Gawat! Trump Bakal Jatuhkan 'Serangan' Lagi ke Iran


Jumat, 18 September 2020 - 10:15:20 WIB
Gawat! Trump Bakal Jatuhkan 'Serangan' Lagi ke Iran Presiden AS Donald Trump

HARIANHALUAN.COM - Menjelang berakhirnya embargo senjata Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap Iran, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana untuk mengeluarkan perintah eksekutif baru yang menargetkan Iran.

Perintah eksekutif itu akan memungkinkan AS menerapkan sanksi kepada siapa pun yang melanggar embargo senjata konvensional terhadap Iran, kata empat sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada AFP, Kamis (17/9/2020).

Sumber itu menambahkan bahwa perintah eksekutif itu diperkirakan akan dikeluarkan dalam beberapa hari mendatang dan akan memungkinkan Trump untuk menghukum pelanggar dengan sanksi sekunder, mencabut akses mereka ke pasar AS.

Ancaman tersebut dikeluarkan AS menjelang berakhirnya embargo senjata Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap Iran. Embargo yang disepakati di bawah kesepakatan nuklir 2015 yang dibuat Iran dengan enam negara besar itu (Inggris, China, Prancis, Jerman, Rusia, dan Amerika Serikat) akan berakhir pada 18 Oktober.

Selain embargo, AS yang telah membatalkan kesepakatan nuklir pada Mei 2018, mengatakan akan menerapkan kembali semua sanksi PBB lainnya terhadap Iran. Aturan itu dikabarkan akan berlaku mulai pukul 00:00 GMT hari Minggu.

Namun demikian, langkah AS itu dipertanyakan negara-negara lain yang ada dalam kesepakatan nuklir dan sejumlah besar anggota Dewan Keamanan PBB. Mereka mengatakan tidak yakin AS memiliki hak untuk memberlakukan kembali sanksi PBB dan bahwa tindakan AS di PBB tidak memiliki efek hukum.

"Jelas tidak ada anggota Dewan Keamanan yang menerima kelayakan klaim AS," kata Alireza Miryousefi, juru bicara misi Iran untuk PBB. Ia menambahkan bahwa kesepakatan nuklir tetap berlaku dan semua sanksi terhadap Iran akan dicabut sesuai garis waktu yang disepakati pada tahun 2015.

Kabar rencana AS menjatuhkan sanksi pada Iran sebelumnya telah dikemukakan oleh Perwakilan Khusus AS untuk Venezuela dan Iran, Elliott Abrams. Pada Rabu lalu Abrams mengatakan AS berencana untuk menjatuhkan sanksi kepada mereka yang melanggar embargo senjata PBB. Namun pada saat itu ia tidak mengatakan AS akan melakukannya di bawah perintah eksekutif.

Pada Rabu juga, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo secara tidak langsung mengisyaratkan tindakan AS yang akan datang. Ia membahas soal kemungkinan pemulihan sanksi AS sejak negara itu meninggalkan kesepakatan nuklir Iran dua tahun lalu untuk menghalangi perdagangan luar negeri dengan Iran.

"Kami akan melakukan semua hal yang perlu kami lakukan untuk memastikan bahwa sanksi-sanksi itu diberlakukan," kata Pompeo.

"Kami telah sangat berhasil meskipun dunia mengatakan sebaliknya," katanya lagi, seraya menambahkan bahwa sanksi AS telah secara drastis mengurangi sumber daya keuangan Iran.

Namun demikian, menurut Doug Jacobson, seorang pengacara sanksi, perintah eksekutif baru AS itu mungkin lebih simbolis daripada praktis karena begitu banyak entitas dan individu Iran sudah dikenakan sanksi sekunder.

"Ini pada dasarnya menumpuk," kata Jacobson. "Ini dirancang untuk mengirim pesan tentang masalah khusus ini ... bahwa AS tidak senang bahwa pihak lain (dalam kesepakatan nuklir Iran) tidak setuju untuk membalikkan sanksi senjata." (*)

loading...
 Sumber : CNBC Indonesia /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]