DPRD Mentawai Minta Perhatikan Tenaga Guru Kontrak


Sabtu, 19 September 2020 - 14:48:25 WIB
DPRD Mentawai Minta Perhatikan Tenaga Guru Kontrak Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai Bruno Guimek Sagalak.

HARIANHALUAN.COM - Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai Bruno Guimek Sagalak meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mentawai menempatkan guru kontrak sesuai dengan domisili, sehingga keberadaan guru lebih betah berada di lokasi sekolah.

"Untuk penempatan guru kontrak harus sesuai dengan domisili, kalau tidak maka akan sering terjadi kekosongan guru, sudah banyak contoh, misalnya orang Muara Siberut tidak betah tinggal di Sikabaluan hanya untuk mengajar, kecuali dia bawa keluarga," kata Legislator Nasdem itu kepada Harianhaluan.com, kemarin.

Menurutnya, cara tersebut merupakan salah satu upaya agar tenaga pendidik tidak banyak alasan untuk meminta izin tidak masuk sekolah, bahkan ada yang lolos dari pengawas sekolah. Kebanyakan sekolah di pedalaman Mentawai absensi masih manual, kecuali dibeberapa pusat Kecamatan sudah menggunakan finger Print atau pakai sidik jari.

"Sekarangkan, karena Covid-19 tidak boleh lagi pakai sidik jari, kita berbicara kebelakang dan kita evaluasi, misalnya absensi manual bisa saja minta tolong dengan rekan guru lainnya, tetapi kalau sidik jari tidak bisa, kedepan harus ada alternatif lain yang menggantikan sistem finger print," paparnya.

Disamping itu pihaknya juga meminta dinas terkait memberikan perhatian kepada tenaga guru kontrak, karena menurutnya tenaga kontrak telah banyak membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan guru di Mentawai.

"Kalau bisa tenaga kontrak diberikan perhatian lebih, kalau bisa diberikan disekolahkan setelah lulus dikembalikan ke domisilinya menjadi guru, daripada ada pengangkatan CPNS, setelah lulus di Mentawai, kemudian minta pindah lagi, jangan dijadikan Mentawai sebagai batu loncatan saja, itu sudah sering terjadi, makanya kita minta lebih baik tenaga kontrak yang direkrut dan diberikan perhatian, sudah," timpalnya.

Sementara itu Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Disdikbud Mentawai Emilia Tiurma Butar Butar memaparkan saat ini jumlah tenaga guru kontrak khususnya di tingkat sekolah dasar adalah 383 dengan kualifikasi pendidikan yang berbeda-beda.

"Jumlahnya 383 orang, dengan kualifikasi pendidikan SMA 229 orang, Sarjana 145 orang, Diploma I sebanyak 8 orang dan Diploma II sebanyak 1 orang, jadi kualifikasi pendidikan SMA ini sebagian besar sedang menjalani kuliah melalui Universitas Terbuka (UT), kemudian ada juga GTT (Guru tidak tetap) yang diangkat oleh sekolah masing-masing atau istilahnya sukarela," paparnya.

Untuk tenaga sukarela kata Emilia digaji oleh pihak sekolah dengan nilai yang berbeda-beda sesuai dengan kemampuan sekolah, sedangkan untuk gaji guru kontrak kualifikasi S.1 besar gaji, Rp 2,2 juta, D.I dan D.II Rp 1,8 juta dan gaji guru kualifikasi SMA Rp 1,7 juta perbulan. Guru-guru tersebut tersebar di 386 Sekolah Dasar di 43 Desa dan 10 Kecamatan.

"Dengan adanya bantuan tenaga kontrak ini, kita dinas pendidikan sangat terbantu bahkan, ada juga GTT mereka sukarela dan diangkat oleh sekolah masing-masing, kedepan harapan kita bagi yang sudah menyelesaikan pendidikan di UT bisa melakukan penyesuaian gaji," tutupnya. (*)

loading...
Reporter : Redi /  Editor : Milna Miana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]