business Insider menyebut, ada ribuan penyintas Covid-19 yang masih merasakan sisa-sisa gejala infeksi virus corona. Bahkan gejala ini masih bisa dirasakan beberapa bulan setelah diagnosis.

Hector Martinez, salah satu penyintas yang tinggal di San Antonio, Texas, AS mengaku tidak pernah memiliki masalah kesehatan mental. Tapi setelah terkena Covid-19, ia memiliki gejala cemas dan depresi.

Sekitar empat bulan setelah gejala pertama, ia masih merasa sakit, badan selalu lelah dan mengalami brain fog atau kabut otak. Kondisi ini mengakibatkan orang sulit berkonsentrasi, tidak fokus dan gangguan berpikir lain.

"Seperti mimpi yang memakan waktu cukup lama untuk bangun. Ada beberapa hari saya bahagia dan ada hari lain saya seperti tidak merasakan apa-apa," kata Martinez, salah satu pasien dari 80 pasien yang diwawancara Business Insider.

Sisa gejala pada pasien Covid-19 ini disebut nyaris tidak mendapat perhatian karena semua pihak tengah berpacu menciptakan vaksin.

Sebenarnya tak hanya Martinez, ahli saraf Svetlana Blitshteyn menemukan ada pasien-pasien yang ia tangani pun merasakan hal serupa.

Dia melihat, pasien merasakan lelah, pening, sulit berdiri, banyak berkeringat, napas pendek dan sulit berolahraga seperti sebelum terkena Covid-19. "Atau mereka bisa juga mengalami sakit kepala, mati rasa, gangguan tidur, masalah kognitif, juga masalah mood," imbuh Martinez.

Temuan serupa diungkapkan kardiolog Sadiya Khan. Kelelahan kerap ia temui pada pasien penyintas Covid-19. Rasa lelah ini bisa bertahan selama beberapa pekan setelah gejala pertama atau beberapa bulan setelahnya.

Trik Makan Sehat Untuk Cegah Corona

Sementara itu, sebuah studi yang diterbitkan di JAMA pada Juli 2020 lalu sejalan dengan kondisi yang tengah berkembang. Penelitian menemukan masih ada sisa gejala meski pasien sudah pulih.

Peneliti melibatkan 143 pasien dalam studi. Pasien diperiksa sekitar 60 hari setelah timbul gejala pertama.

Hasilnya, sebanyak 12,6 persen pasien benar-benar bebas dari gejala Covid-19. Kemudian 32 persen masih memiliki satu hingga dua gejala dan, sebanyak 55 persen memiliki tiga atau lebih gejala.

Itu artinya, sejumlah 87 persen pasien masih merasakan sisa gejala Covid-19.

Riset tersebut persis dengan yang dialami penyintas Covid-19, Elissa Miolene dari New York City. Ia bahkan kerap terbangun dalam kondisi sakit tanpa tahu alasannya.

Pernah suatu kali, ia berjalan seperti biasa tapi kemudian terhuyung dan tidak bisa melangkah.

"Saya tidak tahu kapan saya akan merasa lebih baik. Saya tidak tahu kapan saya akan pulih seperti diri saya dulu atau melakukan segala sesuatu seperti biasa," ungkap Elissa Miolene.(*)

loading...
 Sumber : cnnindonesia /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]