Panas! Trump-Xi Jinping Perang Kata di Tengah Sidang Umum PBB


Rabu, 23 September 2020 - 23:06:20 WIB
Panas! Trump-Xi Jinping Perang Kata di Tengah Sidang Umum PBB Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump (Getty Images)

HARIANHALUAN.COM - Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping perang kata di Sidang Majelis Umum (SMU) ke-75 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Trump menyalahkan China atas merebaknya pandemi Corona, sedangkan Xi Jinping mendorong agar semua menolak politisasi Corona.

Sebagaimana diketahui, dalam rekaman video pidato yang sudah dirilis, Trump kembali menyalahkan China atas pandemi Corona.

"Pemerintah China, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) - yang secara virtual dikendalikan oleh China - secara keliru menyatakan bahwa tidak ada bukti penularan dari manusia ke manusia," kata Trump seperti dilansir Reuters, Rabu (23/9/2020).

Trump pun meminta agar PBB meminta pertanggungjawaban China atas pandemi ini. "Nanti, mereka dengan keliru mengatakan orang tanpa gejala tidak akan menyebarkan penyakit... PBB harus meminta pertanggungjawaban China atas tindakan mereka," katanya.

Diketahui, bahwa Trump merekam pidatonya ini pada hari Senin (21/9) di Gedung Putih untuk disampaikan di Sidang Majelis Umum PBB yang digelar secara virtual, yang diadakan hampir minggu ini.

Trump berjanji untuk mendistribusikan vaksin dan berkata: "Kita akan mengalahkan virus, kami akan mengalahkan virus, dan kita akan mengakhiri pandemi dan memasuki era baru kemakmuran, kerja sama dan perdamaian."

Trump, yang sering mengkritik PBB, juga mengatakan dalam pidatonya bahwa jika PBB ingin efektif, PBB harus fokus pada "masalah dunia yang sebenarnya" seperti "terorisme, penindasan terhadap wanita, kerja paksa, perdagangan narkoba, perdagangan manusia dan seks, penganiayaan agama, dan pembersihan etnis minoritas agama."

Sementara itu, Xi Jinping, menyerukan dunia untuk menolak politisasi terhadap pandemi virus Corona (COVID-19) yang merajalela. Xi juga menegaskan bahwa China tidak berniat untuk terlibat dalam 'perang' apapun dengan negara manapun.

Dia menyerukan peningkatan kerja sama dunia terkait pandemi Corona. Xi dalam pidatonya menekankan bahwa persatuan global menjadi satu-satunya cara untuk mengatasi krisis yang dipicu pandemi Corona. Dia menyerukan dunia untuk menolak politisasi terhadap pandemi Corona -- seruan yang tampaknya menyindir Trump.

"Kita harus meningkatkan solidaritas dan melalui ini bersama-sama," cetus Xi dalam pidatonya.

"Kita harus mengikuti panduan sains, memberikan peran penuh kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memimpin dan meluncurkan respons internasional ... Setiap upaya untuk mempolitisasi isu, atau stigmatisasi, harus ditolak," tegasnya.

Lebih lanjut Xi menyerukan para pemimpin dunia untuk merangkul 'konsep keluarga besar... dan menghindari jatuh ke dalam perangkap benturan peradaban'.

AS dan China diketahui terlibat perang argumen dalam sejumlah isu, mulai dari asal-usul virus Corona, masalah perdagangan dan dominasi teknologi, isu keamanan dan perairan sengketa. Sebelumnya AS mengkritik China atas ambisinya menguasai perairan strategis Laut China Selatan dan upaya menghancurkan gerakan demokrasi di Hong Kong dan Taiwan.

Namun Xi meyakinkan para pemimpin dunia bahwa negaranya tidak punya keinginan untuk memiliki 'hegemoni, ekspansi atau lingkup pengaruh'. Dia bahkan menegaskan China tidak berniat memicu 'perang' dengan negara manapun.

"China tidak berniat untuk memasuki Perang Dingin dengan negara manapun," tegas Xi. "Kami menuntut dialog untuk menjembatani perbedaan dan perundingan dalam menyelesaikan perselisihan," imbuhnya.

Xi kemudian melontarkan sindiran pada kebijakan 'America First' yang dicetuskan Trump.

"Tidak ada negara yang memiliki hak untuk mendominasi urusan global, mengendalikan nasib negara lain, atau meraup keuntungan dalam pembangunan untuk dirinya sendiri. Terlebih lagi, boleh melakukan apapun yang disukainya dan menjadi hegemon (pemegang hegemoni), bully atau bos dunia. Unilateralisme adalah jalan buntu," tandasnya. (*)

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : Heldi Satria

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 07 Oktober 2020 - 20:10:51 WIB

    Panas! 4 Negara Ini Bakal Bersatu Lawan China

    Panas! 4 Negara Ini Bakal Bersatu Lawan China HARIANHALUAN.COM - Hubungan Amerika Serikat (AS) dan China masih terus memanas. Setelah ribut di sidang umum PBB, kali ini AS datang ke Jepang, khusus untuk menggalang dukungan melawan China..
  • Kamis, 21 Mei 2020 - 06:12:54 WIB

    Tensi Makin Panas! AS Siagakan Tujuh Kapal Selam di Laut China Selatan

    Tensi Makin Panas! AS Siagakan Tujuh Kapal Selam di Laut China Selatan HARIANHALUAN.COM -- Tensi antara Amerika Serikat (AS) dan China memanas di berbagai medan, tidak terkecuali di Laut China Selatan. Terbaru, AS mengirim tujuh kapal selam milik AL ke Laut China Selatan. Menurut salah satu .
  • Jumat, 15 Mei 2020 - 20:15:13 WIB

    Makin Panas! Pesawat Anti-Kapal Selam China Gentayangan Bidik Armada AS

    Makin Panas! Pesawat Anti-Kapal Selam China Gentayangan Bidik Armada AS HarianHaluan.com - Unjuk kekuatan militer antara China dan Amerika Serikat (AS) membuat situasi di Laut China Selatan semakin memanas. Setelah muncul kabar bahwa AS bakal mengirim kapal induk nuklir USS Theodore Roosevelt, Ch.
  • Rabu, 13 Mei 2020 - 08:04:32 WIB

    Makin Panas! Trump Siap Jatuhkan Sanksi ke China, Jika..

    Makin Panas! Trump Siap Jatuhkan Sanksi ke China, Jika.. Hubungan Amerika Serikat dan China sepertinya bakal makin panas ke depan. Para senator AS, dari partai Republik, mengusulkan undang-undang yang akan memberi wewenang kepada Presiden AS Donald Trump untuk menjatuhkan sanks.
  • Sabtu, 09 Mei 2020 - 22:35:25 WIB

    Panas! Amerika Serikat Batasi Izin Tinggal Wartawan China

    Panas! Amerika Serikat Batasi Izin Tinggal Wartawan China Amerika Serikat (AS) baru saja mengeluarkan peraturan baru untuk memperketat masuknya wartawan asal China. Kebijakan ini merupakan balasan yang diberikan oleh Amerika Serikat karena tidak menerima perlakuan yang diberikan Chi.

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]