Sumbar Alami Hari Tanpa Bayangan hingga Akhir Pekan Ini


Rabu, 23 September 2020 - 14:45:33 WIB
Sumbar Alami Hari Tanpa Bayangan hingga Akhir Pekan Ini Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan, wilayah Indonesia mengalami hari tanpa bayangan pada September 2020 ini. Untuk wilayah Sumatra Barat akan mengalaminya mulai, Senin (21/9) lalu hingga Minggu (27/9).

Kepala seksi Data dan Informasi BMKG Padang Panjang, Mamuri mengatakan untuk wilayah Sumbar, hari tanpa bayangan pertama kali akan terjadi di Lubuk Sikaping dan Simpang Ampek, Senin (21/9).

Kemudian diikuti Bukittinggi, Lubuk Basung, Selasa (22/9). Sementara Muaro Sijunjung, Sawahlunto, Sarilamak, Payakumbuh, Batusangkar, Padang Panjang, Parit Malintang dan Pariaman akan, Rabu (23/9). Selanjutnya Kota Padang, Sungai Dareh, Solok dan Arosuka, Kamis (24/9). Painan, Jumat (25/9). Padang Aro, Sabtu (26/9) dan Tua Pejat Mentawai, Minggu (27/9).

"Ini merupakan merupakan fenomena periodik yang terjadi di bulan maret dan september setiap tahunnya, hanya tanggalnya bisa saja berbeda-beda," jelas Mamuri.

Lebih lanjut Mamuri menjelaskan, hari tanpa bayangan atau Kulminasi atau transit atau istiwa' adalah fenomena ketika Matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit.

"Saat deklinasi Matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai Kulminasi Utama. Pada saat itu, Matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit. Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat 'menghilang', karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Karena itu, hari kulminasi utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan," jelasnya.

Mengingat posisi Indonesia yang berada di sekitar ekuator, kulminasi utama di wilayah Indonesia akan terjadi dua kali dalam setahun dan waktunya tidak jauh dari saat Matahari berada di khatulistiwa.

Secara umum, kulminasi utama tahun 2020 di Indonesia terjadi terjadi antara 21 Februari 2020 di Baa, Nusa Tenggara Timur hingga 4 April 2020 di Sabang, Aceh dan 6 September 2020 di Sabang, Aceh sampai dengan 20 Oktober 2020 di Baa, Nusa Tenggara Timur.

"Secara umum tidak ada dampak yang signifikan akibat hari tanpa bayangan ini, dan ini merupakan fenomena yang secara rutin terjadi," kata dia.

Bagi masyarakat yang ingin membuktikan hari tanpa bayangan di daerahnya, BMKG mengimbau untuk tidak melihat matahari secara langsung.

"Untuk masyarakat bisa mencoba ketika hari tanpa bayangan sesuai jadwalnya, namun disarankan jangan melihat matahari secara langsung, namun harus dengan filter cahaya karena dapat merusak mata. Selain itu juga membawa bekal atau minum yang cukup untuk mengurangi dehidrasi, dan juga selalu mengupdate prakiraan cuaca dari BMKG," tutup Mamuri. (*)

loading...
Reporter : Yessi Yeswita /  Editor : Milna Miana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]