Miranda Goeltom: Bank Sentral yang Tak Independen Rentan Dicampuri Kepentingan Politik


Selasa, 22 September 2020 - 06:27:42 WIB
Miranda Goeltom: Bank Sentral yang Tak Independen Rentan Dicampuri Kepentingan Politik Deputi Senior Gubernur BI pada periode 2004-2008, Miranda Swaray Goeltom. Doi liputan6.com

HARIANHALUAN.COM - Idekonomi merilis wacana revisi Undang-undang (UU) Nomor 23 tahun 1999 yang mengancam independensi bank sentral.

Episode kali ini menghadirkan Miranda Swaray Goeltom, seorang doktor di bidang ekonomi yang telah lama berkecimpung dalam dunia kebijakan moneter, serta pernah menjabat sebagai Deputi Senior Gubernur BI pada periode 2004-2008.

Podcast kali ini membahas urgensi untuk menjaga independensi bank sentral, kebutuhan untuk perluasan mandat bank sentral dan perdebatan mengenai dewan moneter.

Fungsi Utama Bank Sentral dan Urgensi dari Independensi

Miranda mengawali rekaman dengan mendefinisikan independensi sebagai kemandirian dalam pengambilan keputusan agar mencapai tujuan sesuai amanat yang diterima bank sentral. Hampir seluruh bank sentral di dunia tugas utamanya adalah untuk menciptakan stabilitas harga di suatu negara.

“Stabilitas adalah suatu target yang telah dihitung agar perekonomian bisa bergerak tumbuh sesuai dengan rencana, berapa kira-kira tingkat pertumbuhan harga (inflasi) yang sesuai. Apabila harga tidak bergerak, kegairahan untuk melakukan bisnis tidak ada. Kestabilan diharapkan dapat menciptakan ekspektasi dan dasar untuk orang bertindak secara rasional,” tambahnya dalam keterangan tertulis yang diterima Harianhaluan.com, Selasa (22/9/2020).

Berapapun tingkat inflasi, perhitungannya telah memasukkan variabel pertumbuhan ekonomi. Sehingga, dalam mencapai stabilitas harga, pertumbuhan ekonomi merupakan variabel yang ikut diperhitungkan.

“Untuk mencapai fokus seperti itu, maka bank sentral perlu instrumen. Instrumen yang paling dikenal adalah suku bunga, kalau naik maka uang beredar akan berkurang. Kalau turun, orang akan malas menyimpan uang dan lebih banyak belanja,” jelas Miranda.

Miranda meneruskan, bahwa suku bunga ditetapkan naik atau turun, untuk mencapai target bank sentral yang menggunakan berbagai ukuran, salah satunya adalah jumlah uang beredar. Suku bunga diatur agar uang yang beredar sesuai dan tidak menimbulkan inflasi atau deflasi yang berlebihan.

“Itulah sebabnya independensi bank sentral disebutkan secara spesifik dalam definisi yang terukur dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 1999, di mana bank sentral memiliki kewenangan untuk menentukan suku bunga dan tidak bisa dicampuri oleh siapapun,” tutur Miranda.

Miranda menyampaikan meskipun UU BI sempat mengalami beberapa perubahan, tetapi tidak pernah sekalipun terlepas dari pokok dasar berdirinya bank sentral yang bersifat independen.

“Apabila melihat sejarah, kenapa bank sentral di define sebagaian independent central bank, karena akan adanya pengaruh-pengaruh politis, seperti halnya dalam hidup ini, akan selalu ada trade-off, di mana ada beberapa pihak yang akan merasa biaya untuk berbisnis jadi mahal, mereka tidak suka,” lanjut Miranda.

Menurut Miranda, bank sentral harus independen karena dalam pengambilan keputusan moneter yang berdasarkan profesionalisme Dewan Gubernur, bank sentral harus mendahulukan stabilitas harga di atas kepentingan lainnya. Jadi, apabila terdapat kepentingan lain yang tidak terkait dengan kepentingan harga, bank sentral yang independen bisa membuat keputusan tanpa harus khawatir atau memedulikan hal tersebut.

“Berdasarkan pengalaman di berbagai negara, bank sentral yang tidak independen rentan dicampuri oleh kepentingan politik yang belum tentu sejalan dengan tugas utama bank sentral,” tambah Miranda.

Miranda kembali menenkankan bahwa dalam mengambil keputusan, Bank Sentral harus mendahulukan stabilitas harga. Apabila terdapat kepentingan-kepentingan lain yang terlibat di luar hal tersebut, pengambilan keputusan akan rentan diikut campuri dan Bank Sentral tidak berjalan sesuai dengan fungsi utamanya. Belum lagi, di pemerintahan yang populis yang dipedulikan hanya politik yang berjalan dengan baik.

“Ketidakberuntungan dari suatu bank sentral yang independen adalah terlalu secretive, atau tidak ketahuan maunya apa. Padahal saat mengambil keputusan, terdapat unsur koordinasi dengan pemerintah,” tambah Miranda.

Di sisi lain, Miranda berpendapat bahwa bank sentral yang independen bisa memberikan kenyamanan bagi para investor, karena dasar-dasar pengambilan keputusannya tidak melibatkan unsur politik. Maka, independensi bank sentral harus tetap mempertimbangkan kepercayaan pasar. (*)

loading...
 Sumber : Relis /  Editor : Milna Miana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]