Duh, Anggaran Kesehatan Dikurangi Triliunan


Rabu, 23 September 2020 - 06:14:49 WIB
Duh, Anggaran Kesehatan Dikurangi Triliunan Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) melakukan penyesuaian dalam terhadap alokasi anggaran PCPEN. Khusus untuk sektor kesehatan, dari pagu awal Rp 87,55 triliun, akan dikurangi menjadi Rp 84,02 triliun atau berkurang Rp 3,53 triliun. Apa alasan KPCPEN di balik langkah itu?

"Mengenai kenapa anggaran kesehatan ini dikurangi, sebetulnya tidak ada keinginan untuk mengurangi anggaran kesehatan ini. Yang terjadi sebetulnya, yang dilakukan adalah sebagian dari anggaran kesehatan ini seperti kita tahu bahwa vaksin itu itu akan dilakukan pembayaran yang besar tahun depan," kata Sekretaris Eksekutif I KPCPEN Raden Pardede

"Jadi tahun depan itu, jadi semula memang kita pikir bahwa vaksin ini bisa kita peroleh tahun ini kan? Jadi anggaran vaksin ada di situ. Ternyata bahwa vaksin ini belum bisa sepenuhnya kita dapat tahun ini. Jadi paling tahun depan," lanjutnya dalam media briefing yang berlangsung secara virtual, Selasa (22/9/2020) petang.

Oleh karena itu, menurut Raden, biaya perlindungan sosial pun melesat. Mengutip data KPCPEN, anggaran perlindungan sosial setelah penyesuaian meningkat Rp 38,11 triliun dari pagu awal Rp 203,9 triliun menjadi Rp 242,01 triliun. Namun, situasi tahun depan belum tentu sama.

"Sebenarnya harapan kita adalah bahwa nanti biaya kesehatan ini akan jauh lebih besar dari yang dianggarkan karena akan ada tambahan mungkin biaya untuk pembelian vaksin ini bisa mencapai Rp 50 triliun bahkan sampai Rp 70 triliun," ujar Raden.

"Jadi yang terjadi di situ. Jadi apa yang seharusnya tahun ini kita bisa kurangi tapi tahun depan bisa diperbesar kemudian sementara itu yang sisa tahun ini kita realokasikan dia kepada perlindungan sosial. Ini yang terjadi," lanjutnya.

Komisaris PT Bank Central Asia Tbk itu menambahkan penyerapan anggaran perlindungan sosial semakin baik dan lancar. Oleh karena itu, KPCPEN pun mengalihkan anggaran dari sektor-sektor lain dalam PEN, termasuk kesehatan, ke perlindungan sosial.

"Yang kita inginkan adalah kalau memang ada yang sisa misalkan Kemenkes kelihatannya hanya bisa menyerap Rp 84 triliun, oke Rp 84 triliun karena kita tahu tahun depan dia akan harus membelanjakan yang lebih banyak lagi untuk vaksin. Oleh karena itu, sisanya bukan hanya di situ, bahkan dari sektoral K/L dan pemda," kata Raden.

"Nah sektoral K/L dan pemda itu termasuk program-program padat karya yang memang tidak mudah dilakukan karena prosedurnya banyak. Oleh karena itu, dari pada ini tidak terserap dengan baik, sementara perlindungan sosial menjadi perlu dan itu juga bisa menggerakkan ekonomi, maka kita realokasikan ke situ. Jadi penjelasannya adalah kesehatan itu kita kurangi sekarang tapi sebetulnya tahun depan akan meledak."(*)

loading...
 Sumber : CNBC /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 19 Oktober 2020 - 12:19:12 WIB

    Duh, Depresi Belajar Online, Siswi SMA di Gowa Ini Bunuh Diri

    Duh, Depresi Belajar Online, Siswi SMA di Gowa Ini Bunuh Diri HARIANHALUAH.COM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan angkat bicara terkait peristiwa bunuh diri seorang siswi SMA berinisial MI (16) akibat depresi belajar online di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/10/2020) ke.
  • Ahad, 18 Oktober 2020 - 11:22:19 WIB

    Waduh, Muhammad Basmi Ditangkap Bareskrim Gegara Hina Moeldoko di FB

    Waduh, Muhammad Basmi Ditangkap Bareskrim Gegara Hina Moeldoko di FB HARIANHALUAN.COM - Gegara menghina Kepala KSP Moeldoko di akun Facebook, seorang pria bernama Muhammad Basmi ditangkap Bareskrim Polri. Basmi dijerat dengan UU ITE..
  • Rabu, 14 Oktober 2020 - 17:03:56 WIB

    Duh, Bertambah Lagi 4.127 Kasus Positif Covid-19

    Duh, Bertambah Lagi 4.127 Kasus Positif Covid-19 HARIANHALUAN.COM-Satuan Tugas (Satgas) Penanganan  Covid-19  mencatat hingga Rabu, 14 Oktober 2020 pukul 12.00 WIB, kasus terkonfirmasi positif  Covid-19  bertambah 4.127  kasus, totalnya menjadi  344.749 kasus. .
  • Ahad, 11 Oktober 2020 - 22:37:44 WIB

    Duh, Negara Rugi Rp39,2 T di 2020 Akibat Korupsi

    Duh, Negara Rugi Rp39,2 T di 2020 Akibat Korupsi HARIANHALUAN.COM - Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat negara telah mengalami kerugian sebesar Rp39,2 triliun dari praktik korupsi sepanjang semester I tahun 2020..
  • Sabtu, 10 Oktober 2020 - 15:01:55 WIB

    Duh, Jokowi Disebut 'Cuekin' NU-Muhammadiyah soal Isu Sosial

    Duh, Jokowi Disebut  'Cuekin' NU-Muhammadiyah soal Isu Sosial HARIANHALUAN.COM - Cendekiawan Islam Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil) menyatakan Presiden Joko Widodo cenderung tak mendengarkan suara Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah terkait kritik soal isu keadilan sosial termasuk Pilka.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]com