Antisipasi Krisis, Begini Cara Kementan Manfaatkan Singkong Jadi Gula Cair


Rabu, 23 September 2020 - 12:14:54 WIB
Antisipasi Krisis, Begini Cara Kementan Manfaatkan Singkong Jadi Gula Cair Dok Balitbangtan

HARIANHALUAN.COM - Peneliti BB Pascapanen, Agus Budiyanto mengatakan kebutuhan gula di Indonesia makin lama makin meningkat. Alternatif untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan memanfaatkan secara maksimal sumber gula dari bahan non tebu.

“Untuk memproduksi gula, bahan yang bisa dimanfaatkan antara lain tebu, sorgum manis, kelapa, aren dan nipah yang diambil dari niranya. Sumber gula lain adalah bahan berpati seperti sagu, ubi jalar, jagung, kentang, sorgum dan ubi kayu/singkong,” terang Agus dalam keterangan tertulis yang diterima Harianhaluan.com, Rabu (23/9/2020).

Saat ini BB Pascapanen telah mengembangkan teknologi sederhana untuk menghasilkan gula cair dari pati singkong. Untuk menghasilkan gula cair, pati singkong harus mengalami proses likuifikasi, sakarifikasi dan evaporasi.

Lebih lanjut Agus menerangkan, langkah pertama untuk pembuatan gula cair adalah dengan mencampurkan pati singkong dan air dengan perbandingan 1:3 atau 1 kg pati singkong dicampur 3 liter air. Aduk cairan tersebut sampai tidak ada gumpalan.

Selanjutnya adalah proses likuifikasi dengan cara memanaskan cairan dan memasukkan enzim alfa amilase. Perbandingannya 1 ml enzim alfa amilase untuk 1 kg pati singkong.

Agus memberi catatan agar pati tidak menggumpal menjadi semacam lem, maka disarankan agar mencampurkan enzim alfa amilase sebelum dipanaskan selanjutnya diaduk hingga merata.

Saat proses pemanasan, campuran pati akan terjadi perubahan warna secara bertahap dari putih hingga warna kecoklatan. Apabila saat mendidih masih terdapat bintik-bintik berwarna putih, pemanasan tetap dilakukan sampai bintik-bintik putih menghilang. Hentikan pemanasan saat warnanya coklat jernih.

Cairan didinginkan sampai suhu sekitar 60 derajat Celcius, kemudian dimasukkan enzim amiloglukosidase (perbandingan 1 ml enzim amiloglukosidase untuk 1 kg pati ubikayu) dan diaduk selama 5-10 menit. Selanjutnya didiamkan minimal selama 24 jam. Proses pada tahap ini disebut sakarifikasi.

Setelah proses sakarifikasi, cairan ditambah dengan arang aktif sebanyak 0,5% dan dipanaskan pada suhu 100 derajat Celcius selama 5 menit. Cairan selanjutnya disaring dengan kain yang rapat dan tebal seperti kain berbahan jins. Proses penyaringan ini akan menghasilkan gula cair dengan dengan total padatan terlarut sekitar 20-25 derajat Brix.

“Karena masih rendah kadar Brix-nya, kita lakukan evaporasi. Dengan proses ini kita akan mendapatkan gula cair singkong dengan kadar 65-70 derajat Brix,” terang Agus.

Saat ini, pengembangan ubi kayu di Indonesia cukup tinggi. Teknologi pengolahan gula cair dari ubi kayu ini diharapkan bisa menjadi alternatif untuk pemenuhan kebutuhan gula di Indonesia. (*)

loading...
 Sumber : Relis /  Editor : Milna Miana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]